Copied to clipboard!
Teknologi Seat Belt

Ilustrasi penggunaan seat belt di mobil (Foto : Shutterstock)



TIPS

Apa Itu Pretensioner dan Force Limiter? Pemilik Mobil Wajib Tahu

Author : Zainal Abidin

03 Nov 2020


Salah satu fitur penunjang keselamatan di dalam mobil adalah sabuk pengaman atau disebut dengan seat belt. Fungsi seat belt akan menahan posisi pengemudi dan penumpang saat terjadi benturan agar tidak terlontar ke depan. 

Tentunya seat belt sudah menjadi fitur standar keselamatan dari setiap produksi kendaraan roda empat. Bahkan aturan penggunaannya saat berkendara juga diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada pasal 106 ayat 6 tertulis, “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan.”  

Artinya, siapapun yang berkendara, pengemudi maupun penumpang, wajib mengenakan sabuk pengaman saat perjalanan. Bukan sekadar bicara soal denda yang harus dibayarkan saat ditilang akibat tidak menggunakan seat belt, tapi lebih bicara urusan keselamatan. Jangan sampai ada penyesalan yang terjadi akibat kita mengabaikan fungsi penting dari seat belt.

Seiring perkembangan zaman, teknologi sabuk pengaman pun kian berkembang,  seperti hadirnya seat belt sistem pretensioner dan force limiter.

Lalu apa perbedaan antara dua jenis teknologi sabuk pengaman ini? Yuk kita bahas! 

  • Pretensioner

Pretensioner berfungsi untuk memastikan sabuk pengaman yang digunakan mampu menahan badan dari pengemudi maupun penumpang. Yang menarik adalah seat belt dengan sistem pretensioner punya sistem kerja dengan sensor yang sama dengan airbag

Artinya, ketika terjadi benturan yang memicu mengembangnya airbag, di saat bersamaan seat belt secara otomatis akan mengencang.

Sistem kerja seat belt ini langsung menahan posisi tubuh agar tidak terhempas dan tetap berada di bangku. Beberapa detik setelahnya, secara otomatis sabuk pengaman tersebut akan mengendur. 

Teknologi ini diklaim jauh lebih aman dalam memberikan perlindungan maksimal kepada penumpang dan pengemudi saat terjadi benturan keras. 

  • Force Limiter

Sementara teknologi kedua adalah force limiter yang berfungsi sebagai pembatas kekuatan sabuk dalam mengendalikan beban tubuh pengemudi dan penumpang. 

Force limiter meminimalisir benturan ke dada yang merupakan bagian vital dalam tubuh manusia. 

Meski berbeda fungsi, kedua teknologi seat belt ini menyatu dalam fungsi seat belt. Dimana kombinasi kedua teknologi ini membuat kerja sabuk pengaman semakin efektif.

Kecanggihan teknologi sabuk pengaman ini sudah hadir di hampir seluruh produk Toyota.