OLX News Logo
Menu Icon OLX News Logo Search Icon
OLX News Logo Close Icon

Home /  Berita /  Daihatsu dan Suzuki Indonesia Pelajari Cara Buat Ventilator Untuk Pasien Corona



Daihatsu dan Suzuki Indonesia Pelajari Cara Buat Ventilator Untuk Pasien Corona

31 Mar 2020

Ilustrasi logo Daihatsu dan Suzuki.

Sejumlah rumah sakit di dunia termasuk di Indonesia, kewalahan menangani pasien yang terinfeksi virus corona yang semakin hari semakin banyak jumlahnya.

Bahkan, banyak rumah sakit yang mengeluhkan kurangnya alat medis khususnya ventilator, yang merupakan alat bantu pernafasan.

Hal ini pula yang membuat pemerintah melalui Kementerian Perindustrian RI meminta kepada industri khususnya otomotif untuk memproduksi ventilator agar dapat memenuhi permintaan rumah sakit.

“Untuk supply ventilator, akan dibuat prototipe sederhana yang dapat diproduksi massal melalui kerja sama antara industri otomotif dengan industri komponen,” ungkap Agus, Jumat (27/3/2020).

Lantas bagaimana persiapan industri otomotif di Indonesia dengan adanya permintaan dari sang menteri?

Sejatinya memang ada beberapa pabrikan otomotif yang memiliki pabrik produksi di Indonesia, salah satunya Daihatsu melalui PT Astra Daihatsu Motor. Lalu apakah ADM akan membuat ventilator?

“Sedang dipelajari. Belum bisa komentar,” ungkap Amelia Tjandra Direktur Pemasaran di PT Astra Daihatsu Motor dalam pesan tertulis.

Kendati tak bisa memberikan komentar lebih jauh, Amel sendiri berharap agar pandemi ini cepat berlalu.

Selain PT ADM, ternyata yang ikut mempelajari pembuatan ventilator untuk pasien terinfeksi corona yaitu Suzuki. Hal ini diungkapkan Direktur Pemasaran 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra.

“Kita masih study, saat ini secara detail, belum bisa kasih informasi banyak,” ucapnya.

Ya, semoga dengan adanya niat mempelajari pembuatan ventilator, maka para produsen otomotif ini bisa langsung berkontribusi di tengah krisis imbas corona. Aamiin!!

 

Herdi Muhardi
Herdi Muhardi

Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.



Berita Terkait



Baca Juga