TIPS

Bikin SIM Ikut Aturan? Murah Tapi Gak Mudah!

08 Nov 2019

SIM atau Surat Izin Mengemudi menjadi salah satu syarat mutlak kelengkapan berkendara, mobil, motor, bus, truk, mikrolet atau jenis kendaraan lainnya. Sudah pasti urusan mengantongi SIM harus menjadi perhatian semua pengendara.

Kalau sudah punya SIM, jangan sampai lupa untuk lakukan perpanjangan sebelum masa berlakunya habis. Sebaliknya, kalau belum punya segera bikin mumpung sistemnya baru dan model SIM yang diterbitkan sekarang juga sudah Smart SIM.

Gak perlu lewat perantara alias calo yang bakal 'ngegetok' kalian dengan harga tinggi banget. Cukup datang dan urus sendiri, prosesnya tidak berbelit-belit dan harganya pun sesuai dengan standar yang berlaku.

Untuk membuktikannya, OLX pun pagi-pagi sudah ada di kantor SATPAS SIM Polda Metro Jaya yang berlokasi di Daan Mogot, Jakarta Barat bermaksud untuk membuat SIM baru mengikuti prosedur yang berlaku.

Mau tau bagaimana pengalaman bikin SIM baru? Yuk ikuti langkah-langkahnya;

Persiapkan Diri

Hal paling pertama yang harus disiapkan adalah diri kita sendiri OLXers. Masuk di instansi Kepolisian sudah pasti dituntut kedisiplinan tinggi. Pakailah kemeja atau kaos berkerah berwarna terang. Gak disarankan berwarna biru, kenapa? Nanti kita jelaskan.

Pastikan juga gak pakai sandal jepit kalau OLXers gak pengen dengar omelan bapak Polisi. Oh iya satu lagi nih, di lingkungan SATPAS SIM Polda Metro Jaya ini sekarang sudah bebas dari asap rokok. Jadi jangan berani-berani lalu lalang sambil menghisap rokok ya.....

Untuk yang mau sedikit lebih hemat, sebaiknya siapin data-data dari rumah agar di lokasi pembuatan SIM waktu gak kebuang percuma untuk urusan fotokopi. Siapkan 5 sampai 6 lembar fotokopi KTP atau Surat Keterangan Kependudukan. Dan jangan lupa membawa KTP asli.

Biaya Pengurusan SIM Baru

Memulai proses, OLX disuruh ke loket kesehatan untuk membeli formulir kesehatan sebesar Rp 25 ribu. Setelah itu baru masuk ke ruang pemeriksaan kesehatan. Gak usah takut, proses pemeriksaannya sangat cepat dan sederhana kok. Hanya menyangkut kemampuan mata untuk membaca dari jarak jauh saja kok. 

Setelah itu kalian bergeser ke loket asuransi yang posisinya bersebelahan dengan ruang pemeriksaan kesehatan untuk membayar asuransi senilai Rp 30 ribu per SIM. Jadi kalau kalian mau buat dua SIM langsung, artinya harus bayar Rp 60 ribu. Setelah itu mendapatkan kartu asuransi.

Keterangan kesehatan serta bukti pembayaran asuransi merupakan syarat utama agar bisa masuk ke gedung utama SATPAS SIM Polda Metro Jaya. Selain tentunya pakaian rapi berkerah dan sepatu.

Melewati petugas di pintu utama, OLX menunjukkan berkas kemudian diberikan name tag bertuliskan “Peserta Ujian SIM” yang harus selalu disematkan selama berada di dalam gedung.

Selanjutnya OLX diarahkan untuk melakukan pembelian formulir pendaftaran ujian SIM di gerai Bank BRI. Harga formulir pengajuan pembuatan SIM C yang resmi sebesar Rp 100 ribu, sementara untuk SIM A Rp 120 ribu.

Setelah mengisi data diri secara lengkap di formulir tersebut, OLX menuju meja penginput data. Disini ada dua step, formulir pengajuan diperiksa kelengkapannya, kemudian distempel, lalu bergeser ke meja yang akan menginput data tersebut.

Sampai disini, kita sudah selesai untuk tahap pertama dari proses pembuatan SIM.

Untuk biayanya sendiri, membuat SIM A baru, biayanya Rp 175 ribu. Sementara untuk SIM C lebih murah, sekitar Rp 155 ribu. Tapi kalau bikin dua-duanya (SIM A dan SIM C) kalian hanya perlu bayar blanko kesehatan satu saja. Jadi totalnya Rp 305 ribu.

Foto SIM 

Berbeda dengan sistem sebelum-sebelumnya, untuk pembuatan SIM berbasis online ini kita gak harus langsung masuk kelas ujian teori. Justru langsung diarahkan untuk melakukan foto SIM.

Seperti yang disinggung diatas, jangan pakai kemeja berwarna gelap atau biru. Pasalnya background foto yang digunakan berwarna biru. 

Sebelum foto akan dilakukan proses identifikasi dengan cara scan sidik jari jempol dan telunjuk kanan kiri. Berikutnya membubuhkan tandatangan digital, dan terakhir ‘ceklek’, SIM yang bakal dicetak sudah jadi, namun belum bisa langsung kalian bawa pulang. Masih ada tahap selanjutnya dan menjadi sangat krusial. 

Ujian Teori dan Praktek

Untuk pembuatan SIM baru, setelah proses foto langsung diarahkan masuk ke ruang ujian teori. Di dalam sudah ada petugas yang menunggu dan melakukan pengecekan berkas. Setelah dipastikan berkas lengkap, OLX langsung disuruh mengerjakan ujian online dengan menjawab 30 pertanyaan di komputer.

Jadi gak perlu repot-repot lagi nyiapin alat tulis seperti pensil 2B. Enaknya lagi karena hasil ujian bisa langsung kalian lihat setelah kelar mengerjakan soal-soal.

Tips buat kalian yang melakukan ujian teori, dengarkan baik-baik pertanyaan yang diajukan dan jangan sampai terjebak. Rata-rata adalah sebuah pernyataan yang diakhiri dengan pertanyaan ‘benarkah’ contoh yang dilakukan di dalam video. Kalian tinggal klik tombol ‘benar’ atau ‘salah’. Lebih simpel namun agak menjebak.

Saran terbaik adalah mendengarkan soal dengan seksama lalu mencocokkan dengan apa yang ada di video demo. 

Kalau gak sesuai dengan pernyataan, maka jawab ‘salah’, namun kalau sesuai dengan pernyataan, jawab ‘benar’.

Dibutuhkan 21 jawaban yang benar untuk dinyatakan lulus dalam ujian teori ini. Bila kurang dari itu, maka siapkan kembali waktu kalian untuk mengulang di minggu depan.

Di ujian ini (teori) alhamdulillah hasilnya lulus semua. Untuk ujian SIM A, OLX mendapat nilai 23, dan untuk ujian SIM C jawaban benar 27.

Setelah itu lanjut ke ujian praktek. Kita akan diarahkan ke loket 7 untuk mengambil form ujian praktek dengan membawa hasil dari ujian teori yang sudah dilampirkan. 

Di bagian ini, petugas penguji sebelumnya akan memberikan penjelasan tentang teknik dasar berkendara yang baik dan benar. Contoh seperti kaki kanan tidak boleh jadi tumpuan, berhenti di belakang garis stop, tengok kanan-kiri, berkendara dengan kecepatan yang ditentukan, teknik zig-zag dan keseimbangan.

Sekilas memang nampak enteng. Apalagi buat kalian yang kesehariannya memang terbiasa naik motor. Tapi jangan salah! Meski skill kalian mumpuni, bukan berarti kalian bisa mudah mendapat nilai kelulusan. 

Salah sedikit saja, petugas ujian praktek gak segan-segan untuk menulis hasil ‘tidak lulus’ ujian praktek. Artinya sama dengan, kalian harus mengulang kembali proses ujian praktek ini minggu depannya lagi. Capek deh!

Begitu juga yang terjadi saat ujian praktek SIM A. Peserta ujian akan ditantang untuk melakukan teknik dasar seperti parkir seri, parkir pararel, maju mundur dan naik-turun di tanjakan dan turunan. Gagal di tes pertama, itu artinya kalian harus turun dari mobil dan ambil berkas yang sudah diberi keterangan tidak lulus.

Sebagai pengingat, sebagian besar peserta ujian SIM gagal mendapatkan SIM-nya hari itu juga akibat gagal di ujian praktek ini. Jadi tergantung nasib baik kalian saja.

Jika kalian lulus, itu artinya SIM yang sebelumnya sudah kalian lihat saat proses foto tadi bukan lagi PHP. 

Selanjutnya adalah proses terakhir, menunggu nama kalian dipanggil di loket 30 untuk diserahkan SIM baru (Smart SIM) yang berlaku hingga 5 tahun ke depan.

Nah, belajar dari pengalaman murah tapi gak mudah membuat SIM baru, perlu diingat untuk melakukan perpanjangan sebelum SIM kalian kadaluarsa. Terlambat sehari gak ada ampun, kalian harus kembali menjalani proses di atas, mau?

Cukup dulu pengalaman membuat SIM baru ini kami bagikan, semoga bermanfaat ya OLXers.... (Z)