Rabu, Juni 29, 2022
More
    Berita5 Merek Otomotif Kolaborasi Kembangkan Kendaraan Listrik di Indonesia

    5 Merek Otomotif Kolaborasi Kembangkan Kendaraan Listrik di Indonesia

    Sejumlah brand otomotif raksasa di Indonesia berkolaborasi mengembangkan ekosistem kendaraan listrik atau EV Smart Mobility – Joint Project. Pengembangan ini akan mulai dilakukan bertepatan dengan digelarnya G20 di Bali.

    Adapun merek otomotif yang turut dalam kolaborasi  pengembangan kendaraan listrik ini antara lain Mitsubishi, Toyota, Nissan, Fuso, dan Isuzu.

    Disebutkan kolaborasi ini bertujuan untuk mempopulerkan penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air, dan eksperimen demonstrasi pengembangan dan pemanfaatan ekosistem kendaraan listrik yang dilakukan di Bali. 

    Hanya saja kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mengakselerasi pengurangan emisi karbon.

    Lebih dari itu, proyek ini akan memperluas pengenalan dan mempopulerkan kendaraan listrik sebagai salah satu kunci mobilitas massal masa depan, serta mendukung revitalisasi industri di sektor pariwisata melalui ecotourism. 

    Menurut President Director PT Mitsubishi Motor Krama Sales Indonesia, Naoya Nakamura, Mitsubishi Motors sangat antusias dalam partisipasi proyek kolaborasi ‘EV Smart Mobility’ bersama merek dan pabrikan mobil asal Jepang lainnya.

    “Keikutsertaan dalam kolaborasi ini sekaligus menandai capaian baru dalam komitmen dukungan berkelanjutan Mitsubishi Motors kepada pemerintah Indonesia, dalam mengakselerasi pemanfaatan, dan juga demonstrasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan juga skala lebih luas secara global,” ungkap Nakamura dalam keterangan tertulis.

    Teknologi kendaraan listrik

    Kelima merek otomotif yang tergabung dalam kolaborasi bersama ini tengah mengembangkan beragam cara untuk memperluas lebih banyak pilihan kendaraan listrik bagi konsumen.

    Hal ini dilakukan guna berkontribusi pada percepatan penurunan emisi karbon di Indonesia, termasuk dengan model kendaraan.

    Nah, beberapa teknologi yang digarap antara lain dengan Battery Electric Vehicle (BEV), dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

    Selain itu ada juga hydrogen fuel cell electric vehicle (FCEV) yang bekerja dengan sumber tenaga listrik.

    Kemudian ada juga Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang mengkombinasikan teknologi EV dan Internal Combustion Engine (ICE) konvensional untuk mereduksi emisi karbon tanpa melakukan pengisian daya. 

    Untuk teknologi ICE sendiri dapat berkontribusi untuk mengurangi emisi karbon dengan menggunakan bahan bakar biofuel. 

    Pendekatan beragam cara ini dipercaya dapat membantu mencapai reduksi emisi kendaraan dalam skala yang terkait pada kondisi penggunaan, sumber energi terbarukan, kesiapan infrastruktur pengisian daya, dan kebutuhan konsumen.

    Demonstrasi pengetesan pada kolaborasi bersama “EV Smart Mobility”, diposisikan sebagai bagian dari inisiatif total untuk membangun fondasi yang kuat untuk era elektrifikasi di Indonesia.

    Dalam proyek kolaborasi bersama ini, tiap merek akan menyediakan kendaraan listrik unggulan dan membuat formasi lini kendaraan listrik, baik untuk kendaraan penumpang, maupun kendaraan niaga. 

    Lini kendaraan listrik “penumpang” akan digunakan untuk mendukung mobilitas dalam area Nusa Dua dan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. 

    Sementara itu lini kendaraan listrik “komersial” akan digunakan untuk mendukung logistik dan dipertimbangkan lebih lanjut untuk aktivitas kolaborasi dengan bisnis lokal di area Bali.

    Baca juga  Honda Bangun Pabrik Mobil Listrik di China, Tahun 2024 Sudah Mulai Produksi

    Mengenal Teknologi Listrik PHEV Mitsubishi Motors

    Kendaraan Listrik Mitsubishi Outlander PHEV
    Kendaraan Listrik Mitsubishi Outlander PHEV.

    Khusus Mitsubishi, teknologi PHEV dianggap merupakan solusi Mitsubishi Motors atas tantangan yang muncul untuk penggunaan model EV, antara lain: jarak tempuh dan infrastruktur pengisian daya, guna memenuhi ekspektasi yang lebih luas. 

    Hal ini dapat diwujudkan dengan mengkombinasikan teknologi hybrid, dengan teknologi EV yang ramah lingkungan, dan telah dikembangkan Mitsubishi Motors secara berkelanjutan. 

    Adapun Struktur dasar dari PHEV adalah sebagai berikut:

    • Komponen PHEV terdiri dari mesin dan sebuah generator untuk memproduksi tenaga untuk memperpanjang jarak tempuh EV
    • Drive battery lithium-ion berkapasitas tinggi yang ditempatkan di bagian bawah kendaraan
    • Secara utama digerakan oleh dua motor penggerak, di depan dan di belakang, mengacu pada sistem dan arsitektur EV
    • Hybrid (HEV) yang dilengkapi dengan sebuah charger (plug), menjadikannya sebagai Plug-in HEV
    • Desain mengaplikasikan pusat gravitasi yang rendah dengan distribusi bobot depan-belakang yang superior, sekaligus memastikan ruang kabin dan kargo yang cukup.

    Mode berkendara teknologi PHEV Mitsubishi Motors dapat bekerja secara otomatis untuk beralih antara mode EV dan hybrid tergantung pada kondisi mengemudi dan sisa daya baterai. 

    Berikut beberapa penjelasan terkait kendaraan listrik;

    Mode Kendaraan Listrik

    Dalam mode ini, PHEV Mitsubishi Motors bergerak dengan motor menggunakan daya yang tersimpan di baterai, tanpa menggunakan bensin atau mengeluarkan CO2 saat berjalan. Pengemudi dapat menikmati nuansa berkendara yang tenang, bersih, dan bertenaga.

    Mode Hybrid Kendaraan Listrik

    • Mode Series Hybrid

    Dalam mode ini, PHEV Mitsubishi Motors menggunakan mesin sebagai generator untuk menjalankan motor dengan kombinasi daya dari baterai.

    • Mode Parallel Hybrid

    Dalam mode ini, PHEV Mitsubishi Motors secara utama berjalan menggunakan mesin efisiensi tinggi pada kecepatan tinggi, dan menerapkan output mesin berlebih untuk menghasilkan daya guna mengisi daya baterai. Motor membantu mesin selama akselerasi.

    Daya listrik yang disimpan pada drive battery dapat digunakan sebagai power supply untuk perjalanan luar ruang, atau kondisi darurat lainnya. 

    Dengan PHEV, pengguna dapat menggunakan daya listrik yang tersimpan di rumah melalui sistem Vehicle-to-Home (V2H).

    Secara singkat, PHEV adalah baterai penyimpanan berjalan, dan merupakan mobilitas sosial-yang baik, di mana tidak hanya memberikan solusi untuk masalah lingkungan.

    Namun, teknologi ini berfungsi sebagai bagian dari infrastruktur untuk memasok listrik bahkan ketika mobil dalam keadaan tidak bergerak. 

    Dengan teknologi ramah lingkungan yang berpusat pada PHEV, kami akan terus berkontribusi untuk mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan.

    Informasi lengkap mengenai teknologi dan sistem PHEV Mitsubishi Motors dapat diakses pada situs Mitsubishi Motors.

    OLXers mau cari mobil bekas berkualitas bisa lihat di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here