Rabu, Juni 29, 2022
More
    InformasiMotorsport6 Pembalap Mirip Aleix Espargaro, Selebrasi Sebelum Balapan Selesai

    6 Pembalap Mirip Aleix Espargaro, Selebrasi Sebelum Balapan Selesai

    MotoGP Catalunya 2022 yang digelar di Circuit de Barcelona-Catalunya, Minggu (5/6/2022), akan jadi momen yang tak pernah dilupakan Aleix Espargaro.

    Ini bukan karena pembalap Aprilia Racing jadi juara, sebab di seri ke-9 MotoGP ini Fabio Quartararo, dari tim Monster Energy Yamaha MotoGP tampil menjadi pemenangnya.

    Sebaliknya, Espargaro hanya berada di urutan kelima dan membuat insiden lucu untuk sebagian orang.

    Ya, saat balapan menyisakan satu lap terakhir, Espargaro yang berada di posisi kedua justru melakukan selebrasi kemenangan lebih cepat.

    Di moment tersebut pembalap bernomor 41 sempat memperlambat laju motornya, bahkan melambaikan tangan kepada penonton.

    Disaat bersamaan, tak jauh di belakang Aleix terdapat duo pembalap dari tim Pramac Ducati yaitu Jorge Martin dan Johann Zarco, kemudian Joan Mir dari Suzuki Ecstar, dan Luca Marini dari Mooney VR46 Racing Team.

    Nah, melihat para pembalap yang masih kebut-kebutan inilah membuat Espargaro baru tersadar, bahwa balapan belum selesai.

    Hingga akhirnya, Espargaro menarik handle gas, menyusul Luca Marini dan menyelesaikan balapan sampai menyentuh garis akhir, finish kelima.

    Motor Aleix Espargaro dikira bermasalah

    Kesalahan fatal yang dilakukan Espargaro saat melakukan selebrasi lebih awal tentu saja sangat merugikan dirinya dan tim.

    Apalagi Aleix dalam sesi latihan memberikan tampilan luar biasa dan meraih pole position atau posisi terdepan diawal balapan.

    Hanya saja, saat laga menyisakan satu putaran, Espargaro yang berada di urutan kedua justru membuang kesempatan emas, dan memilih memperlambat laju motor RS-GP, kemudian selebrasi.

    Usut punya usut, ketika Espargaro mengendorkan motornya, ternyata tim Aprilia dan penonton mengira bahwa hal itu karena ada masalah teknis.

    Sementara itu, Espargaro sendiri yang menyesali kesalahannya angkat bicara mengapa dirinya melakukan selebrasi lebih awal.

    “Saya melihat tanda dan lupa bahwa di sini seharusnya tertulis L0 (untuk Lap 0) bukannya L1 (untuk Lap 1) di akhir. Itu sepenuhnya kesalahanku,” ungkap Espargaro.

    Atas peristiwa tersebut Espargaro meminta maaf kepada tim Aprilia dan menyesali perbuatannya.

    Daftar pembalap bernasib sama seperti Aleix Espargaro

    Selebrasi untuk merayakan kemenangan memang menjadi hal biasa. Namun apa jadinya, jika kompetisi belum selesai, selebrasi tetap dilakukan.

    Ya, tentu saja akan sangat memalukan, seperti yang dialami Espargaro di MotoGP Catalunya 2022.

    Tapi yang OLXers harus tahu, selebrasi sebelum meraih kemenangan di dunia balap tidak hanya terjadi pada Espargaro seorang.

    Nah, menurut akun Youtube Racing Gone Wild, dengan judul Never Celebrate Too Early Motorsport Edition:

    1. Sean Emmett – British Superbike Thruxton (2004)

    Dalam ajang balapan British Superbike Thruxton (2004), Sean Emmett pernah melakukan selebrasi lebih awal jelang garis finish.

    Saat itu, di tikungan terakhir balapan, Sean Emmett mengepalkan tangan dan mengangkatnya seakan dirinya pasti menang.

    Namun, menyadari datangnya sang pesaing Michael Rutter di belakang, Sean Emmett seperti kaget hingga dirinya sedikit hilang kendali.

    Alhasil, Michael Rutter jadi pemenang di British Superbike Thruxton 2004, sedangkan harus puas di posisi kedua.

    Baca juga  MotoGP 2022 Lebih Seru, Ada Federal Oil Gresini Racing

    2. Andre Veríssimo – Superbike Brasil Goiânia (2020)

    Selebrasi sebelum sampai garis finis juga pernah dirasakan pembalap Andre Verissimo saat di ajang Superbike Brasil Goiania 2020.

    Kala itu, Andre Verissimo yang berada di posisi terdepan usai di tikungan terakhir, ketika memasuki trek lurus jelang garis finis dia melakukan selebrasi.

    Ya, Andre berdiri di atas motor bernomor 9 sambil mengangkat kedua tangan. Namun siapa sangka, dari arah belakang motor milik Osvaldo Duende.

    Alhasil, yang menjadi juara ternyata Osvaldo Duende.

    3. Juraci Rodrigues – Superbike Brasil Goiania (2015)

    Hal yang sama yaitu melakukan selebrasi sebelum mencapai garis finish juga pernah dilakukan Juraci Rodrigues saat Superbike Brasil Goiânia (2015).

    Selepas tikungan terakhir, Juraci Rodrigues selebrasi, bahkan dia melakukan mengangkat roda depan (Wheelie) sebanyak dua kali jelang garis akhir.

    Namun nahas, saat Wheelie tersebut laju motor yang melambat dimanfaatkan Marcos Ramalho dengan kecepatan penuh.

    Alhasil, Marcos Ramalho menjadi pemenang di Superbike Brasil Goiania (2015).

    4. Riccardo Russo – CIV Superstock 600 Mugello (2012)

    Di ajang CIV Superstock 600 Mugello pada tahun 2012, kejadian mirip Aleix Espargaro dialami pembalap Bernama Riccardo Russo.

    Kala itu, Riccardo Russo merasa dirinya berhasil menjadi yang tercepat dan memenangkan balapan karena mencapai garis terdepan terlebih dahulu.

    Alhasil dirinya memperlambat laju motor dan melakukan selebrasi sambil berdiri di atas motor. Namun siapa sangka balapan masih menyisakan satu putaran terakhir.

    Hingga akhirnya seri tersebut dimenangkan pembalap asal Italia, Alessandro Nocc. Sementara Russo finish di urutan ke-14.

    5. Julian Simon – GP125 Catalunya (2009)

    Hal yang sama juga sempat dialami pembalap MotoGP 125 Catalunya pada tahun 2009, dimana Julian Simon jadi pelakunya.

    Saat itu, balapan yang menyisakan satu lap lagi, ternyata dianggap Julian Simon merupakan akhir dari balapan.

    Diapun langsung selebrasi, dengan cara memperlambat laju motor dan mengangkat tangan kiri seakan dirinya telah juara.

    Bahkan, tim Julian Simon di tepi lintasan sudah memberikan tanda untuk balapan satu putaran lagi.

    Hingga akhirnya setelah beberapa detik, Julian Simon menyadari balapan masih berlanjut.

    Alhasil, di seri tersebut Andrea Iannone dinobatkan jadi pemenangnya.

    6. Pierfrancesco Chili – GP Jerez 250 cc 1992

    Melakukan selebrasi lebih awal juga pernah dilakukan Pierfrancesco Chili saat di ajang GP Jerez 250 pada tahun 1992.

    Kala itu, Pierfrancesco Chili merasa bahwa balapan sudah usai dan dirinya berada di posisi kedua. Alhasil dia memperlambat laju motor dan berselebrasi mengangkat tangan kiri sembari menyapa penonton.

    Namun ternyata, selebrasi yang dilakukan Pierfrancesco Chili ternyata terlalu cepat, karena balapan masih menyisakan satu putaran.

    Alhasil Pierfrancesco Chili tidak naik podium dan kehilangan title juara di seri tersebut.

    Mau lihat cuplikan selebrasi terlalu cepat yang dilakukan para pembalap, lihat videonya di bawah ini.

    Mau beli mobil bekas berkualitas, yuk cek di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here