OLX News Logo
Menu Icon OLX News Logo Search Icon
OLX News Logo Close Icon

Home /  Tips /  5 Bagian Motor yang Dianggap Sepele Tapi Penyebab Ditilang



5 Bagian Motor yang Dianggap Sepele Tapi Penyebab Ditilang

03 Jun 2021

Ilustrasi pengendara sepeda motor diperiksa polisi. (shutterstock)

Sudah sewajarnya jika berkendara sepeda motor Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) C wajib dibawa. Pasalnya, kedua surat ini menjadi bukti atas kemampuan dan legalitas dalam mengemudikan kendaraan. 

Namun selain surat-surat, sepeda motor yang OLXer tunggangi juga perlu dilengkapi seperti saat pertama membeli. Hanya saja, pemilik sepeda motor memang kerap menganggap bagian-bagian sepele pada sepeda motor seperti bawaan pabrik sehingga dilepas atau tidak dipasang lagi. 

Padahal, jika kita menyertakan atau melengkapi sepeda motor sesuai standar maka hal ini bisa mengurangi resiko tertilang polisi. Oleh karena itu, seperti dilansir Wahana Honda, OLXer perlu mengetahui hal berikut ini agar tidak tilang: 

1. Jangan melepas spion

Kelengkapan spion sejatinya berjumlah dua dan dapat berfungsi dengan baik. Tidak hanya soal jumlah, tapi juga harus dilihat apakah lebar kaca sudah cukup jelas untuk melihat blind spot. Kelengkapan spion kerap kali dianggap sepele karena dianggap sebagai aksesori semata saja, padahal fungsinya sangat penting untuk membantu kamu melihat blind spot yang ada di belakang kita

2. Kelengkapan lampu

Kelengkapan lampu jangan dianggap sepele, apalagi mencakup lampu depan utama, belakang, serta lampu sein. Sering kali seseorang melepas kelengkapan lampu sein karena alasan estetika yang justru malah membahayakan keselamatan si pengendara. Selain itu, lampu utama juga banyak yang redup dan malah menambahkan lampu tembak.  

3. Nomor polisi yang sesuai

Jika tak ingin ditilang saat berkendara, pastikan bahwa nomor polisi harus sesuai dengan STNK, BPKB, Plat nomor, nomor mesin, dan rangka. Kesesuaian nomor di atas bertujuan untuk validasi kendaraanmu dan dinyatakan sebagai motor resmi alias legal.

4. Tidak merubah kapasitas motor

Maksud dari tidak merubah kapasitas mesin, termasuk dimensi kendaraan, serta daya angkut dari yang seharusnya. Namun sebagian orang sering kali menambahkan kapasitas mesin, padahal hal ini tidak dibenarkan.

Oia, jika modifikasi yang kalian lakukan harus merubah tiga aspek tersebut, kamu wajib melaporkan kepada pihak kepolisian untuk mendapatkan informasi perubahan pada surat-surat kendaraan. 

5. Gunakan knalpot standar resmi

Modifikasi dengan mengganti knalpot sudah lazim digunakan, tapi perlu diketahui jika menggunakan knalpot yang plug and play harus memiliki standar road legal dan memiliki kebisingan yang rendah. 

Ingat, menggunakan knalpot modifikasi sah-sah saja, tapi jika suara yang ditimbulkan terlalu bising maka tidak heran jika akan berurusan dengan polisi.

 

Herdi Muhardi
Herdi Muhardi

Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.



Berita Terkait



Baca Juga