Copied to clipboard!

Ilustrasi asap knalpot. (Shutterstock)



TIPS

6 Fakta Mengerikan Bahayanya Asap Kendaraan Bermotor

Author : Herdi Muhardi

13 Nov 2020


Kendaraan listrik kini sudah masuk pasar otomotif nasional. Pemerintah Indonesia juga ingin kendaraan listrik digunakan sebagai armada dinas mulai pada 2021 mendatang.

Ya, kendaraan listrik dianggap jadi solusi yang ramah lingkungan jika dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil, seperti bahan bakar minyak.

Memang saat ini kendaraan konvensional berbahan bakar minyak masih banyak ditemui di jalanan Tanah Air. Namun begitu, dengan mobil atau sepeda motor menggunakan BBM, maka hal tersebut berdampak sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan dan lingkungan sekitar.

Seperti dilansir Car From Japan, asap knalpot yang muncul pada kendaraan konvensional menghasilkan gas beracun termasuk karbon monoksida yang menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada lingkungan atau lapisan ozon.

Oleh karena itu, ada beberapa fakta mengejutkan soal kendaraan yang  mengeluarkan polusi udara

Pertama, polusi udara yang dihasilkan sebuah kendaraan bermotor ternyata bertanggung jawab atas sekitar 51 persen polusi karbon monoksida. Ya, polusi asap knalpot dapat memperburuk kualitas udara, dan dapat sulit berkonsentrasi

Kedua, sebuah mobil yang melepaskan banyak gas berbahaya seperti karbon dioksida (CO2) menghasilkan elemen pencemar udara yang mematikan dan 31 persen dari semua CO2 di atmosfer berasal dari mobil.

Terlalu banyak CO2 di lingkungan, berbahaya bagi kesehatan manusia dan merusak lapisan ozon.

Ketiga, statistik polusi mobil menunjukkan, bahwa kendaraan bermotor mengeluarkan hampir 34 persen dari semua nitrogen oksida dan semua zat yang mudah menguap di lingkungan. Unsur-unsur ini berbahaya bagi kesehatan manusia dan tumbuhan.

Keempat, sistem pembuangan atau knalpot yang banyak melepaskan konstituen asap dapat menyebabkan lebih banyak awan namun lebih sedikit hujan, sehingga berdampak negatif pada lingkungan.

Kelima, bahwa asap yang dikeluarkan knalpot menjadi salah satu penyebab mempercepatnya laju pemanasan global. Setidaknya, di berbagai negara sudah mengalami perubahan iklim yang tidak bersahabat.

Keenam, hujan asam adalah efek samping yang berasal dari polusi kendaraan. Jika turun hujan asam, hal ini dapat mengakibatkan langsung berbagai gas beracun merusak lingkungan.

Dalam hal ini racun yang dikeluarkan dapat menyebabkan kematian tumbuhan dan hewan. Selain itu, juga memabukkan air di sumber alam seperti danau dan sungai.

Dari fakta polusi mobil, satu hal yang jelas bahwa polusi udara sejauh ini paling mengkhawatirkan dibandingkan dengan polusi air dan tanah. Sebaiknya, gunakan transportasi umum untuk bepergian dan berjalan kaki atau mengendarai sepeda bisa dilakukan ke lokasi yang berdekatan.  Selain itu, mungkin ada benarnya juga, saat ini beralih mengendarai kendaraan listrik.