OLX News Logo
Menu Icon OLX News Logo Search Icon
OLX News Logo Close Icon

Home /  Motor /  4 Penyebab Beli Mobil atau Sepeda Motor Masih Ada Inden



4 Penyebab Beli Mobil atau Sepeda Motor Masih Ada Inden

05 Apr 2021

Ilustrasi sepeda motor Honda PCX 150 melakukan perakitan pada motor tersebut. (AHM)

Sepeda motor jadi alat transportasi yang banyak dimiliki masyarakat di Indonesia. Selain harga yang tergolong masih bisa dijangkau, dengan sistem pembayaran melalui kredit semakin memudahkan untuk membelinya. 

Namun sayang, terkadang ketika membeli sebuah kendaraan baik mobil maupun sepeda motor, barang yang hendak dibeli kerap kali tidak tersedia atau ready stock. Karena itu, pihak sales di dealer menawarkan untuk sistem inden atau pembelian dengan cara memesan dan membayar tanda jadi  terlebih dulu.

Tentu saja dengan cara inden, konsumen akan merasa sedikit kesal karena harus lebih lama menanti sepeda motor yang diimpikan ada di rumah. Belum lagi, ketika konfirmasi, sang sales hanya sekedar memberikan janji atau tak mau membalas pesan dengan cepat seperti saat pertama kali bertemu 

Nah, bicara soal inden sepeda motor yang lama, situs Honda Cengkareng memberikan empat alasannya, antara lain:

1. Permintaan Jauh Lebih Banyak Dibandingkan Persediaan 

Pada umumnya setiap tahunnya pihak pemegang merek dalam hal ini pabrik produksi sudah memiliki rencana jumlah motor yang akan diproduksi dari beberapa bulan sebelumnya. Perhitungan jumlah produksi ini dipengaruhi beberapa faktor seperti :

  • Market research akan permintaan produk terutama pada produk baru yang akan dilaunching.
  • Kapasitas produksi dari pabrik

Dikarenakan faktor tersebut maka akan amat sulit bagi pihak pabrikan  untuk menambah kapasitas produksi apabila ada produk tertentu yang “meledak” jumlah permintaannya

 2. Faktor Dealer

Salah satu alasan indent motor lama juga bisa dikarenakan faktor dealer saat membeli. Setiap dealer memiliki kapasitas penjualan berbeda dan tentunya “jatah” motor tertentu juga berbeda mengikuti kapasitas penjualannya.

Sebagai contoh,Dealer A menjual 500 unit per bulan dan Dealer B menjual 100 unit per bulan. Apabila setiap dealer mendapat jatah Honda Scoopy sebanyak 10 persen maka dealer A akan mendapat 50 unit Honda Scoopy sedangkan dealer B hanya mendapat 10 unit Honda Scoopy.

Ditambah lagi dengan pilihan warna yang cukup bervariasi dan jumlah “jatah” yang sedikit maka akan makin sulit lagi untuk beberapa warna tertentu.

3. Motor yang Diinginkan Import 

Tidak semua sepeda motor yang dijual di Indonesia diracik, dirakit atau  full diproduksi di Indonesia. Sebaliknya ada beberapa tipe motor dijual melalui proses import. Karena melalui import, ada beberapa faktor yang bisa mengakibatkan proses indent yang relatif lama:

  • Faktor bea cukai
  • Faktor kelengkapan surat surat untuk proses balik nama
  • Faktor jadwal import

Untuk tipe motor CBU ini, tidak banyak yang bisa dilakukan dari pihak dealer untuk mengakomodir permintaan pasar karena memang barangnya tidak bisa didapatkan.

 4. Bencana Alam Negara Lain

Ada beberapa tipe motor yang masih menggunakan sparepart produksi dari pabrik negara lain. Nah, apabila negara tersebut mengalami bencana alam (contoh Thailand yang terkena bencana banjir) maka ada kemungkinan akan mengakibatkan lambatnya produksi motor tersebut.

Maka dari itu, ketika hendak membeli sepeda motor maka lakukan komunikasi dengan dealer untuk menanyakan lama indennya. Selain itu pilih dealer yang terpercaya dan ramai penjualannya, agar kesempatan ready stock lebih besar.

 

Herdi Muhardi
Herdi Muhardi

Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.



Berita Terkait



Baca Juga