Copied to clipboard!
Tips Mengenali Ciri Saat Mengganti Air Radiator

Mengisi cairan coolant ke dalam radiator mobil (Foto : Shutterstock)



TIPS

4 Ciri Air Radiator Harus Diganti, Jangan Tunggu Nomor 3 Terjadi!

Author : Zainal Abidin

23 Oct 2020


Radiator merupakan salah satu komponen mobil yang cukup penting dengan fungsi yang cukup vital. Radiator hadir sebagai komponen pendingin, membantu menjaga suhu mesin tetap stabil agar tidak mengalami panas berlebih atau yang kita kenal dengan istilah overheat.

Mengingat fungsi dari radiator tersebut, sudah pasti pemilik mobil juga dituntut untuk selalu memperhatikan cairan yang ada di dalamnya.

Yang perlu diketahui adalah cairan coolant dalam radiator juga punya masa pakai, alias harus diganti jika sudah mulai terjadi kendala-kendala pada sistem kerja mesin mobil. 

Tidak perlu menunggu sampai mobil mogok dulu baru ditindaklanjuti dengan mengganti air radiator, karena ada ciri-ciri pada radiator maupun cairannya jika memang sudah waktunya diganti atau kondisi cairannya sudah tidak prima lagi.  

Berikut adalah 4 ciri-ciri saatnya air radiator diganti :

1. Cairan Coolant Sudah Memudar

Ciri pertama cairan radiator mobil harus diganti adalah kalau warna cairan coolant sudah memudar. Seiring berjalannya waktu, sebaiknya mengecek bagaimana kondisi air coolant itu. Saat warnanya berubah, ada dua kemungkinan. Pertama, ada zat yang memaksimalkan kinerja air coolant. Atau kedua, harus segera diganti kalau warnanya sudah memudar, keruh, atau bahkan terlihat seperti coklat kotor. 

Kalau yang terlihat adalah indikasi kedua, air coolant berubah keruh atau coklat kotor, sebaiknya segera ganti sekarang juga. Tidak perlu menunggu jarak tempuh yang sudah direkomendasi pabrikan mobil terlampaui. 

2. Sudah Melewati Jarak Tempuh

Sudah pasti mobil punya standarisasi jarak tempuh untuk kemudian harus dilakukan servis berkala. Ketahui berapa jarak tempuh maksimal yang direkomendasikan, dan informasi ini bisa dilihat dari buku manual atau buku catatan servis. 

Ambil contoh pada Toyota Avanza, penggantian air radiator pertama saat beli dari baru biasanya direkomendasikan saat mobil sudah menempuh jarak 160.000 km. 

Kemudian selanjutnya berlaku kelipatan jarak 80.000 km. Informasi ini akan membantu Anda dalam menentukan kapan harus mengganti air coolant radiator mobil. 

3. Overheat

Nah, ini adalah dampak saat radiator tidak bekerja sebagaimana mestinya. Di saat kualitas cairan coolant sudah tidak lagi bagus, akan terjadi kemungkinan mesin mengalami overheat. Suhu mesin tiba-tiba akan mengalami panas yang berlebih sampai akhirnya menimbulkan asap dari bawah kap mesin. Sebelum terjadi, ganti segera air radiator.

Kondisi cairan coolant yang sudah memburuk menyebabkan radiator sudah tidak maksimal bekerja menyerap panas mesin. Sebaiknya lakukan pengecekan kondisi radiator secara menyeluruh. 

Kalau gejala overheat terjadi saat dalam perjalanan, sebaiknya menepi ke pinggir jalan dan mematikan mesin, lalu tunggu sampai suhu mesin menjadi dingin baru berjalan kembali. Tapi sebaiknya tujuan Anda selanjutnya adalah ke bengkel resmi atau bengkel terpercaya. 

4. Air Radiator Sering Berkurang

Ciri terakhir adalah air radiator sering berkurang. Biasanya kita melakukan tindakan pertama dengan menambahkan air secara rutin, bukan cairan coolant sebagaimana mestinya. 

Perlu dipahami bahwa mencampur air mineral dengan cairan coolant menyebabkan kinerja radiator tidak maksimal. Sebaiknya mengganti air radiator secara keseluruhan.

Sering berkurangnya cairan radiator juga bisa disebabkan karena adanya kebocoran pada komponen radiator. Nah, untuk urusan satu ini, sebaiknya periksakan secara lebih teliti.