OLX News Logo
Menu Icon OLX News Logo Search Icon
OLX News Logo Close Icon

Home /  Tips /  7 Hal yang Wajib Dihindari Jika Mengemudi di Musim Hujan



7 Hal yang Wajib Dihindari Jika Mengemudi di Musim Hujan

27 Nov 2020

Ilustrasi kondisi jalanan saat musim hujan.

Jangan anggap remeh jika mengemudi di musim hujan. Sebab, saat hujan turun membasahi jalan, berbagai resiko mudah saja terjadi yang akhirnya bisa terjadi kecelakaan.

Ya, genangan air hujan bisa membuat jalanan menjadi licin sehingga sering kali terjadi aquaplaning, serta visibilitas atau jarak pandang menjadi terganggu.

Untuk menghindari beberapa resiko mengemudi saat musim hujan, sudah pasti pengemudi harus ekstra hati-hati. Namun selain itu, menurut After Sales Division Head Auto2000, Ricky Martawijaya, pengendara juga harus memastikan tungganganya selalu dalam kondisi prima.

Adapun kata Ricky, ada beberapa yang harus dihindari ketika mengemudi saat di musim hujan, antara lain: 

1. Tidak Menjaga Kondisi Ban

Pengecekan ban.
Ilustrasi pemasangan ban mobil. (Shutterstock)

Ban merupakan komponen mobil yang sangat penting karena hanya ban yang melakukan kontak langsung dengan jalan. Oleh karenanya, pastikan kondisi ban dengan memeriksa tekanan angin, telapak, alur, dan dinding ban dari potensi aus dan rusak. Segera ganti di bila ditemukan masalah pada ban mobil.

2. Tidak Memeriksa Komponen Mobil

Selain ban, masih ada komponen mobil lain yang wajib diperiksa seperti lampu dan wiper, termasuk cairan pembersih kaca. Lampu depan yang tidak berfungsi dengan baik justru mengganggu pandangan. Lampu senja, sein, dan rem yang mati membuat pengguna jalan lain tidak bisa memantau manuver.

3. Tidak Mengukur Kemampuan Mobil

Mengemudi mobil di jalan basah akibat hujan tidak bisa disamakan dengan mengemudi di jalan kering. Sangat dianjurkan untuk mengurangi kecepatan mobil agar lebih mudah memantau kondisi sekitar dan mengendalikan mobil kala melewati genangan air.

4. Tidak Menjaga Perilaku Berkendara

ilustrasi pengemudi marah shutterstock_767650621
Ilustrasi pengemudi marah. (shutterstock)

Saat hujan turun, kinerja komponen penting seperti rem dan ban akan menurun drastis. Jangan terpancing emosi dengan melakukan manuver berbahaya seperti memacu mobil atau pindah jalur tiba-tiba. Apalagi bila kondisi jalan macet. Kesabaran akan diuji supaya tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang merugikan banyak pihak.

5. Tidak Waspada Melewati Genangan Air

Jaga kewaspadaan dan kurangi kecepatan ketika melalui genangan air. Perhatikan baik-baik dengan mengamati mobil yang ada di depan dan tidak melakukan pengereman mendadak yang bisa membuat mobil hilang kendali. 

Cukup angkat kaki dari pedal gas dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain di depan. Tidak bermain ponsel atau kegiatan yang mendistraksi fokus juga dapat menjaga kewaspadaan.

6. Menyalakan Lampu Hazard

Lampu hazard hanya dipakai saat berhenti di kondisi darurat. Misal saat berhenti di bahu jalan tol untuk mengganti ban yang bocor. Cukup nyalakan lampu senja atau fog lamp waktu hujan turun. Atau jika pandangan terbatas bisa dibantu lampu utama. Lampu hazard justru mengganggu pandangan dan membuat bingung pengguna jalan lain jika digunakan tidak semestinya.

7. Tidak Rutin Servis Berkala

Service mobil Toyota di Auto2000
Ilustrasi beberapa mekanik melakukan service mobil Toyota di Auto2000.

Sederhana saja, servis berkala memastikan seluruh komponen mobil dapat berfungsi optimal, termasuk saat hujan turun. Selain itu, spare parts yang sudah waktunya diganti karena usia pakai, aus atau rusak akan diganti dengan yang baru untuk menjaga kinerja mobil..

 

Herdi Muhardi
Herdi Muhardi

Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.



Berita Terkait



Baca Juga