Copied to clipboard!

Ilustrasi kecelakaan sepeda motor. (NTMC Polri)



TIPS

Bikers Wajib Tahu, Kenali Jenis dan Sumber Potensi Bahaya di Jalan Raya

Author : Herdi Muhardi

30 Sep 2020


Berkendara di jalan raya sejatinya cukup berbahaya baik untuk pengemudi mobil maupun sepeda motor. Tak sedikit praktisi yang menyatakan, bahwa jalan raya merupakan arena berbahaya, termasuk ketika kondisi jalanan yang terlihat sepi.

Ya, jalanan yang terlihat kosong tanpa pengendara lain tidak dipastikan aman. Pasalnya, anggapan tersebut tentu saja tidak hanya Anda seorang, demikian juga dengan orang lain. 

Faktanya, saat jalanan kosong, kerap kali terjadi kecelakaan. Belum lagi, kecelakaan terjadi lantaran secara tiba-tiba ada orang yang menyebrang.

Oleh karena itu, banyak sekali hal-hal yang dapat terjadi saat berkendara di jalan raya, mulai dari yang aman hingga berpotensi menimbulkan bahaya khususnya bagi bikers. Apalagi saat ini hujan kerap kali turun  yang menyebabkan jalanan basah dan licin. 

Menanggapi kondisi jalan di Indonesia seperti saat ini Safety Riding Department Head PT Astra Honda Motor, Johanes Lucky Margo Utomo angkat bicara. 

Kata dia, berdasarkan simulasi berkendara yang dikembangkan dalam Honda Riding Trainer, ada 120 jenis potensi bahaya yang dapat diketahui oleh para bikers untuk mencegah potensi bahaya di jalan raya.

 “Para bikers perlu mengetahui apa saja potensi bahaya yang ditemui di jalan dan bagaimana cara mengatasinya,” ungkap Lucky dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2020).

Lucky juga menyatakan, sebaiknya bikers membekali diri dengan pengetahuan dan tips cara berkendara dan lainnya, agar dapat  mengurangi resiko saat berkendara di berbagai kondisi jalan.

Nah, berikut ini beberapa penjelasan dan tips dari tim Safety Riding AHM dalam mengatasi potensi bahaya di jalan raya.

Jenis Potensi Bahaya

Secara garis besar, jenis potensi bahaya di jalan raya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu :

Pertama, potensi bahaya yang terlihat oleh pengendara tanpa perlu diprediksi oleh para pengendara sepeda motor, seperti kendaraan yang berhenti di pinggir jalan atau kondisi mengantuk saat  berkendara.

Kedua, potensi bahaya yang dapat menarik perhatian dan konsentrasi bikers. Potensi bahaya ini belum terlihat akan tetapi sudah memberikan tanda-tanda untuk menarik perhatian, seperti kendaraan lain yang memberikan tanda lampu sein atau kondisi kendaraan yang menggunakan ban sudah aus. 

Potensi bahaya ini dikategorikan tingkat menengah dan dibutuhkan pengetahuan lebih untuk menanganinya dengan baik. 

Ketiga, potensi bahaya yang membutuhkan kemampuan prediksi bahaya tingkat yang lebih tinggi yakni potensi bahaya yang tidak terlihat secara langsung oleh mata bikers, seperti kendaraan yang muncul secara tiba-tiba saat di persimpangan jalan.

Sumber Potensi Bahaya

Sumber potensi bahaya di jalan sangat banyak. Namun dapat kita golongkan dalam tiga sumber, antara lain:

Pertama, potensi bahaya dari sisi manusia tanpa sadar menimbulkan bahaya, seperti kelelahan yang menyebabkan kantuk, emosi yang tidak terjaga, dan juga tidak patuh rambu lalu lintas di jalan raya. 

Bahkan, gangguan kecil saat berkendara dapat menjadi potensi bahaya seperti bersin yang dapat mengganggu pandangan ataupun saat konsentrasi bikers terganggu.

Kedua, potensi bahaya yang bersumber dari kendaraan yang digunakan. Hal ini sering terjadi karena kurangnya kesadaran bikers untuk secara rutin melakukan perawatan kendaraan pada bagian-bagian yang krusial untuk keselamatan, misalnya sistem pengereman.

Ketiga, potensi bahaya dari lingkungan seperti kondisi jalan yang tidak diketahui oleh bikers, kondisi cuaca seperti kabut yang sering turun di daerah pegunungan, ataupun kondisi hujan yang menjadikan jalanan lebih licin.

“Banyak kendaraan yang dimodifikasi tidak sesuai dengan peraturan berkendara sehingga sangat bahaya bagi bikers, seperti penggunaan ban kecil. Maka, alangkah baiknya dalam memodifikasi kendaraan untuk tetap memperhatikan unsur-unsur keselamatan dan juga kenyamanan saat berkendara,” ujar Lucky.

 Menanggulangi Potensi Bahaya

Untuk mengatasi potensi bahaya, bikers dapat meningkatkan kemampuan prediksi bahaya dan juga menguatkan teknik berkendara. 

Meningkatkan kemampuan prediksi bahaya dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya pertama, dengan belajar dari pengalaman diri sendiri dengan menambah jam terbang di berbagai kondisi jalan. 

Kedua, dapat juga belajar dari pengalaman orang lain dengan membaca atau mengikuti komunitas sepeda motor sebagai wadah dalam berbagi pengalaman berkendara. 

Ketiga, dapat belajar dari alat simulator berkendara sepeda motor seperti Honda Riding Trainer.

“Para bikers dapat mengikuti kelas Safety Riding ataupun menggunakan alat simulator berkendara seperti Honda Riding Trainer yang dapat meningkatkan kemampuan prediksi bahaya di jalan serta meningkatkan kemampuan analisa kondisi jalan,” Lucky.

Alat simulator Honda Riding Trainer dapat ditemukan di ruang prediksi bahaya di AHM-Safety Riding Park, Deltamas, Bekasi dan 940 dealer di berbagai wilayah Main Dealer Honda