BERITA

Daihatsu Tidak Anggap Recall Rugi, Tapi Investasi

08 Nov 2019

Recall atau penarikan kembali pada sebuah produk karena terkait suatu masalah memang kerap dilakukan pabrikan otomotif di dunia, termasuk di Indonesia.

Hanya saja, bagi sebagian orang atau konsumen pemilik mobil, recall sama seperti sebuah cacat produksi yang tak boleh terjadi. Namun bagi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku agen pemegang merek Daihatsu di Indonesia recall merupakan salah satu bentuk perhatian dan tanggung jawab agar pelanggan tetap terjaga keamanan dan kenyamanan mobil yang dimiliki.

Bahkan Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra mengatakan, meski Daihatsu melakukan recall, hal tersebut bukanlah sebuah kerugian.

“Kami nggak anggap ini (recall) kerugian, tapi ini investasi untuk mendapatkan keyakinan masyarakat Indonesia pada Daihatsu,” ungkap Amel saat ditemui di sela acara press conference Daihatsu Astec Open 2019, di FX Sudirman, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Amel juga menyatakan, jika terjadi recall soal kualitas, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Daihatsu.

Kesulitan Recall Mobil Komersial

Seperti diketahui, 1 November 2019 Daihatsu Indonesia mengumumkan recall sebanyak 36.915 unit mobil Gran Max 1.5L dan Luxio di Indonesia dengan tahun produksi Maret 2018-April 2019.

Meski hal tersebut sudah diumumkan secara tertulis sampai disebar melalui media, namun faktanya kesadaran konsumen untuk pergi ke dealer untuk memperbaiki masalah pada mobil Gran Max 1.5L dan Luxio tak kunjung dilakukan.

Bahkan kata Amel, hingga kemarin Kamis (7/11/2019) meski perbaikan dilakukan secara gratis, namun baru tercatat sekitar 40 unit mobil yang masuk ke bengkel Daihatsu untuk dilakukan penggantian.

“(Kenapa?) Biasanya, karena mereka itu bisnis, mereka mencocoki harinya dengan bisnis mereka. Karena (mobil) dipakai buat operation,” ujarnya.

Agar konsumen lebih peduli untuk mobilnya di recall, Amel mengatakan, saat ini Daihatsu yang berinisiatif dengan menghubungi konsumen lewat telepon secara langsung dan mencocokan jadwal untuk masuk bengkel.

Amel juga mengatakan, recall untuk kendaraan komersial memang sangat unik dan tidak mudah. Sebab, sang pemilik mobil komersial biasanya sangat tergantung pada kendaraan operasional untuk menyalurkan barang.

“Kalau mobil passenger lebih gampang bujuknya, kalau bisnis tergantung, dia mau cari duit dulu. Ia, ini tantangannya,” tutupnya. (Her)