Copied to clipboard!



LAINNYA

Jaga Kesehatan Pasca Banjir, Lakukan Langkah Bijak Ini

Author : Zainal Abidin

31 Jan 2020


Masa-masa sulit pasca bencana banjir yang melanda awal tahun 2020 pelan-pelan berlalu. Sekarang giliran korban untuk berbenah merapikan kondisi rumah yang sempat berantakan akibat terjangan air bah.

Di dalam kondisi seperti ini bukan tanpa risiko. Setelah banjir, udara cenderung menjadi lebih lembab dan banyak genangan sisa hujan yang bisa menjadi media tempat penularan penyakit.

Ini harus diwaspadai masyarakat agar tidak mudah terkena penyakit.

"Menjaga kesehatan diri dan lingkungan sangat diperlukan, sebagai salah satu cara untuk meminimalisir tertularnya penyakit," ungkap Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) Julian Noor dalam sebuah keterangan tertulis, Jumat (31/1/2020).

Berbagai jenis penyakit yang mengancam pasca banjir adalah penyakit kulit, diare dan kolera, leptospirosis, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), demam tifoid, malaria serta demam berdarah.

Agar bisa terhindar dari tertularnya penyakit, beberapa cara bisa dilakukan. Pertama dengan menggunakan air bersih. Ini sangat penting karena biasanya sehabis membersihkan genangan akibat banjir, tubuh biasanya terkena air kotor sehingga harus sesegera mungkin dibersihkan dengan air bersih.

"Air minum juga harus diperhatikan dengan meminum air bersih dan bebas dari penyakit," kata Julian.

Jangan lupa untuk selalu menggunakan pelindung seperti sarung tangan, sepatu boots atau masker. Pelindung penting agar tidak secara langsung menyentuh benda-benda kotor yang merupakan sarana tempat berkumpulnya bibit penyakit.

Salah satu langkah yang juga sangat sederhana namun penting adalah dengan menyemprotkan cairan anti bakteri sebelum makan atau menyentuh bagian tubuh. Kemudian proses mensterilkan peralatan makan dengan air panas.

Terakhir adalah dengan membuang makanan yang tercemar. Pasalnya, makanan yang tidak ditutupi dengan rapat atau tidak dimasak dengan baik sangat rawan terpapar bakteri yang bisa merusak kesehatan.

"Apalagi di musim penghujan seperti saat ini, banyak makhluk hidup atau benda mati yang bisa menjadi media penularan penyakit," terang Julian.

Situasi seperti ini, asuransi kesehatan juga menjadi penting. "Di saat musim penghujan dan musibah banjir, ada beberapa orang yang kehilangan harta bendanya sehingga tidak bisa membiayai masalah kesehatannya. Oleh karena itu, asuransi menjadi penting sebagai solusi untuk menutupi biaya yang tidak terduga tersebut," jelas Julian.

Adira Insurance mempertajam layanan berbasis digital yang serba cepat dan mudah khususnya untuk produk asuransi kesehatan, Medicillin. 

Berkolaborasi dengan Halodoc, platform digital yang fokus dalam memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam cakupan health service, pelanggan Medicillin dapat menggunakan layanan ini setelah mendaftarkan diri dan polisnya di aplikasi Halodoc. 

Melalui layanan konsultasi dokter di Halodoc, Pelanggan Medicillin dapat berdiskusi melalui panggilan telepon, chat hingga video call dengan dokter.

“Dengan layanan baru ini, kami ingin memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses dan sesuai dengan gaya hidup pelanggan saat ini yang penuh dengan keterbatasan waktu," tambah Julian.

Fitur lain dari layanan ini adalah pembelian obat yang bisa dilakukan secara online. Dokter akan memberikan rekomendasi yang dapat langsung dibeli dari mitra apotek Halodoc. Setelah itu, pengiriman obat dapat diantarkan melalui rekanan Halodoc yaitu Go-Jek. 

“Dengan fitur ini, waktu yang kami jamin tidak lebih dari 1 jam obat sudah bisa sampai di rumah pelanggan,” pungkas Julian.

Dengan Medicillin, layanan kesehatan semakin mudah dijangkau masyarakat. (Z)