Minggu, Mei 29, 2022
More
    TipsAlasan Motor Perlu Pakai Rem ABS dan Bagaimana Cara Perawatannya

    Alasan Motor Perlu Pakai Rem ABS dan Bagaimana Cara Perawatannya

    Salah satu komponen paling penting pada sebuah kendaraan, tak terkecuali sepeda motor yaitu rem.

    Ya, rem bukanlah sebuah fitur tambahan, melainkan bagian penting karena fungsinya untuk menahan, mengurangi atau memperlambat laju gerak roda.

    Sejatinya sistem rem merupakan mengubah tenaga kinetik menjadi panas, karena terjadi gesekan dua logam pada benda yang berputar sehingga putarannya akan melambat atau laju perputaran roda kendaraan menjadi pelan, kemudian berhenti.

    Tanpa ada rem, maka laju roda bisa tak terkendali, sehingga bukan tak mungkin hal itu bisa menyebabkan kecelakaan. Maka dari itu, rem juga disebut-sebut sebagai alat keamanan untuk mengurangi resiko kecelakaan

    Maka dari itu, rem juga perlu dilakukan pengecekan dan perawatan agar tetap dapat beroperasi secara maksimal.

    Jenis-jenis rem

    rem cakram
    rem cakram. (Shutterstock)

    Jika bicara soal rem, saat ini rem banyak diketahui  yaitu Rem tromol dan  cakram. Nah mau tahu penjelasan jenis kedua rem tersebut. Berikut ulasannya

    – Rem tromol

    Rem tromol dianggap mekanisme pengoperasiannya cukup jadul jika dibandingkan dengan rem cakram. Dari segi bentuk, rem tromol terlihat menyatu dengan velg jari-jari.

    Memang terlihat ribet, bahkan jika sudah digunakan kemudian dibuka, maka terlihat kotor dan berdebu. Namun begitu, karena pengoperasian rem tertutup, justru sistem rem tromol jadi lebih bersih.

    Perlu diketahui, rem tromol ini terdiri dari drum brake dan kampas (brake pads). Nah, Drum brake ini jadi cangkang atau tempat untuk menyimpan kampas rem. Maka dari itu, ketika rem ditarik atau diinjak, kampas rem akan beroperasi karena terjadi gesekan di dalamnya.

    Hanya saja, untuk motor-motor keluaran terbaru, penggunaan rem tromol kini mulai berkurang. Adapun kalau disebut masih ada yang pakai rem tromol, maka hanya digunakan untuk rem belakang.

    Rem cakram

    Jenis rem yang kini banyak digunakan adalah rem cakram. Rem cakram adalah perangkat pengereman yang bekerja dengan menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan.

    Untuk menjepit cakram digunakan caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong kampas rem ke cakram.  

    Ya, rem cakram juga masih menggunakan kampas rem. Hanya saja bentuk nya tidak setengah lingkaran seperti pada rem tromol, melainkan lebih pipih, karena harus menjepit piringan cakram.

    Rem cakram banyak digunakan, karena dianggap mudah dalam perawatan dan respon pengereman lebih cepat serta kuat.

    Hanya saja, karena sistem pengerem cakram terbuka, jadi kampas rem cepat kotor, dan dalam proses pengereman nya membutuhkan pelumas.

    Seberapa penting rem ABS

    rem cakram
    Rem cakram. (shutterstock)

    Dewasa ini, kendaraan bermotor keluaran terbaru banyak mengusung sistem pengereman Anti lock Braking System (ABS). Ya, ABS tidak hanya diterapkan pada mobil, namun ada juga di sepeda motor.

    Keberadaan ABS sendiri pada sepeda motor dianggap sangat bermanfaat. Pasalnya dengan adanya ABS, maka saat melakukan pengereman secara mendadak jadi tidak selip. Apalagi ketika kondisi jalan basah atau licin.

    Ya, ini karena sistem pengereman ABS mencegah roda terkunci terutama saat mengerem mendadak sehingga ban tidak slip atau sliding, dengan begitu turut menjaga keseimbangan motor atau lebih mudah dikendalikan.

    Berkat adanya ABS, konon kecelakaan pada sepeda motor jadi lebih rendah sampai 27 persen. Hal ini pula membuat Kementerian Perhubungan Indonesia (Kemenhub) mengharapkan seluruh sepeda motor yang dijual dilengkapi ABS.

    Cara Kerja Rem ABS

    Ilustrasi pengendara sepeda motor sport yang dilengkapi teknologi ABS. (Shutterstock)

    Melansir situs resmi Suzuki, untuk mengoperasikan pengereman ABS ada beberapa faktor pendukung. Pertama, saat sepeda motor berjalan, speed sensor yang ada ada pada ABS akan membaca kecepatan baik roda depan maupun belakang.

    Ketika kecepatan ada yang tidak sama, maka akan diinformasikan ke ECU. Dari situ, akan dibawa ke modulator. ECU lalu akan menghidupkan solenoid.

    Baca juga  7 Trik Jitu Agar Tak Cape Saat Naik Motor

    Kemudian, tekanan fluida pada kaliper dikurangi, dipertahankan, dan naik kembali. Karena kalau salah satu antara roda depan dan belakang tidak sama kecepatannya, maka bisa terjadi selip.

    Jadi ECU ini akan menyesuaikan supaya terjadi pengereman. Nah, ABS akan membantu supaya roda tidak lock ketika pengereman terjadi (kecepatan roda depan dan belakang sama).

    Secara sederhana, pengereman ABS ada tiga proses. Ketika menekan tuas rem, otomatis tekanan fluida ke kaliper itu kuat sekali sebab putaran roda masih sangat kencang.

    Begitu putaran roda sama, maka tekanan fluida itu dipertahankan sampai sepeda motor berhenti Saat putaran roda masih kencang, tekanan fluida tadi akan mencengkeram lagi.

    Perawatan Rem ABS

    Ilustrasi perawatan rem cakram. (Shutterstock)

    Sementara itu, melansir Yamaha, sepeda motor yang dilengkapi teknologi ABS, tetap harus melakukan perawatan.

    Nah, mau tahu perawatannya apa saja agar ABS tetap beroperasi dengan baik, berikut caranya.

    1. Rutin melakukan penggantian minyak rem yang dianjurkan oleh pabrikan. Cek ketinggian minyak rem, dan periksa apakah terdapat kebocoran atau tidak. Jika kurang lakukan penambahan minyak rem serta lakukan proses bleeding (pembuangan angin pada sistem rem).

    Disarankan, penggantian minyak rem dilakukan setiap 20.000 kilometer atau setiap 1 – 2 tahun sekali sesuai dengan pemakaian motor.

    2. Cek lampu indikator saat kunci kontak diputar saat posisi on, jika lampu tidak menyala maka terdapat indikasi kerusakan.

    Lalu saat motor berjalan, jika indikator ABS berkedip maka ada masalah pada sistem pengereman ABS.

    Untuk itu konsumen bisa melakukan pengecekan di bengkel resmi.

    3. Lakukan pemeriksaan kampas rem setiap kelipatan 3.000 km, jika kondisi sudah aus atau tipis segera lakukan penggantian karena akan membuat kemampuan pengereman tidak optimal.

    Selain itu, jika kampas rem tidak diperiksa, kemungkinan akan membuat piringan cakram menjadi aus karena gesekan berlebih.

    4. Saat melakukan penggantian kampas rem, periksa juga kondisi kaliper dan cakram rem bersihkan dari debu, tanah, minyak serta kotoran lain yang menempel pada komponen tersebut.

    Maka dari itu, pastikan kondisinya tidak goyang atau bergetar karena dapat menyebabkan cepat aus.

    5. Selalu mengecek kondisi selang rem, jika ada masalah seperti retak, bocor, hingga tertekuk.

    Pasalnya, jika hal itu terjadi maka akan berimbas kepada sistem pengereman yang tidak maksimal.

    Kelebihan

    Tidak dipungkiri, keberadaan rem ABS dalam hal pengereman, jadi lebih responsif daripada sistem rem non ABS.

    Ketika mengerem mendadak, sepeda motor dengan rem ABS akan lebih stabil. Selain itu, dengan adanya ABS, mengendarai motor dapat terasa lebih ama jika harus melaju di jalanan licin dan berpasir.

    Dengan sistem ABS, kita tidak perlu khawatir jika harus mengerem mendadak saat sepeda motor dipacu lebih cepat. Sebab, ABS dapat mencegah roda agar tidak mengunci ketika melakukan pengereman.

    Kelemahan

    Hanya saja ABS juga masih ada kelemahannya, yaitu tetap dapat menyebabkan kecelakaan apabila, dilakukan pengereman secara mendadak dalam jarak dekat.

    Pengereman dengan jarak dekat dapat menyebabkan kecelakaan karena sensor ABS tidak memiliki cukup waktu untuk mengirim sinyal pada modulator.

    Oleh sebab itu, kendaraan akan menabrak lebih dulu sebelum sensor tersebut bekerja.

    ABS juga dapat menyebabkan terjadinya gaya sentrifugal dan kurang memadai apabila digunakan pada jalan yang kurang rata atau berkerikil.

    Selain itu, ketika sensor dari fitur ABS ini terkena air maka sistem kerjanya juga tidak akan maksimal.

    Penggunaan rem ABS akan kurang optimal jika digunakan pada motor trail. Hal tersebut dikarenakan jenis motor tersebut memerlukan pengereman yang lebih cepat untuk dapat melalui medan jalan yang terjal.

    Mau jual atau beli mobil bekas berkualitas bisa lihat di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here