Copied to clipboard!
Hyundai

Hyundai Ioniq, mobil listrik yang dibanderol mulai Rp 624,8 jutaan.



BERITA

Ini Alasan Kenapa Orang Harus Beli Mobil Listrik Hyundai Ioniq dan Kona

Author : Herdi Muhardi

10 Nov 2020


Mobil listrik Hyundai Ioniq dan Kona akhirnya meluncur di Indonesia. Mobil jenama Korea Selatan ini bisa disebut mobil listrik termurah di Indonesia saat ini karena Hyundai Ioniq dibanderol Rp 624,8 juta dan Rp 664,8 juta, serta Hyundai Kona dijual Rp 674,8 juta.

Selain soal harga yang terjangkau, Hyundai rupanya sangat percaya diri bahwa produknya di terima di pasar otomotif nasional. Bahkan menurut Makmur, Managing Director PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), bahwa sudah saatnya mobil listrik digunakan di Indonesia dan memasuki era elektrifikasi.

Selain itu, Makmur juga mengatakan, bahwa dengan menggunakan mobil listrik maka ada banyak keunggulan dan manfaat lainnya.

“Di Jakarta (mobil listrik) bebas melintasi jalur ganjil genap, pemerintah support (mendapatkan dispensasi) bebas Bea Balik Nama (BBN), maupun pengurangan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB),” ungkap Makmur.

“Kita lihat pemerintah sangat support mempercepat elektrifikasi ini, jadi kita rasa tak perlu menunggu lagi untuk melaunch mobil elektrifikasi ini di tahun depan. Khusus untuk daerah Jakarta sudah mendapat free bbn, dan pemerintah pusat secara nasional mendapatkan dispensasi pajak BBN dan PKB maksimum 30 persen, jadi dispensasi tax cukup besar,” sambungnya.

Untuk soal pajak ini, tentu saja sesuai dengan Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, semakin mematangkan terbentuknya ekosistem mobil listrik di Tanah Air.

Dengan adanya perpres ini, di Indonesia, mobil listrik murni memperoleh sejumlah fasilitas dari pemerintah, seperti pajak kepemilikan kendaraan yang lebih rendah pada pembelian awal, bebas uang muka (DP 0 persen), tarif pajak kendaraan tahunan yang lebih rendah, serta insentif non fiskal seperti bebas dari pembatasan area lalu lintas ganjil genap.

Selain soal pajak, Makmur menyatakan, bahwa dengan menggunakan mobil listrik seperti Hyundai Ioniq maupun Kona, maka dipastikan kabin akan sangat senyap.

Tidak hanya itu, lanjut Makmur, dengan menggunakan mobil listrik tentunya bebas emisi dan mesin yang dibenamkan sangat powerfull. “Sisi pemakaiannya lebih hemat, bisa 4-5 kali lebih efisien daripada gasoline (bensin),” klaim Makmur.

Lokasi Pengisian Daya Mobil Listrik Hyundai

Jika OLXer membeli mobil listrik tak perlu mengkhawatirkan soal lokasi pengisian daya. Pasalnya, pemerinta sendiri sudah memiliki Lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tersebar di Jakarta hingga Surabaya serta Bali dan Makassar.

Bahkan untuk Jabodetabek diantaranya PLN Distribusi Jakarta Raya Gambir,  Senayan City Mall, Aeon Mall BSD City, TangCity Mall, Supermall Karawaci. Serta di luar Jabodetabek, seperti PLN UP3 Bandung, PLN Gedung Sate Bandung, PLN ULP Denpasar, PLN ULP Embong Wungu Surabaya, PLN Rayon Mattoangin Makassar.

Selain infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah, HMID turut aktif menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik. Fasilitas ini tersebar di semua dealer resmi Hyundai dan juga bekerjasama dengan mitra-mitra bisnis lainnya di beberapa titik diantaranya di area Alam Sutera, Bintaro, Sunter, Radio Dalam, Tendean, Cilandak, Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Palembang dan Padang.

Selain itu HMID bekerja sama dengan PT Jasa Marga Related Business akan menyediakan infrastruktur DC Fast Charging di Rest Area KM 519A ( Sragen) yang berada di jalur Tol Jakarta menuju Surabaya dan juga di Rest Area KM 519B (Sragen) yang berada di jalur tol Surabaya menuju Jakarta.

Hyundai juga membekali konsumen dengan portable charger pada setiap pembelian mobil Ioniq maupun Kona. Dengan portable charger ini pula maka pemilik bisa melakukan pengisian ulang baterai mobil listrik Hyundai Ioniq maupun Kona electric di rumah atau di mana saja, tidak perlu antri, bahkan bisa sambil melakukan aktivitas lain dengan nyaman,” jelas Makmur.

Makmur mengatakan, tak perlu khawatir soal bagaimana pengisiannya, sebab Hyundai sudah menggunakan steker yang umum di Indonesia sehingga pengisian daya semudah mengecas baterai smartphone.

Layanan Purna Jual

Hyundai di Indonesia juga tak mau sekadar berjualan. Sebab sebagai tanggung jawabnya, mereka sudah memiliki pabrik di Indonesia di bawah Hyundai Motor Manufacturing Indonesia yang berlokasi di Sukamukti, Bekasi, Jawa Barat.

Nah, selain itu pula Hyundai memiliki berbagai layanan purna jual yang menarik, yang terdiri dari lima bagian, yaitu:

  • Pertama, Roadside Assistance selama masa garansi. Perlu dicatat layanan ini tidak berlaku untuk force majeure atau kecelakaan.
  • Kedua, layanan “Mobile Charging” gratis. Layanan ini berlaku selama masa garansi (berlaku untuk area tertentu).
  • Ketiga, biaya perawatan gratis selama lima tahun  atau 75.000 km, mana salah satu yang tercapai lebih dulu.
  • Keempat, garansi High Voltage Battery selama delapan tahun atau 160,000 km, mana salah satu yang tercapai lebih dulu.
  • Kelima, garansi dasar selama tiga tahun atau 100,000 km, mana salah satu yang tercapai lebih dulu.