OLX News Logo
Menu Icon OLX News Logo Search Icon
OLX News Logo Close Icon

Home /  Tips /  5 Penyebab Ban Retak, Jangan Anggap Sepele



5 Penyebab Ban Retak, Jangan Anggap Sepele

16 Nov 2020

Ilustrasi ban retak. (Shutterstock)

Sebuah ban mobil atau sepeda motor memiliki masa pakai. Bahkan meski terlihat oke, namun banyak yang merekomendasikan usia pakai ban maksimal lima tahun.

Jika bicara soal ban, komponen satu ini memang sangat vital perannya. Tetapi, resiko terjadi masalah pada ban cukup banyak, salah satunya muncul retak-retak, di mana hal ini sangat berbahaya, karena penyebab kecelakaan karena ban pecah.

Namun begitu, jika mengalami retak ban, maka yang perlu dilakukan adalah menggantinya agar tidak mengalami kerusakannya sangat parah.

Hanya saja dewasa ini ada beberapa formula yang dapat membantu membuat ban menjadi rekat kembali. Akan tetapi cara ini tidak menjamin 100 persen menjadi sempurna.

Nah, beberapa hal yang membuat retak ban antara lain:

1. Usia  ban

Seiring dengan berjalannya waktu, ban akan kehilangan fleksibilitas, karena terjadi oksidasi yang banyak dialami pada bagian dinding ban.

2. Terpapar matahari langsung

Seperti material karet lainnya, ban jika langsung dan sering terpapar sinar ultraviolet matahari membuat kondisi ban semakin getas atau retak.

3. Mencuci gunakan detergen

Ban ternyata akan mudah retak saat mencuci mobil. Ya, saat mencuci dengan menggunakan detergen maka akan dapat merusak lapisan luar ban. Belum lagi, detergen menggunakan zat kimia yang tak cocok dengan karet.

4. Velg tidak sesuai

Ban retak juga bisa karena ketidaksesuaian pemasangan velg, dimana biasanya velg lebih besar daripada ban, sehingga karet akan jadi melar terus. Sebaliknya juga bisa terjadi.

5. Gaya mengemudi

Nah, salah satu penyebab ban retak ternyata karena pengaruh gaya berkendara, terutama mereka yang gemar memacu dalam kecepatan tinggi, dan kerap langsung melakukan pengereman secara mendadak.

 

Herdi Muhardi
Herdi Muhardi

Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.



Berita Terkait



Baca Juga