Sabtu, November 27, 2021
OLX Auto
More
    Berita8 Hal Bisa Membuktikan Mobil Bekas Kecelakaan

    8 Hal Bisa Membuktikan Mobil Bekas Kecelakaan

    Membeli mobil bekas memang gampang-gampang susah. Pasalnya, banyak mobil bekas yang beredar luas dijual baik di showroom maupun perorangan, namun kualitasnya sangat rendah.

    Parahnya, ada juga mobil yang dijual dengan harga miring bahkan jika ditawarkan di situs jual beli online dicantumkan kode ‘BU’ atau butuh uang untuk mengurangi rasa curiga.

    Nah, OLXer sendiri pada dasarnya bisa mengetahui ciri-ciri mobil bekas kecelakaan. Tentunya pengetahuan ini bisa diterapkan agar ketika membeli mobil bekas OLXer tidak akan menyesal di kemudian hari.

    Berikut ulasan ciri mobil bekas kecelakaan.

    1. Cek Bodi

    Tidak dapat dipungkiri usai kecelakaan, body mobil bisa langsung diperbaiki. Akan tetapi hal tersebut tak mungkin 100 persen utuh seperti baru atau kembali  kala saat pertama kali membeli.

    Sebaliknya, mobil bekas kecelakaan pasti ada saja yang mengalami kerusakaan, khususnya pada body. Selain adanya lekukan, biasanya ada juga dempulan. Karena itu OLXer bisa mengetok body mobil secara menyeluruh.

    Jika mobil banyak dempulan biasanya saat diketok bunyinya tidak nyaring. Sebaliknya, body mobil berbahan logam saat diketok akan nyaring bunyinya. Adapun jika mobil dilakukan perbaikan di ketok magic, maka kondisinya juga tidak simetris. Sebaliknya akan ada beberapa bekasnya.

    Selain itu, cat asli biasanya akan terasa lembut, sedangkan jika dicat ulang akan terasa kasar.

    2. Buka kap Mesin

    Kecelakaan yang menyebabkan bagian depan mengalami kerusakaan, biasanya ada pergeseran. Karena itu periksalah beberapa bagian seperti engsel, baut-baut.

    3. Perhatikan Kaca Depan dan Belakang

    Ketika mengalami kecelakaan, tidak menutup kemungkinan kaca pecah. Nah, jika sudah dilakukan pemasangan ulang, biasanya mobil bekas kecelakaan pada bagian kaca jendelanya akan lebih mudah masuk lewat celah kaca. Hal ini dikarenakan saat pemasangan kaca bagian depan dan belakang tidak lagi terpasang secara presisi

    4. Cek Karat

    Mobil bekas kecelakaan biasanya banyak timbul karat di sejumlah sudut. Hal ini diketahui karena ketika kecelakaan ada beberapa bagian mobil di mana bagian cat terkelupas, sehingga tidak memiliki lapisan apun.

    Adapun karat-karat pada mobil akan muncul di beberapa sisi antara lain di tempat yang sulit dilihat mata, lantai, panel bodi, sistem rem dan masih banyak lainnya.

    5. Periksa Pilar dan rangka atau Mobil

    Pilar mobil memang sangat kuat, akan tetapi apabila terjadi kecelakaan parah, maka bagian pilar akan rontok juga. Jika bagian pilar rusak dan diperbaiki, si penjual biasanya akan memperbaiki dengan menyembunyikan retakan pada bagian pilar mobil.

    Sedangkan rangka atau sasis mobil yang pernah terlibat kecelakaan biasanya bisa diperiksa pada bagian kolong, seperti bagasi. Biasanya ada bekas kecelakaan dengan adanya bekas las ataupun ketokan.

    6. Cek Pintu

    Jika mengalami kecelakaan, biasanya ada bagian pintu juga turut bermasalah. Karena itu, coba OLXer lakukan pengecekan saat menutup pintu, lihat apakah posisi pintu tersebut rata atau tidak.

    Pengecekan pintu-pintu ini harus menyeluruh, mulai dari depan, belakang, hingga kap mesin. Perhatikan juga engsel-engselnya.

    7. Lakukan Pengecekan Siang Hari

    Ketika ingin membeli mobil bekas lakukan di siang hari. Sebab, dengan penerangan yang pas maka pada siang hari OLXer akan lebih melihat secara detail beberapa hal yang mencurigakan, khususnya pada bagian body.

    8. Lakukan Tes Drive

    Sama seperti membeli mobil baru atau mobil bekas lainnya untuk mengetahui apakah mobil ini masih berkualitas dan tidak bekas tabrakan lakukan tes drive dengan kecepatan stabil.

    Ketika melakukan pengujian pastikan semuanya berfungsi dengan baik, mulai dari jarak sumbu roda, shockbreaker, dan lainnya. (Her)

    OLX Auto

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here