Copied to clipboard!

Logo Chevrolet. (Andrij Vatsyk/shutterstock)



BERITA

Hari Ini Chevrolet Terakhir Jualan di Indonesia: Goodbye!

Author : Herdi Muhardi

31 Mar 2020


Merek mobil Chevrolet, hari ini jadi hari terakhir berjualan di Indonesia. Hal ini sesuai dengan yang diumumkan merek mobil asal Amerika Serikat pada akhir Oktober 2019 lalu.

Seperti disebutkan beberapa waktu lalu, General Motors selaku perusahaan induk dari Chevrolet mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi global GM untuk tetap berfokus pada pasar yang memiliki jalur yang jelas untuk mencapai keuntungan berkesinambungan.

“Di Indonesia, kami tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungan berkesinambungan,” ungkap President GM Asia Tenggara Hector Villarreal dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Potongan Harga Chevrolet

Sebelumnya, Chevrolet sempat melakukan cuci gudang untuk beberapa model mobilnya  dengan banderol cukup miring, antara lain:

1. Chevrolet Spark harga awal Rp 200,5 juta menjadi Rp 160,5 juta, diskon Rp 40 juta.  

2. Chevrolet Trailblazer harga awal Rp 480,5 juta menjadi Rp 424,5 juta, diskon Rp 56 juta. 

3. Chevrolet Colorado High Country Rp 549,5 juta, menjadi Rp 474,5 juta, diskon Rp 75 juta.

4. Chevrolet Trax harga awal Rp 318,5 juta, menjadi Rp 238,5 juta, diskon Rp 80 juta

Meski begitu, OLXer yang sudah terlanjur memiliki mobil-mobil Chevrolet jangan terlalu khawatir berlebihan. Sebab, menurut Chevrolet, mereka akan tetap melayani setiap pelanggan untuk perawatan dan perbaikan di outlet resmi Chevrolet di Indonesia.

Pusat layanan pelanggan Chevrolet Indonesia siap untuk menjawab setiap pertanyaan pertanyaan pelanggan. Para pelanggan dapat menghubungi 1500 951 atau mengunjungi situs www.chevrolet.co.id GM akan bekerjasama dengan seluruh jaringan dealer untuk kelancaran peralihan dan persiapan purna jual.

Sejarah Singkat Chevrolet

Seperti diketahui, merek mobil Chevrolet di Indonesia pamornya kalah dari merek-merek mobil dari Jepang dalam 30 tahun terakhir, mulai dari Toyota, Honda, Daihatsu, Suzuki hingga Mitsubishi.

Padahal, Chevrolet sendiri pertama masuk pasar otomotif nasional cukup lama, yaitu di masa penjajahan dengan nama NV General Motors Java Handel Maatschappij (NVGMJHM) atau PT Perusahaan Dagang General Motors Jawa, pada 3 Februari 1927.

Seiring perkembangan, permintaan mobil-mobil Chevrolet semakin tinggi, sehingga GM memutuskan membangun pabrik perakitan di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Namun sayang, invasi Jepang pada 1942 membuat sejumlah karyawan NVGMJHM yang berasal dari negara sekutu Belanda dan Amerika Serikat ditangkap. Setelah Indonesia merdeka, Chevrolet kembali lagi ke Indonesia. 

Pasca Perang Dunia ke-II, GM Overseas Operation cabang Jakarta kembali hadir namun namanya diganti dan jadi perusahaan perakitan mobil yaitu Djakarta Branch dan GM Java. Hanya saja, mereka menjualnya kepada perusahaan lokal Gaja Motor (Gaya Motor). Oia, saksi bisu Gaya Motor masih ada saat ini karena menjadi sebuah jalanan di wilayah industri Sunter, Jakarta. Konon nama tersebut diambil dari inisial G dan M yang berarti General Motors.

Jadi Mobil Populer

Di zamannya, merek-merek mobil Chevrolet sangat populer di Indonesia. Bahkan dimiliki sejumlah orang kaya dari kalangan asing maupun lokal, antara lain Chevrolet Corvette, Impala, Bel Air, pikap C10, Nova dan lain-lainnya. 

Nama-nama mobil Chevorlet memang cukup mendunia dan legendari. Mereka yang membeli mobil Chevrolet juga memiliki ekspektasi tersendiri, karena mobil ini bukan mobil Jepang, tetapi Amerika Serikat.

Tentu saja tren mobil Amerika dikenal bandel, dan desain mobilnya juga stylish sesuai keinginan konsumen.