Copied to clipboard!

Ilustrasi mobil bekas lawas.



TIPS

9 Hal Perlu Dilakukan Setelah Membeli Mobil Bekas Lawas

Author : Herdi Muhardi

21 Jul 2020


Memiliki mobil bekas sudah menjadi hal lumrah bahkan masih cukup membanggakan. Tentu saja, bagi mereka yang memiliki mobil bekas punya alasan sendiri, mulai dari keterbatasan biaya hingga kecintaan akan satu produk.

Bahkan meski sudah ada mobil keluaran terbaru, mobil-mobil bekas dengan usia lawas dengan tahun produksi belasan hingga puluhan tahun masih menjadi incaran sejumlah orang. 

Oia OLXer, jika memang menyukai mobil lawas, setidaknya ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, khususnya dalam cara melakukan perawatan setelah membelinya.

Mau tau apa saja tipsnya, berikut ulasannya:

Pertama, rajin melakukan perawatan. Perawatan yang bisa OLXer lakukan adalah memeriksa khususnya pada bagian jeroan mesin

Jika memang OLXer baru membeli mobil dengan usia lawas, sebaiknya langsung lakukan tune up atau servis bengkel terpercaya dan memang sanggup menanganinya 

Kedua, ganti oli dan filter oli rutin. Selain melakukan tune up dan service, mobil yang sudah sepuh wajib juga dilakukan penggantian oli secara rutin. Apabila mobil pada umumnya dilakukan penggantian oli jika sudah menempuh 10.000 km, maka untuk mobil lawas bisa lebih cepat. 

Oia, tak hanya olinya, tapi juga  filter oli wajib diganti untuk mencegah bagian mesin tersumbat kotoran. 

Ketiga, lakukan pengecekan pada komponen berbahan karet,kabel, ring, dan karet penyangga serta bushing. Apabila mobil berusia di atas 10 tahun, sebaiknya lakukan pada bagian tersebut. 

Sebab komponen dengan berbahan karet mempunyai batas pakai. Jika lama diacukan maka lama kelamaan akan getas dan retak. 

Keempat, perhatikan kaki-kaki. Mobil dengan usia lebih di atas 10 tahun wajib melakukan pengecekan rutin bahkan penggantian pada bagian bawah mobil, mulai dari gardan, suspense, pelek, ban, sistem pengereman, Bearing atau laher, serta tie rod dan ball joint.

Kelima, periksa bagian kelistrikan. Mobil lawas juga harus diperiksa pada bagian sistem kelistrikan. Pasalnya, bukan tak mungkin mobil jadul ini mengalami masalah mulai dari aki soak, kabel-kabel terkelupas, hingga aliran  pada bagian lampu-lampu.

Jangan sepelekan soal kelistrikan, soalnya ada banyak yang fitur yang harus dioperasikan dengan menggunakan listrik dalam hal ini baterai sebagai sumber energi.

Keenam, cek pada bagian sistem pendingin mesin. Seperti diketahui, mesin panas atau overheat itu tidak bagus. Sebab, selain bisa membuat mobil mogok, mesin panas juga bisa menyebabkan terjadinya kebakaran. 

Oleh karena itu, sebaiknya rajin memeriksa bagian-bagian pendingin mesin mulai dari radiator, thermostat, water pump hingga timing belt.

Ketujuh, lakukan Spooring dan Balancing pada semua roda. Ya, mobil yang sudah lama dipakai biasanya akan mengalami beberapa perubahan, bahkan akan terasa ketika dikendarai.

Pada dasarnya setiap mobil termasuk mobil lawas pasti pernah mengalami sulitnya lingkar kemudi dikendalikan atau menjadi bergetar dan terasa berubah jalur dengan sendirinya. 

Nah, jika merasakan hal itu bukan berarti stir bermasalah, melainkan roda-roda yang sudah perlu dilakukan Spooring dan Balancing.

Kedelapan, rajin melakukan kebersihan. Mobil lawas  juga perlu dicuci. Namun jika tidak digunakan maka sebaiknya bersihkan debu-debu yang menempel. Bisa juga melakukan poles atau waxing mobil agar tetap terlihat kinclong. 

Kesembilan, simpan mobil di tempat tertutup dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Ya, jika mobil terkena sinar matahari langsung bukan tak mungkin menyebabkan cat body menjadi kusam. Sebaliknya jika mobil disimpan di area terbuka, biasanya akan memunculkan masalah seperti body baret atau muncul kotoran dan tampilannya menjadi kusam.