Copied to clipboard!

Ilustrasi jok sepeda motor yang sudah dilakukan modifikasi. (AHM)



MODIFIKASI

3 Hal Perlu Diketahui Saat Memodifikasi Jok Sepeda Motor

Author : Herdi Muhardi

10 Oct 2020


Modifikasi pada sepeda motor sudah jadi hal lumrah. Hanya saja, memodifikasi harus tetap mengedepankan rasa aman dan nyaman, serta sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bicara soal modifikasi sepeda motor, tentunya banyak yang bisa diubah sesuai keinginan tak terkecuali jok atau tempat duduk. Hanya saja, pada dasarnya jok yang dibuat pabrikan, jika dirasakan sudah sesuai spesifikasi dan paling sesuai.

Bahkan menurut Safety Riding Dept. Head PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Lucky, jok bawaan pabrikan sudah melewati proses standarisasi dan pengetesan dari beberapa aspek, mulai kenyamanan hingga sisi safety.

”Namun jika ingin memodifikasi bagian jok, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan pengguna sepeda motor. Terdapat beberapa poin yang akan berubah saat kita mengganti jok standar dengan model lain atau peranti modifikasi,” ungkap Lucky dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2020)

Nah, mau tahu apa saja yang perlu diperhatikan saat memutuskan untuk memodifikasi jok sepeda motor, berikut ulasannya:

1. Tebal-tipis Jok

Secara batasan, sebenarnya tidak ada ukuran baku, karena beda desain sepeda motor akan berbeda pula model dan ketebalan jok. Hal ini karena tebal ataupun tipisnya jok akan sangat mempengaruhi posisi berkendara dan kenyamanan saat sepeda motor dikendarai.

Ukuran ketebalan jok wajib disesuaikan dengan aspek keamanan dan keselamatan.

2. Tekstur atau Bahan

Tekstur lapisan jok wajib lentur dengan bahan dasar tidak licin saat diduduki oleh pengendara. Jok yang licin akan berdampak pada kenyamanan dan juga berpengaruh pada keselamatan.

Bisa dirasakan pada saat pengereman, jok yang licin menyebabkan pengendara mudah bergerak ke depan, sehingga proses pengereman menjadi tidak maksimal karena posisi duduk pengendara sudah tidak ideal untuk melakukan pengereman. Sedangkan lapisan jok yang tidak lentur akan mudah sobek dan merusak bagian jok lainnya, seperti busa.

”Kalau lapisan jok sudah sobek, air akan mudah masuk melalui lapisan tersebut. Saat terjadi endapan air pada busa dalam waktu yang lama, maka struktur busa akan berubah menjadi keras dan mengganggu kenyamanan saat berkendara,” jelas Lucky.

3. Ergonomi

Ketika kita memodifikasi jok sepeda motor, secara ergonomi akan berubah. Contohnya, saat kita melakukan penipisan pada busa jok, maka posisi berkendara akan berubah di bagian lutut, siku dan pandangan.

Begitu pula sebaliknya, saat kita menebalkan atau meninggikan jok, posisi pinggul kita akan lebih naik dibandingkan dengan penggunaan jok standar.

”Perubahan tersebut akan menyebabkan pengendara tidak nyaman, dan mudah lelah saat berkendara, serta dapat berdampak negatif pada kestabilan dan kenyamanan berkendara,” kata Lucky.

Pengaruh mengganti jok pada keseimbangan dan kestabilan memang cukup besar. Tidak disarankan memodifikasi jok bagian belakang dibuat lebih tinggi dari jok bagian depan. Hal ini menyebabkan tubuh pembonceng melebihi pengendara, dan tentu saja akan berdampak negatif terhadap aerodinamika kendaraan.