Copied to clipboard!
Master Driver Toyota, Akio Toyoda

Akio Toyoda atau Morizo bersama GAZOO Racing Team (Foto : Google)



BERITA

Balapan di Nurburgring 24 Hours, Orang Nomor Satu Toyota Ini Dijuluki Master Driver

Author : Zainal Abidin

25 Oct 2020


Ada fakta menarik dari merek mobil asal Jepang yang cukup terkenal di dunia, Toyota. Ternyata Presiden Toyota Motor Corporation (TMC) saat ini, Akio Toyoda merupakan seorang pembalap yang cukup tangguh. Dalam prosesnya, Akio selalu berperan aktif dalam pengembangan model baru Toyota, termasuk dalam urusan menguji langsung performa mobil.

Siapa sangka Akio Toyoda punya jam terbang yang membanggakan di ajang balap ketahanan Nurburgring 24 Hours serta punya driving license tertinggi yang hanya bisa dimiliki oleh sebagian test driver terbaik Toyota. Jadi tak perlu heran bila pria kelahiran Nagoya, Jepang pada 3 Mei 1956 ini dijuluki Master Driver.

Bahkan banyak juga orang yang tidak tahu bahwa orang nomor satu di Toyota ini pernah bercita-cita menjadi sopir taksi di waktu kecilnya. Alasannya cukup sederhana, agar bisa membawa mobil seharian keliling kota. Hal ini terungkap dalam sebuah postingan di akun resmi Instagram-nya.

Walau pada akhirnya cita-cita ini tak pernah kesampaian karena kesibukannya menimba ilmu dan dilanjutkan bertugas sebagai karyawan dan eksekutif di TMC. Tapi kondisi tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk menjadi seorang yang ahli dalam urusan menyetir mobil dan menilainya. 

Di sebuah kesempatan ia bertemu Hiromu Naruse, seorang test driver kawakan yang juga memegang license tertinggi sebagai Master Driver Toyota pertama. Hiromu menantang seorang Toyoda untuk menjadi seorang test driver. 

If you feel like it, even if just once a month, I'll teach you how to drive,” tantang Hiromu saat itu ke Akio Toyoda sekira tahun 2003, saat itu Toyoda sedang menjabat sebagai Vice President TMC.

Usia 40 tahun ternyata tidak membuat seorang Toyoda lantas urung meneruskan niatnya. Keinginannya untuk bisa menilai langsung akan performa sebuah mobil baru membuatnya menerima tantangan tersebut. 

Ujung cerita, Hiromu mengajak Akio mencoba sirkuit Nurburgring, Jerman. Akio benar-benar merasakan tantangan di sirkuit berjuluk The Green Hell itu, yang karakternya lebih mirip jalan pegunungan dengan lintasan yang tidak kenal kompromi ketimbang sirkuit balap beraspal mulus dan memiliki sistem pengamanan memadai.

Pengalaman tersebut membawanya pada tantangan-tantangan berikutnya. Akio akhirnya punya kesempatan lebih banyak dalam berlaga di balapan, termasuk balap ketahanan sirkuit Twin Ring Motegi dengan menggunakan Toyota Yaris pada tahun 2007. Targetnya saat itu adalah tetap selamat hingga garis finish

Bahkan Akio juga sempat merasakan balapan di Okayama International Circuit di tengah hujan lebat dan di-overlap oleh sebagian besar pembalap lainnya.

Jam terbang yang semakin tinggi mengasah skill balap Akio Toyoda terus meningkat. Hingga akhirnya 'sang guru' memutuskan untuk benar-benar menurunkannya di balap ketahanan Nurburgring 24 Hours, balapan paling mematikan bagi seorang pembalap amatir seperti Akio Toyoda.

Tim balap GAZOO Racing pun terbentuk untuk berlaga di Nurburgring di tahun 2007. Tim ini tidak berisi para profesional di bidang balap, justru hanya melibatkan karyawan TMC sebagai tim balap dan tim mekanik. 

Yang paling unik, karena tim ini tidak menggunakan mobil sport Toyota keluaran terbaru saat itu, tapi hanya hanya mengandalkan Toyota Altezza yang notabene sudah disuntik mati pada tahun 2005. 

Dunia saat itu juga tidak banyak yang tahu kalau salah satu pembalap GAZOO Racing tersebut adalah seorang petinggi sekaligus pewaris tahta dari perusahaan otomotif paling besar di Jepang. Akio turun balapan menggunakan nama samaran, Morizo sejak pertama kali ia turun di balap ketahanan Nürburgring tahun 2007.

Pada tahun 2010 terjadi tragedi yang membuat Akio Toyoda merasa terpukul hebat. Malang tak dapat ditolak, Master Driver Toyota pertama yang sekaligus merupakan gurunya, Hiromu Naruse, meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan umum di sekitar sirkuit Nürburgring. 

Saat itu Hiromu berada dalam sebuah perjalanan pulang usai mengetes Lexus LFA yang merupakan salah satu karya jeniusnya. 

Toyoda tetap melanjutkan cita-cita sang Master Driver untuk terus melanjutkan langkah GAZOO Racing di dunia balap sekaligus memainkan peran sentral dalam membuat mobil yang lebih baik dalam siklus tanpa akhir.

Perjuangan tim GAZOO Racing berbuah manis karena berhasil menjadi juara pertama di kelas SP8 dan SP9 mengandalkan Lexus LFA, serta di kelas GT-3 mengandalkan Toyota 86 di Nürburgring 24 Hours 2014, dimana Akio atau Morizo merupakan bagian dari pembalap yang menang di kategori SP8.

“Making ever better-cars” adalah ungkapan yang paling sering disebut Akio Toyoda sejak menjabat Presiden TMC adalah warisan Hiromu. Ungkapan tersebut juga menjadi fokus atau panduan tak tergoyahkan Akio dalam memimpin manajemen Toyota. 

Momen paling mengharukan adalah saat Toyota berhasil meluncurkan kembali sportscar Supra A90 di tahun 2018. Karena Supra merupakan salah satu warisan tangan dingin Hiromu ketika mengembangkannya di era 1980-1990an. 

“Balapan memang tidak kenal ampun, tapi itu menempa mobil dan manusia untuk menjadi lebih baik. Nürburgring adalah tempat untuk mengetahui bahwa roads make cars,” ucap Akio Toyoda.