BERITA

Ogah Pasang AC Double Blower di Calya, Toyota : Biar Tetap Irit

17 Sep 2019

Jakarta - Toyota New Calya meluncur dengan berbagai ubahan. Bahkan diklaim sekarang Calya punya fitur yang hampir setara dengan Avanza.

Salah satunya adalah karena desain wajah yang terlihat makin elegan, dengan perpaduan LED headlamp yang membuat kesan mobil LCGC 7-seater ini tak lagi murah.

Secara keseluruhan pandangan tersebut memang bisa dibenarkan. New Calya berbenah, mobil LCGC Toyota ini bersolek. Head unit sudah pakai layar sentuh, kaca spion bisa dilipat otomatis dan pakai desain velg terbaru yang bikin kelihatan mewah.

Toyota New Calya sekarang dilengkapi Retractable Outer Mirror  (Sumber: Zie)

Tapi seluruh ubahan itu tidak menyentuh bagian yang cukup krusial dalam menjaga kenyamanan di dalam kabin dengan mengganti air cilculator dengan sistem AC double blower.

Padahal mungkin banyak suara konsumen yang menginginkan adanya double blower yang bisa menjadikan kabin New Calya menjadi lebih sejuk, dibanding penggunaan air cilculator.

Lalu apa tanggapan PT Toyota Astra Motor (TAM) terkait hal ini?

Menurut Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director Toyota Astra Motor (TAM) ini merupakan sebuah kesengajaan yang memiliki alasan cukup kuat.

“Salah satu karakter yang menjadi DNA Toyota Calya adalah efisiensi bahan bakar. Mobil ini dikenal orang sebagai mobil yang irit,” beber Anton Jimmi di acara peluncuran Toyota New Calya, Senin (16/9/2019).

Demi mempertahankan karakter tersebutlah menjadi pertimbangan tidak menyematkan sistem double blower di produk baru ini.

"Kalau kita sematkan double blower sebenarnya ada hal lain yang harus dikorbankan, contoh adalah konsumsi bahan bakar. Sementara dari hasil tes yang kita lakukan sendiri memang penurunan suhu di dalam kabin masih dalam level yang acceptable menggunakan air circulator” tambahnya. 

Memang berbeda dengan sistem AC double blower yang bisa dengan cepat membuat kabin udara menjadi dingin. Di sistem air circulator sifatnya hanya sebatas menyalurkan suhu udara dingin dari panel AC depan kemudian disemprotkan kembali oleh kipas yang posisinya persis berada di plafond mobil bagian tengah agar bisa sampai ke baris ketiga. 

Memang kurang maksimal dalam menurunkan suhu udara, tapi dianggap Toyota masih bisa diterima.

Apalagi dengan kenaikan harga hanya berkisar 1,4 juta hingga 2 juta rupiah saja, tentu Toyota akan berpikir bila harus memasangkan sistem double blower di New Calya. Bisa jadi harganya tak lagi murah dan kelasnya bukan lagi sebagai mobil LCGC. Bukan begitu? (Z)