Kamis, Desember 9, 2021
OLX Auto
More
    Berita4 Hal Penting Saat Pertama Kali Geber Motor di Sirkuit

    4 Hal Penting Saat Pertama Kali Geber Motor di Sirkuit

    Terkadang melihat balapan motor di televisi teramat sangat menyenangkan. Bahkan tak jarang si penonton merasa ingin meniru pembalap kesayangan memacu motornya di lintasan balap atau sirkuit.

    Sebenarnya, untuk jika OLXer ingin memacu motor di sirkuit balapan bisa-bisa. Asalkan, bukan saat ada event balapan, serta terlebih dahulu melakukan koordinasi mengenai syarat-syarat penggunaan dengan pihak sirkuit.

    Sebab, ketika tak ada balapan, sirkuit kerap dipenuhi sejumlah komunitas otomotif yang secara bergantian mengitari lintasan.

    Nah bicara soal di memacu motor sport di sirkuit, pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI) M Faerozi Toreqottullah, membagikan poin-poin penting yang harus ditaati oleh rider.

    ”Memacu motor sport fairing di sirkuit memberikan sensasi tersendiri. Dan untuk dapat berkendara di lintasan sirkuit dengan maksimal, diperlukan pemahaman dan cara berkendara yang sesuai karena berbeda dengan cara berkendara di jalan raya,” ungkap Faerozi dalam keterangannya. 

    Lebih lanjut dia mengatakan, hal-hal yang perlu diperhatikan rider setidaknya, ada empat, yaitu persiapan fisik, safety gear, posisi berkendara, dan teknik berkendara.

    Nah, untuk lebih detail perhatikan penjelasannya di bawah ini:

    1. Persiapan fisik

    Kondisi fisik harus optimal karena berkendara dalam kecepatan tinggi di sirkuit dengan konsentrasi penuh dapat menguras tenaga.

    Istirahat yang cukup sebelum berkendara agar tidak mengantuk atau lelah sehingga menjaga konsentrasi saat riding.

    Selain itu, lakukan pemanasan sebelum balapan untuk melenturkan badan.

    1. Safety gear

    Gunakan kelengkapan safety gear yang nyaman dan dapat memberikan perlindungan maksimal yang mengikuti standar balap mulai dari helm full face yang ukurannya pas di kepala untuk kenyamanan dan safety.

    Jika longgar bisa mengganggu ketika balapan karena hantaman angin bisa membuat helm goyang atau posisinya bisa berubah, sedangkan helm yang sempit memberikan tekanan berlebih di kepala yang menyebabkan pusing.

    Untuk sarung tangan gunakan yang menutupi semua bagian tangan dan jari agar bagian tubuh itu terlindungi serta mendukung kenyamanan saat handling dan pengereman.

    Begitu pula wearpack dan sepatu yang digunakan khusus untuk balapan dan sesuai size pembalap untuk kenyamanan dan safety.

    1. Riding postur atau posisi berkendara

    Saat di trek lurus posisi badan lebih menunduk, kepala juga menunduk, posisi tangan dan kaki menjepit tangki, posisi bokong mundur ke belakang yang turut membantu memudahkan badan menunduk. 

    Posisi seperti ini bertujuan untuk meminimalisir hambatan dari terpaan angin untuk mendapatkan aerodinamika yang baik sehingga saat trek lurus bisa lebih cepat.

    Ketika masuk tikungan, posisi badan disesuaikan misalnya tikungan ke kanan maka posisi badan cenderung bergeser ke kanan, begitu juga sebaliknya (lean in) dan posisi kaki sisi dalam tikungan agak dibuka. 

    Posisi ini bermanfaat agar lebih kuat menahan motor dari gaya sentrifugal. Selain itu, saat akan memasuki tikungan, posisi motor/racing line motor ada di bagian luar atau tengah tikungan. Hal ini dilakukan agar saat keluar tikungan motor tidak melebar serta menghindari tabrakan dengan pengendara lain.

    1. Teknik berkendara

    Lakukan pengereman ketika posisi motor lurus sebelum menikung, hindari melakukan pengereman saat posisi motor miring, ini akan membuat motor kehilangan keseimbangan dan roda mudah kehilangan grip/slip.

    Lakukan pengereman terlebih dahulu, lepas rem lalu menikung. Sebaiknya, jika ingin melakukan riding di sirkuit, maka patuhi aturan yang berlaku dan jangan arogan.

    Nah, bagi Anda yang ingin memiliki mobil baru, nggak ada salahnya jual mobil lamamu di OLX Autos . Jika memang ingin menjual mobil klik di OLX Autos.

    OLX Auto

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here