TIPS PROPERTI

Alasan Kaum Millennial Wajib Investasi Properti

16 Sep 2019

Bisnis properti dianggap jadi investasi yang sangat menggiurkan. Lain halnya dengan produk otomotif, investasi properti dalam bentuk apapun bisa mengalami keuntungan di setiap tahunnya, bahkan hingga jangka waktu panjang.

Hal ini pula membuat Director ERA Indonesia (Agen Properti), Aan Andriani menyarankan, kaum millennial saat ini harus memiliki pola pikir terarah dan memprioritaskan bahwa properti adalah investasi.

“Karena (properti) makin lama lahannya jadi terbatas dan harga properti semakin mahal. Tidak ada ceritanya makin turun, karena lahan properti itu-itu saja, nggak akan bertambah. Karena itu, dari muda harusnya dikasih belajar investasi,” jelas Aan saat ditemui News OLX beberapa waktu lalu. 

Lebih lanjut Aan mengatakan, investasi properti butuh pengorbanan. Artinya, ada sebuah paksaan di mana income atau pendapatan setiap bulan harus dan wajib disisihkan untuk investasi.

Sebaliknya, hindari hidup boros. Termasuk melakukan kebiasaan kongkow-kongkow atau hangout bersama rekan sejawat di luar rumah, seperti halnya sekadar minum kopi di kafe atau tempat lainnya yang pastinya mengeluarkan biaya.

“Nah, kalau dia sudah beli properti, pasti sudah punya angsur sebulan berapa yang dikeluarkan. Kan sebelum dipakai (macam-macam) bisa langsung angsur terlebih dahulu, sisanya baru pakai.  Semampunya kita mau yang berapa,” tuturnya. 

Lantas berapa biaya ideal yang harus dikeluarkan untuk investasi.

Menurut Aan, pada dasarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk investasi nominalnya tidak dapat diukur alias biasa saja. Akan tetapi, ada baiknya hal itu harus memerlukan perhitungan yang detail.

“Harusnya sih kalau dari hitungan bank itu harusnya sepertiga atau  separuh (gaji) juga gapapa. Karena apa? Salary kan lama-lama naik. Misalnya, gaji Rp 5 juta, maka Rp 2,5 juta buat angsur lah,” terangnya. 

“Yang jelas, investasi properti harus di paksain. Kalau nggak dipaksa nggak akan punya-punya. Kan bilangnya kaum muda millennial sekarang kalau lama-lama nggak memaksakan diri untuk beli, lama lama justru nggak kekejar,” sambungnya.

Mau lihat bagaiman properti yang dijual, lihat di sini. (Her)