MODIFIKASI

Biar Nggak Salah, Ini Modifikasi yang Masih Ngetren di Indonesia

30 Sep 2019

Modifikasi mobil di Tanah Air ternyata cukup banyak peminatnya. Bahkan mereka rela merogoh kocek pundi-pundi penghasilan lebih dalam agar tumpangan pribadinya jadi sesuai apa yang diinginkan.

Namun, jika OLXer ingin melakukan modifikasi ada baiknya jangan asal ubah, sebab tak ada salahnya untuk mengikuti trend agar tak salah gaya.

Nah, menurut sang ahli modif, Andre Mulyadi yang juga merupakan punggawa rumah modifikasi Signal Kustom, aliran modifikasi yang sedang tren di Indonesia yaitu proper car.

“Jadi mobil yang dimodifikasi) harus bisa digunakan, tidak terlalu ceper atau tidak pakai air suspension. Lebih ke daily used (bisa dipakai harian),”ungkap Andre saat ditemui di acara Indonesia Modification Expo, Balai Kartini, Kuningan, Jakarta.

Kata Andre, aliran modifikasi proper car biasanya memang tak dibuat terlalu ekstrim, seperti halnya melakukan berbagai pemotongan bodi dan penambahan bagian demi bagian lainnya.

Karena bisa digunakan untuk harian, aliran modifikasi proper car juga biasanya lebih mengedepankan rasa kenyamanan ketika dikendarai di jalanan. Selain itu, ubahan yang dilakukan dianggap cukup sederhana.

Yang Disayangkan Saat Melakukan Modifikasi

Meski dunia modifikasi Indonesia sedang mengalami pertumbuhan, namun ternyata ada yang disayangkan pelaku industri aftermarket, yaitu kurangnya kepercayaan masyarakat atau konsumen akan produk buatan di dalam negeri.

Bahkan Andre menilai, konsumen di Indonesia masih gengsi jika menggunakan produk karya anak bangsa. Padahal, secara kualitas cukup banyak dilirik di luar negeri.

“Karena itu yang pasti sih kita harus edukasi dahulu marketnya. Mereka harus bisa dahulu untuk menghargai desain dari teman-teman yang lain, karena kalau pakai barang lokal sangat membanggakan. Local pride kita angkat,” ujar Andre.

Kata Andre, alasan orang Indonesia lebih tertarik dengan produk luar hal tersebut karena di sejumlah negara maju, telah jauh lebih berkembang akan dunia modifikasi. Belum, lagi banyaknya pameran dan edukasi soal modifikasi.

“Maka dari itu, kita bangun ekosistem yang baru. Sebenarnya dari posisi grafiknya naik (modifikasi di Indonesia). Sekarang di Jepang itu turun, nah mereka berusaha sebenarnya produk-produk mereka masuk ke Indonesia. Karena market di Indonesia luas banget dan masih fresh,” terangnya.

Namun sebaliknya, Andre yang juga merupakan founder National Modificator and Aftermarket Association (NMAA) selaku asosiasi atau wadah dari seluruh pecinta modifikas atau modifikator di Indonesia ingin mengembangkan produk aftermarket lokal di mata dunia.

Kata Andre, dari sekian banyak produk aftermarket buatan lokal, ada juga yang sudah diakui di kalangan modifikasi global, salah satunya adalah Karma Body Kit, hingga pelek Torsion.

“Harapannya memang, kita ingin lebih banyak lahir produk lokal, jadi tidak banyak ke luar,” tutupnya. (Her)