OLX News Logo
Menu Icon OLX News Logo Search Icon
OLX News Logo Close Icon

Home /  Tips /  4 Alasan Kenapa Harus Ban Perlu Diisi Nitrogen



4 Alasan Kenapa Harus Ban Perlu Diisi Nitrogen

08 Dec 2020

Ilustrasi ban diisi nitrogen. (Shutterstock)

Tempat pengisian nitrogen memang masih jarang ditemukan. Jika pun ada, biasanya hanya di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau bengkel-bengkel tertentu saja. Sedangkan di pinggir jalan masih sangat jarang.

Ya, hal ini disebutkan kalau nitrogen memiliki unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang N dan nomor atom 7, dipercaya kalau di dalam ban berbahan karet lebih sulit menguap, dibandingkan diisi gas biasanya.

Seperti dilansir situs Dunlop, sebagai pengisi ban, banyak yang meyakini bahwa nitrogen lebih baik dibanding udara. 

Lantas, apa saja kelebihan nitrogen saat digunakan sebagai pengisi ban? Berikut ulasan Dunlop.

1. Tekanan Ban Lebih Stabil

Jika mengisi ban dengan nitrogen, tekanan ban bakal lebih stabil. Kelebihan ini bisa muncul akibat kandungan di dalam nitrogen yang minim air. 

Perlu disadari, di dalam udara, kandungan uap air cukup besar. Padahal, ketika digunakan berkendara terutama jarak jauh, ban akan menjadi panas. Saat itulah uap air menguap sehingga berpengaruh terhadap tekanan ban yang jadi berkurang.

Kadar air di nitrogen sangat minim. Hampir 99 persen nitrogen tidak mengandung air. Kandungan di dalam nitrogen adalah 79 persen nitrogen, 20 persen oksigen, dan 1 persen uap air. Hal ini bisa membuat tekanan ban lebih stabil. Patut diingat, tekanan ban yang sesuai rekomendasi sangat vital bagi keselamatan berkendara karena daya cengkeram menjadi optimal.

Beda halnya dengan udara. Dengan kandungan uap air yang tinggi di dalamnya, ban yang diisi angin akan lebih mudah kempes. Ini dikarenakan molekul udara mudah keluar melalui pori-pori ban.

2. Ban Terasa Nyaman 

Pengemudi yang menggunakan mobil dengan ban yang diisi nitrogen akan merasakan minim guncangan, mobil dinilai lebih empuk ketika dibandingkan dengan saat menggunakan udara di dalam ban.

Hal tersebut dimungkinkan karena molekul di dalam nitrogen lebih besar dibanding angin biasa. Ini berpengaruh terhadap ketahanan tekanan ban. Molekul yang besar di dalamnya tidak mudah menguap dalam panas, sehingga ban tidak gampang kempis.

Tekanan ban yang stabil bakal menunjang kenyamanan berkendara. Terlebih lagi nitrogen mempunyai kemampuan dalam menjaga elastisitas ban. Dengan nitrogen, kelenturan karet ban terjaga. Ini berujung pula terhadap ban yang terasa lebih empuk. 

3. Ban Tidak Mudah Meledak

Pecah ban akibat ban meledak merupakan salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas terbesar. Kemungkinan insiden tersebut terjadi bisa diminimalkan dengan penggunaan nitrogen sebagai pengisi ban.

Nitrogen mampu membuat tekanan ban lebih stabil. Meski kondisi ban panas karena dipakai berkendara jauh, tekanannya akan selalu terjaga di level yang sama. Ini memperkecil risiko ban pecah akibat tekanan yang berlebih.

Ban yang diisi nitrogen disebut lebih bersifat “dingin”. Berbeda sekali dengan ban yang diisi udara. Karena terjadi pemuaian di dalamnya, ban menjadi lebih berat. Hal ini yang akhirnya memperbesar risiko pecah ban terjadi.

4. Mendukung Penghematan Bahan Bakar

Secara tidak langsung, ban yang diisi dengan nitrogen bakal membantu penghematan bahan bakar. Itu bisa terjadi karena ban menapak dengan baik di jalan, sehingga lebih mudah digunakan untuk berakselerasi.

Kemudahan melakukan akselerasi berujung terhadap konsumsi bahan bakar. Hanya dengan menginjak pedal gas sedikit, mobil sudah bisa melesat dalam kecepatan yang diinginkan. Kalau akselerasinya buruk, mobil memerlukan bahan bakar yang lebih besar untuk melakukannya.

Akselerasi yang baik di ban yang diisi nitrogen tidak lepas dari tekanan ban yang stabil. Jika diisi sesuai level tekanan yang direkomendasikan dengan nitrogen, tekanan ban lebih tahan lama. Hal ini membuat konsumsi bahan bakar lebih kecil karena ban bisa dipakai berakselerasi dengan baik dalam jangka panjang.

 

Herdi Muhardi
Herdi Muhardi

Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.



Berita Terkait



Baca Juga