OLX News Logo
Menu Icon OLX News Logo Search Icon
OLX News Logo Close Icon

Home /  Tips /  5 Hal yang Perlu Dilakukan Setelah Membeli Motor Bekas



5 Hal yang Perlu Dilakukan Setelah Membeli Motor Bekas

04 Oct 2021

Ilustrasi perawatan sepeda motor. (Wahana Honda)

Sepeda motor menjadi alat transportasi yang paling banyak diminati masyarakat di Indonesia. Dengan sepeda motor, kita bisa lebih mudah melakukan mobilitas sehingga jadi simple dan cepat.

Hanya saja, sejalan dengan pertumbuhan yang pesat akan kendaraan roda dua, ternyata harga sepeda motor kini semakin tinggi.

Nah, jika OLXer ingin memiliki sepeda motor namun budget terbatas, tidak ada salahnya untuk memilih nya dengan status seken. Perlu dicatat, meski bekas, tak sedikit motor dengan cap tangan kedua banyak yang masih bagus baik bentuk dan performanya.

Asalkan, saat pertama kali hendak membeli motor bekas jangan hanya tergiur harga murah, namun perlu melakukan berbagai pemeriksaan secara detail, mulai dari pemeriksaan bodi dan mesin, sampai ke surat-surat

Tak hanya itu, jika OLXer telah membeli sepeda motor bekas, ada baiknya lakukan beberapa hal seperti disarankan situs Wahana Honda, yaitu :

1. Mengecek kualitas kelistrikan

Dengan mengecek kualitas kelistrikan, OLXer bisa mengetahui apakah motor yang sudah dibeli masih bagus atau tidak.

Untuk mengecek kualitas kelistrikan, bisa dilakukan dengan menyalakan klakson, sein, dan electric starter. Selain itu, periksa juga kondisi aki (accu) di motor. Jika menemukan serbuk putih di kutub battery-nya, maka aki itu sudah lemah dan butuh diganti aki baru.

Maka dari itu, jika sudah membeli motor bekas, cara merawat kelistrikannya sebenarnya cukup mudah. Dengan perawatan rutin dan tidak menunda servis motor agar dapat menjaga kelistrikan dari motor.

Hindari juga menggunakan electric starter pada awal memanasi motor, hal ini bisa membuat aki motor tekor.

2. Cek dan mengganti oli secara rutin

Langkah pertama setelah membeli sepeda motor bekas, maka cek bagian pengisian dari oli sebelum menjalankannya.

Dealer motor bekas yang curang akan mengisi motor yang mereka jual supaya bunyi mesinnya jadi lebih halus. Oleh karenanya OLXer harus cek apakah oli mesin diberikan secara berlebihan atau tidak.

Cara merawat motor matik bekas juga tidak jauh – jauh dari penggantian oli yang rutin. Mengganti oli dan oli mesin tidak boleh telat. Apalagi di motor bekas yang artinya motor itu sudah digunakan lebih lama, pastinya cara merawatnya harus jauh lebih tertib.

3. Servis motor secara rutin

Melakukan servis rutin adalah hal yang wajib. Apalagi kalau kilometer motor yang akan dibeli sudah di angka puluhan ribu. Idealnya setiap 2000 km harus menservis moto.

Sejatinya memilih kilometer yang paling rendah adalah salah satu cara paling mudah untuk menentukan mana motor bekas yang akan dibeli. Semakin rendah kilometer yang dilalui oleh sebuah motor, semakin tinggi pula harganya.

Tapi cara merawat mesin motor dengan kilometer yang rendah tentu lebih mudah. Maka dari itu, servis motor juga mencakup mengecek karburator dan membersihkannya secara rutin.

Beda dengan motor injeksi, cara merawat motor matic injeksi bekas akan lebih mudah selama injektornya masih sehat. Sedangkan cara merawat motor injeksi bekas yang sudah dalam kondisi yang kurang sehat akan lebih susah daripada merawat motor dengan pengapian karburator.

4. Gunakan spare part original

Motor bekas juga rawan akan kesembronoan pengguna sebelumnya yang menggunakan sparepart seadanya. Walaupun sebenarnya banyak sparepart luar yang bagus, yang kompatibel secara total dengan motor ya sparepart original dari pabrikan motor tersebut.

Ini juga bisa menjadi tolak ukur pertimbangan untuk memilih motor bekas. Semakin sedikit spare part non original yang menempel di motor, semakin layak motor itu dipilih.

5. Cek stang dan lainnya

Pastikan kendaraannya aman dikendarai, pastikan juga alat kendali seperti setang motor dan bodynya center. Supaya semakin nyaman berkendara di jalanan.

Maka dari itu, sebelum membeli motor bekas, bisa juga minta untuk memastikan kesehatan sebuah motor dengan cara test ride.

 

 

Herdi Muhardi
Herdi Muhardi

Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.



Berita Terkait



Baca Juga