Copied to clipboard!

Mobil dipasang lampu strobo. (i.ytimng)



TIPS

5 Aksesori yang Tidak Perlu Dipasang di Mobil

Author : Herdi Muhardi

15 Sep 2020


Penggunaan aksesori pada sebuah mobil memang memberikan efek berbeda dari model standar keluaran pabrikan. Bagi sebagian pemilik mobil, penggunaan aksesori bisa mempercantik dan juga menambah keren. Alhasil, mereka merasa lebih percaya diri saat mengemudi.

Namun begitu, penggunaan aksesori pada mobil sejatinya tidak selamanya akan sangat berguna ketika dipasang. Sebaliknya, OLXer tak boleh memilih aksesori mobil yang justru dapat merugikan bahkan membahayakan saat berkendara.

Nah, berikut ini beberapa aksesori yang sebaiknya dihindari dan tidak dipasang pada mobil:

1. Kaca Film Terlalu Gelap

Kaca film mungkin jadi aksesori yang sering terpasang karena dapat dengan kaca menjadi gelap maka dapat mengurangi sinar matahari yang akan masuk ke dalam kabin, mengurangi paparan gelombang infra merah dan ultraviolet (UV) pada kulit, lalu mengurangi efek paparan cahaya matahari bagi penumpang mobil.

Selain itu kaca film juga memberikan rasa privasi bagi pengemudi dan penumpang selama perjalanan. Akan tetapi, OLXer juga harus tahu, penggunaan kaca film yang sangat gelap hingga 80 persen untuk samping dan belakang, serta 60 persen untuk kaca depan, maka hal itu akan sangat membahayakan karena visibilitas ke depan, samping dan belakang sangat berkurang. 

Oleh karena itu, disarankan untuk kaca depan tingkat kegelapannya 20 persen, kemudian jendela samping dan belakang maksimal 60 persen. Sedangkan untuk membantu pandangan, kaca belakang cukup 40 persen.

2. Lampu HID

Penggunaan lampu wajib pada sebuah kendaraan, karena dapat memberikan penerangan, terlebih ketika mengemudi saat malam hari. 

Hanya saja, bagi mereka yang tak tahu aturan dan hanya mementingkan estetika tanpa memperdulikan keamanan dan keselamatan, mengganti lampu bawaan dengan lampu HID justru kerap dilakukan dengan alasan memberikan pancaran yang sangat terang.

Namun faktanya, penggunaan lampu HID justru sangat berbahaya. Karena pancaran lampu terang tersebut akan membuat pengendara di depan Anda terlalu silau sehingga akan mengganggu penglihatan kendaraan lain.

3. Lampu Strobo, Rotator dan Sirine

Penggunaan lampu strobo, rotator dan sirine saat ini masih banyak digunakan para pemilik mobil. Mereka beralasan, penggunaan aksesori ini hanya sekadar hiasan.

Aturan soal pengguna lampu strobo dan rotator ini terdapat pada pasal 59 ayat 5 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan yang bunyinya. 

a. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

b. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah. 

c. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirine digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.

4. Hiasan di atas Dashboard

Tak sedikit pemilik mobil memberikan beragam, hiasan atau pajangan pada bagian dashboard agar terlihat tidak terlalu sepi, namun menambah kesan cantik. 

Akan tetapi meski hal tersebut tak ada larangan tertulis, namun sejatinya menaruh barang di atas dashboard justru dapat menghalangi pandangan pengemudi. 

5. TV Dashboard

Sistem hiburan memang cukup penting pada sebuah mobil, karena bisa mengurangi kebosanan apalagi jika kondisi jalanan macet. TV, biasanya jadi fitur tambahan sebagai hiburan.

Pada dasarnya untuk memasang sistem hiburan seperti TV sangat sah-sah saja. Akan tetapi sebaiknya jangan memasang pada bagian dashboard, karena dikhawatirkan pengemudi menjadi tidak fokus karena beralih ke layar TV. 

Oleh sebab itu, untuk TV dipasang di jok atau atap mobil dan diperuntuk bagi penumpang balakang.

Nah, itulah beberapa aksesori yang cocok dan tidak tepat dipasang di mobil OLXer.