Copied to clipboard!
FIFGROUP Kelola Krisis

Petugas FIFGROUP layani konsumen yang mengajukan restrukturisasi kredit akibat pandemi COVID-19 (Foto : FIFGROUP)



BERITA

FIFGROUP : Astra Lebih Pengalaman dan Lebih Siap Kelola Krisis

Author : Zainal Abidin

21 May 2020


Setelah 1,5 bulan imbauan Presiden Jokowi agar perbankan dan perusahaan pembiayaan memberikan program relaksasi kepada nasabah pemilik kredit dicetuskan, implemetasi restrukturisasi kredit Astra Financial sudah mencapai angka Rp 21,9 triliun dengan 792.000 nasabah, baik itu konsumen yang kredit roda empat, maupun roda dua. 

Angka tersebut menyumbang 41 persen dari total restrukturisasi di industri pembiayaan secara keseluruhan. Data resmi OJK per 17 Mei 2020, total angka restrukturisasi kredit seluruh perusahaan pembiayaan di Indonesia mencapai angka Rp 52,9 triliun dari 1.793.352 kontrak yang disetujui oleh perusahaan pembiayaan. 

FIFGROUP atau PT Federal International Finance yang merupakan salah satu anak usaha Astra Group ikut berkontribusi dalam meringankan beban hidup masyarakat akibat pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia.

Tidak kurang dari Rp 6,7 triliun dana yang ditangguhkan oleh FIFGROUP dari program relaksasi yang diberikan kepada sekira 683.000 nasabah yang memiliki kredit, per 17 Mei 2020.

“Dengan semangat kehati-hatian dan spirit membangun Indonesia, FIFGROUP akan selalu mendukung kebijakan Pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19. Semangat itu tertuang dalam motto Astra, Sejahtera Bersama Bangsa,” tutur CEO FIFGROUP, Margono Tanuwijaya, Rabu (20/5/2020).

Lebih jauh Margono mengatakan bahwa dalam kondisi seperti ini, semua pihak harus turun bareng, bersama-sama membantu nasabah yang mengalami kesulitan. 

“Justru di saat mereka (nasabah FIFGROUP) tertimpa bencana seperti ini, kita harus memberikan sebuah solusi agar aktifitas kehidupan mereka terus berlanjut,” ujar Margono.

FIFGROUP Lebih Pentingkan Konsumen

Kondisi kurang baik ini tentu memberi pengaruh negatif bagi FIFGROUP serta tentunya perusahaan pembiayaan lain yang sejenis. Hal tersebut diungkapkan oleh Chief Of Corporate Communication and Corporate Social Responsibility, Yulian Warman di tempat terpisah.

“Sudah jelas ada impact-nya bagi perusahaan. Tapi kami lebih senang melihatnya dari perspektif positif. Ini tentu akan sangat baik dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap FIFGROUP. Sekarang sedang dikaji bagaimana hitungannya, yang jelas kita harus transparan kepada publik, tak perlu ada yang ditutupi-tutupi,” ungkapnya saat berbincang di acara NGOVID FORWOT bersama FIFGROUP, Kamis (21/5/2020).

Di usia ke-31, FIFGROUP sudah melewati berbagai krisis dan banyak belajar dari pengalaman tersebut. Hal paling utama yang selalu dikedepankan adalah kepentingan konsumennya. 

“Menyikapi krisis saat ini harusnya sih kita lebih happy, karena sekarang lebih dijamin oleh Pemerintah. FIFGROUP benar-benar menjalankan apa yang disarankan oleh pemerintah melalui OJK guna membantu masyarakat yang juga merupakan nasabah di FIFGROUP,” sambung Yulian.

Yulian kemudian mengenang krisis ekonomi 1998 dan lebih jauh lagi krisis Malari yang terjadi 15 Januari 1974, dimana banyak konsumen yang dirugikan akibat kerusuhan yang terjadi saat itu.

“Banyak pemilik kendaraan yang membeli dari Grup Astra yang dibakar oleh para demonstran. Saat itu pendiri Astra, William Soeryadjaya meminta untuk mengganti semua kendaraan konsumen Astra yang rusak akibat kerusuhan. Kita yang menyebabkan konsumen membeli produk kita, untuk itu sudah jadi kewajiban bagi kita untuk membantu konsumen kita yang mengalami kerugian,” kenang Yulian. 

Pesan moralnya adalah bagaimana upaya melindungi konsumen sebagai aset paling penting dalam pertumbuhan bisnis sebuah perusahaan. “Sehingga saat krisis berlalu, roda ekonomi mulai berjalan normal, konsumen tidak pernah ragu untuk kembali.”

Pengalaman dari dua krisis tersebut menurutnya menjadikan Astra, dan khususnya FIFGROUP menjadi lebih siap dalam menghadapi krisis pandemi COVID-19 yang sekarang terjadi. 

“Sebagai perusahaan kita wajib menjalankan program tersebut, berapapun kerugian yang harus ditanggung. Menyelamatkan kehidupan konsumen harus menjadi prioritas. Kita ikuti aturan OJK. Tidak ada yang kita tutup-tutupi. Dan semua program tersebut gratis demi kemudahan konsumen kita,” pungkas Yulian.

Konsumen Terbantukan Program Relaksasi Gratis dari FIFGROUP 

Ucapan Yulian Warman memang terbukti di lapangan. Ratusan ribu konsumen FIFGROUP  di seluruh Indonesia yang memanfaatkan program relaksasi tersebut merasa sangat terbantukan.

“Jujur saya terharu, karena saya pikir prosesnya pakai biaya dan pasti susah serta ribet. Ternyata, tidak ada biaya sama sekali dan saya dilayani dengan cepat bahkan oleh kepala cabang langsung. Saya puas dan bahagia dan semangat lagi untuk menghidupi keluarga, karena kalau pakai biaya, saya tidak akan mampu, apalagi dengan order yang menurun jauh,” curhat salah satu konsumen FIFGROUP asal Balikpapan bernama Umar Faruk yang kesehariannya bekerja sebagai driver ojek online.

Pengalaman yang sama juga dirasakan Erna Fenetruma, nasabah FIFGROUP Cabang Jayapura.  “Saat pendapatan menurun setelah kantor tutup, saya begitu terharu dan merasa terbantukan oleh program relaksasi yang prosesnya mudah dan gratis. Saya menghimbau agar nasabah FIFGROUP lain yang senasib bisa memanfaatkannya untuk membantu kehidupan ke depan,” tutur Erna.