BERITA

Industri Otomotif Banyak Komponen Lokal, Indonesia Buat Negara Lain Khawatir

26 Sep 2019

Kalau OLXer mau tau, industri otomotif di Tanah Air faktanya cukup berkembang. Pasalnya, sejumlah perusahaan otomotif tumbuh berkembang di Indonesia. Mereka juga cukup percaya diri membangun pabrik produksi sampai menjualnya baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Bahkan menurut Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, industri otomotif di Indonesia mengalami perkembangan sejak 2013 sehingga mampu memproduksi mobil rata-rata sampai 1,2 juta unit pertahun.

Menariknya, kata Airlangga, proses produksi untuk sebuah kendaraan otomotif ini sudah berbasis komponen lokal. Artinya, Tingkat Kandungan Dalam Negeri seperti part atau komponennya dibuat di Indonesia, kemudian industri melakukan proses produksi mulai dari pencetakan, merakit dan menjualnya.

“Nah komponen lokal ini yang membuat berbagai negara khawatir dengan kemampuan Indonesia meningkatkan local content. Karena dengan local content kita ketahui daya saing semakin kuat, karena seluruh industri d sektor otomotif ini ekosistemnya just in time, sehingga tentunya semakin banyak lokal konten, daya saing akan semakin tinggi,” jelas Airlangga saat membuka acara Export Ceremony Wuling Motor di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/9/2019).

Airlangga juga menyatakan, dengan TKDN yang cukup tinggi seperti saat ini, maka ekspor Indonesia tak hanya sekadar ekspor komponen saja, melainkan bisa dalam bentuk jadi atau Completely Built Up (CBU). Pasalnya, kata Airlangga, produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih pada periode Januari-Juli 2019, tercatat sebesar 712 ribu unit, di mana penjualan domestik mencapai 570 ribu unit, ekspor
CBU sebanyak 169 ribu unit, CKD 423 ribu set, dan komponen sebesar 48,9 juta pieces.

“Jadi Indonesia tahapannya bukan saja Global Supply chain untuk industri otomotif tetapi Indonesia sudah jadi Global Vendor untuk CBU Car itu sendiri,” terangnya.

Target Ekspor Indonesia

Dengan kemampuan industri otomotif di Tanah Air seperti saat ini, pemerintah rupanya memiliki target sendiri yaitu mampu mengekspor kendaraan hingga akhir 2019 mencapai 400 ribu unit.

“Dalam roadmap dipersiapkan 2025 industri otomotif bisa ekspor dalam keadaan utuh sebesar 1 juta unit. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa Indonesia tidak mampu bersaing dalam pengembangannya, justru terbalik indonesia sudah ekspor ke 80 negara,” terang Airlangga.

Adapun dari sekian banyak negara ekspor yang disupply kendaraan dari Indonesia, ada beberapa  tujuan ekspor yang paling utama, yaitu Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Mexico, Vietnam dan Thailand.

Adapun beberapa merek mobil yang menancapkan kuku bisnisnya di Indonesia dan mengekspor produknya ke sejumlah negara diantaranya Toyota, Daihatsu, Mitsubishi Motors, Honda, Hyundai, sampai Hino.

Terbaru, Wuling Motors ikut meramaikan pasar ekspor melalui Wuling Almaz namun menggunakan label Chevrolet Captiva untuk negara-negara seperti Thailand, Brunei dan Fiji. (Her)