49 Tahun Blue Bird di Indonesia, Dari Holden Sampai Tesla

0
52

Taksi Blue Bird, siapa yang tak kenal alat transportasi dengan warna khasnya biru langit. Ya, perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan transportasi darat ini jadi sudah cukup lama bertahan dan begitu lekat di hati masyarakat Indonesia.

Maklum, taksi Blue Bird memang bukan anak baru, melainkan sudah hampir setengah seabad atau tepatnya memasuki usia yang ke-49 tahun di Indonesia. Di bawah payung PT Blue Bird Tbk, sejatinya perusahaan ini sudah makan asam garam karena jadi saksi perkembangan dan kemajuan sudut-sudut kota.

Tidak hanya itu, salah satu yang menarik dari taksi Blue Bird adalah armadanya, dimana dalam beberapa tahun terakhir dikenal sangat update menghadirkan mobil-mobil terbaru untuk taksinya. 

Ya, Blue Bird di usianya yang ke 49 tahun saat ini punya mobil listrik mulai dari buatan China berupa BYD E6 sampai jenama Amerika Serikat yaitu Tesla Model X. 

Taksi Holden Torana
Ilustrasi Taksi Holden Torana, yang ada di Transport Museum TMII. (Wikipedia)

Tapi OLXer harus tahu, sebelum adanya mobil listrik, Blue Bird memiliki sederet penyegaran untuk meningkatkan layanan, termasuk awal adanya Holden Torana, yang beroperasi sebagai taksi di Jakarta pada 1 Mei 1972. 

Disebutkan, taksi Blue Bird Holden Torana hadir saat kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin pada tahun 1972, dimana saat itu sektor transportasi publik menjadi pembuka sejarah layanan PT Blue Bird Tbk. Saat itu, Ali Sadikin mengungkapkan bahwa Jakarta membutuhkan taksi dengan sistem argometer untuk penertiban taksi gelap dan membawa Ibu Kota kearah yang lebih metropolitan. 

Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, ya, dia adalah pendiri dari PT Blue Bird Tbk menghadirkan 25 armada Holden Torana sebagai armada pertama PT Blue Bird Tbk. Oia, sebelum muncul Blue Bird, sang pelopor pernah menjalankan Chandra Taxi yang merupakan taksi tanpa argor.

Taksi Blue Bird
Ibu Mutiara Fatimah Djokosoetono, pendiri PT Blue Bird Tbk berfoto bersama pengemudi dan karyawa

Kini, PT Blue Bird Tbk dipimpin oleh Noni Purnomo. Beliau mengungkapkan, sejak awal kehadiran taksi Blue Bird dalam melayani masyarakat, perusahaan berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan terbaik. 

“Di 1972, Bluebird telah menggunakan sistem argometer melalui armada Holden Torana. Kemudian di tahun 1980, Air Conditioner telah menjadi perlengkapan standar di layanan kami. Dan di 1990, perusahaan telah memiliki sistem komputerisasi dalam menerima permintaan masyarakat melalui Bluebird Call Center,” ungkap Noni. 

Oia, selain Holden Torana, taksi Bluebird juga sempat menggunakan beberapa mobil lainnya, termasuk Nissan Stanza yang kalau itu digunakan pada 1987.

Taksi Blue Bird Nissan Stanza
Taksi Blue Bird sempat menggunakan Nissan Stanza pada 1987. (Blue Bird)

Awal Muncul Taksi Mewah

Taksi Blue Bird memang sudah banyak berevolusi. Ketika memasuki tahun 1992, Bluebird Group menghadirkan layanan taksi eksekutif, yang dinamakan Silverbird.

Usut punya usut, Silverbird hadir setelah ikut serta menjadi armada eks KTT non blok ASEAN. Selanjutnya dalam rangka meremajakan armada Silverbird sekaligus meningkatkan kenyamanan untuk pengalaman mobilitas terbaik, Silverbird mendatangkan armada Mercedes-Benz C-Class pada tahun 2007. Hal ini menandai Bluebird sebagai taksi pertama yang menggunakan mobil Mercy sebagai armada taksi eksekutif. 

Silverbird
Sejumla taksi sivlerbird sedang berada di pool. (Blue Bird)

Berlanjut pada tahun 2013, perusahaan meluncurkan Bigbird Premium untuk menawarkan pengalaman bepergian yang semakin berkesan. Dengan antusias dari para pelanggan, pada tahun 2020 Bigbird kembali mendatangkan armada baru untuk layanan Bigbird Premium. 

Direktur PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono mengungkapkan, bahwa armada baru menjadi bagian dari diversifikasi usaha perusahaan. 

“Dengan semua keunggulan yang dimilikinya, Bigbird Premium menjadi layanan yang memberikan keamanan dan kenyamanan, sekaligus nuansa premium dan mewah kepada para pelanggan saat perjalanan wisata bersama keluarga maupun keperluan bisnis,” tutur Sigit. 

Armada Bigbird Premium didesain dan dilengkapi dengan berbagai sarana dan fasilitas layanan personal yang menawarkan nuansa mewah dan premium; mulai dari exclusive seats dengan fitur pijat, ruang karaoke, onboard kitchen, mini refrigerator, ruang pribadi untuk meeting, Wi-Fi, minibar, LCD TV, hingga rest room. 

Armada Bigbird Premium Alpha memiliki kapasitas 14 exclusive seats dan ditambah dengan ruang entertainment, serta untuk jenis Bravo mampu memiliki kapasitas 12 exclusive seats.

Armada Blue Bird memang memiliki berbagai inovasi, mulai dari sistem argometer, Air Conditioner, akses pemesanan Call Center dengan sistem komputerisasi hingga implementasi GPS telah menjadikan perusahaan dengan awalnya berjumlah 25 unit Holden Torana, berkembang menjadi puluhan ribu armada yang siap melayani kebutuhan mobilitas masyarakat.

Alasan Pilih Taksi Listrik

Taksi Blue Bird Tesla Model X
Taksi Blue Bird sudah menggunakan Tesla Model X sebagai armada E-Bluebird. (Blue Bird)

Nah, dengan adanya taksi listrik sebagai armada E-Bluebird, maka hal ini jadi bukti dari kepedulian untuk menajaga kelestarian lingkungan yang tidak luput dari rangkulan sayap sang burung biru.

“Peran perusahaan sebagai katalis di kendaraan listrik bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan melalui zero emission. Langkah ini adalah bagian untuk memenuhi kebutuhan pasar serta mendukung peran sebagai katalis dalam meluncurkan kendaraan listrik dengan zero emission,” jelasnya.

Sejak resmi mengaspal pada tahun 2019 silam, kendaraan taksi listrik Bluebird Group telah menarik minat masyarakat. Pasalnya, kendaraan listrik merupakan hal baru yang ada di Indonesia, dan perusahaan menghadirkannya agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, namun juga menjadi penikmat dari kemajuan teknologi transportasi. 

“Kampanye kendaraan listrik secara keseluruhan memberikan nilai lebih, karena sekarang masyarakat tidak hanya melihat wujud kendaraan listrik melalui media sosial ataupun televisi, namun sudah bisa merasakan langsung bepergian dengan kendaraan listrik melalui E-Bluebird dan E-Silverbird di jalanan ibukota,” ujar Adrianto Andre Djokosoetono, Direktur PT Blue Bird Tbk. 

Perlu dicatat, hingga saat ini Bluebird Group telah membuat ekosistem transportasinya secara mandiri dengan lebih dari 23.000 armada yaitu layanan Bluebird – taksi reguler, layanan Silverbird – taksi eksekutif, layanan Goldenbird – limosin dan car rental, layanan Bigbird – charter bis hingga Cititrans sebagai shuttle antar kota antar provinsi yang diakuisisi pada 2019. 

“Nenek saya pernah berpesan, semakin banyak yang kita peroleh, maka semakin banyak kita juga harus berbagi. Kata-kata tersebut yang terus melekat pada diri kami, dan semangat Bluebird untuk menjadi perusahaan yang dapat memberikan dampak positif kepada khalayak luas,” kata Noni.

“Kami tak akan berhenti di sini. Zaman terus melaju, begitu pun kami yang akan terus senantiasa berkembang. Dengan tetap menjaga semangat dan nilai-nilai perusahaan yaitu Integritas, Peduli, Terus Berkembang dan Melayani, kami percaya Bluebird Group akan terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” tutup Noni.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here