Copied to clipboard!

Ilustrasi proses perakitan sebuah mobil di pabrik mobil di Chengdu, China. (Pradit.Ph / Shutterstock.com)



BERITA

Gara-Gara Virus Corona Banyak Pabrik Otomotif Terancam Tutup

Author : Herdi Muhardi

14 Feb 2020


Keberadaan virus Corona mengancam terjadinya penutupan sejumlah pabrik otomotif yang tidak hanya ada di China, tetapi juga Jepang, Korea Selatan hingga sejumlah negara lainnya di Eropa.

Bahkan dilansir Reuters, sejumlah produsen mobil Jepang menghentikan sementara 12 pabrik perakitan dan komponen mobil di China.

Tak hanya di China, sejumlah pabrikan mobil diprediksi akan mengalami menghentikan proses produksi mobil, karena mereka tidak dapat mengakses pasokan suku cadang yang kebanyakan dibuat di China.

Ya, karena penyebaran virus Corona yang begitu cepat, hal tersebut membuat pemerintah negeri Tirai Bambu melakukan langkah preventif, termasuk mengurangi kegiatan transportasi ke luar China atau sebaliknya.

Tentu saja dengan adanya kejadian ini membuat sejumlah pabrik otomotif dan yang lainnya menjadi khawatir karena rantai pembuatan kendaraan menjadi terganggu.

“Para produsen khawatir tentang menipisnya persediaan suku cadang mereka, tetapi pertanyaannya adalah berapa lama itu akan berlangsung? Jika itu menjadi enam minggu, delapan minggu, 10 minggu, itu masalah nyata," ungkap Managing Director in the Automotive and Industrial Practice AlixPartners, Dan Hearsch.

Di China, sudah ada beberapa pabrikan otomotif menutup kegiatan produksinya karena virus Corona, seperti halnya Hyundai, Tesla, Ford, dan Nissan.

Bahkan Fiat Chrysler Automobile beberapa waktu lalu mengatakan, pabriknya akan ditutup jika dua sampai empat minggu ke depan, mereka tidak mendapatkan pasokan suku cadang dari China.

Seperti diketahui, suku cadang buatan China digunakan oleh jutaan kendaraan di seluruh dunia. Provinsi Hubei, China yang merupakan pusat utama produksi dan pengiriman suku cadang kendaraan salah satu pusat penyebaran wabah virus Corona.