Minggu, Januari 16, 2022
More
    Tips6 Hal Wajib Diperhatikan Ketika Touring

    6 Hal Wajib Diperhatikan Ketika Touring

    Bepergian dengan kendaraan pribadi memang sangat menyenangkan. Namun alangkah lebih menyenangkan jika dilakukan bersama teman yang tergabung dalam wadah komunitas. Setidaknya, jika dilakukan secara bersama komunitas, perjalanan jadi tak jenuh, lebih menarik dan mengesankan. 

    Nah, kali ini komunitas Trailblazer Indonesia (TBZI) memberikan tips yang wajib diperhatikan ketika touring. Tips ini diberikan bersamaan dengan perjalanan TBZI melakukan touring bersama dari Jakarta-Anyer pada 29-30 Juni lalu.

    Menurut Budi Harnata, salah satu anggota TBZI, ketika touring hal  yang harus selalu memperhatikan adalah aspek keamanan dan keselamatan berkendara.

    “Oleh karena itu, pembekalan keselamatan berkendara pada anggota selalu kami terapkan sejak masa persiapan hingga selama aktivitas touring berlangsung. Kami berharap, kami dapat memberikan contoh yang baik pada masyarakat dan komunitas otomotif lainnya,” ungkap Budi dalam keterangannya.

    Kata Budi, berbeda dengan berkendara secara tunggal atau sendirian, berkendara dalam rangkaian membutuhkan kewaspadaan yang lebih untuk menjaga keamanan saat berkendara (safety driving). 

    Apabila berkendara sendiri, prioritas utama adalah keselamatan diri sendiri dan penumpang. Namun lain halnya jika Anda berkendara bersama komunitas, dimana OLXer dituntut untuk dapat bekerja sama dengan anggota lainnya.

    Berikut tips yang dapat dijadikan sebagai panduan untuk mengadakan kegiatan touring bersama komunitas:

    1. Periksa kondisi kendaraan 

    Terlepas dari cara mengemudikan kendaraan, penting bagi seorang pengendara untuk mempelajari hal dasar seperti memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, misalnya:

    – Memeriksa kondisi kendaraan seperti lampu, oli, rem, ban dan air wiper. Selain itu, jangan lupa memeriksa kondisi ban cadangan.

    – Pastikan bahan bakar penuh dan tidak habis sampai dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berikutnya.

    – Memeriksa apakah ada cairan yang berasal dari kebocoran pada salah satu komponen kendaraan.

    – Persiapkan nomor layanan yang dapat dihubungi saat darurat termasuk layanan derek mobil.

    2. Rencanakan Rute yang Akan Dilalui

    Cek rute perjalanan untuk memastikan tempat pemberhentian penting yang mungkin diperlukan, seperti tempat peristirahatan, SPBU untuk mengisi bahan bakar dan bengkel untuk keadaan emergency. 

    OLXer juga bisa memanfaatkan fitur petunjuk arah (GPS) untuk memastikan bahwa tetap berada di arah yang benar.

    3. Siapkan Barang Bawaan

    Rencanakan barang-barang bawaan untuk memastikan segala kebutuhan dalam perjalanan dapat terpenuhi dan kabin serta bagasi tidak penuh sesak dengan barang-barang yang tidak diperlukan. 

    Beberapa perangkat seperti power bank, charger ponsel mobil, lampu senter, cable jumper serta kotak P3K sangat diperlukan terutama dalam keadaan darurat. 

    Jangan lupa untuk menyiapkan tali pengikat bagasi, agar barang pada bagasi Anda tidak bergeser dan mengganggu konsentrasi. Juga sediakan cemilan atau makanan ringan sebagai teman perjalanan dan pengganjel di saat lapar namun jarak perjalanan masih jauh menuju rumah makan terdekat.

    Baca juga  Mobil Toyota Bermasalah Karena Jarang Dipakai, Manfaatkan Layanan Darurat Ini Dari Rumah

    4. Tertib Lalu Lintas

    Kegiatan touring biasanya melibatkan konvoi kendaraan dalam jumlah banyak. Maka, sangat penting untuk tetap menjaga rangkaian, namun tetap harus mengutamakan peraturan lalu lintas agar tidak mengganggu kenyamanan dari pengguna jalan yang lainnya. 

    Selain itu, rangkaian di depan sebaiknya menunggu anggota lain yang terputus karena lampu merah.

    5. Pastikan Komunikasi Lancar

    Berkonvoi dengan mobil memerlukan kemampuan berkendara secara teratur dan tertib selama di jalan dan pastinya sesuai dengan rangkaian acara touring yang sudah disusun. 

    Untuk menjaga kondisi teratur tersebut, menjaga komunikasi tiap kendaraan anggota menjadi aspek penting, termasuk navigasi dan koordinasi dalam perjalanan agar waktu menuju lokasi tujuan sesuai dengan susunan rangkaian acara.

    6. Berhenti di Titik yang Telah Ditentukan

    Selama perjalanan jarak jauh, ada banyak hal yang bisa merepotkan pengendara seperti buang air kecil atau mengisi bahan bakar. Karena itu, panitia harus menentukan titik lokasi pemberhentian seperti di tempat ibadah dan SPBU. (Her)

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here