Copied to clipboard!

Modifikasi yang digelar PT HPM juga berlaku bagi mereka yang jago gambar. Salah satunya Honda Brio Virtual Modification.



MODIFIKASI

Jago Gambar, Mahasiswa ITS Surabaya Berhasil Jadi Jawara Honda Brio Virtual Modification

Author : Herdi Muhardi

20 Aug 2020


Modifikasi mobil jadi cara untuk meluapkan kreasi bagi pecinta otomotif. Hal ini pula membuat PT Honda Prospect Motor selaku agen pemegang merek mobil Honda di Indonesia kerap menggelar acara modifikasi. 

Akan tetapi, modifikasi yang dihelat PT HPM tak hanya diikuti para modifikator yang memiliki modal banyak. Sebaliknya, modifikasi yang digelar PT HPM juga berlaku bagi mereka yang jago gambar. Salah satunya Honda Brio Virtual Modification.

Ya, tahun ini Honda Brio Virtual Modification memasuki tahun ketiga. Dimana 789 karya modifikasi dalam bentuk digital ini telah terkumpul dari seluruh Indonesia sejak 11 Mei – 31 Juli 2020.

Dari ratusan modifikasi digital ini, ternyata ada yang menarik para juri dan menjadi jawara Honda Brio Virtual Modification #3 yaitu modifikasi Honda Brio karya Mahasiswa jurusan Teknik Mesin ITS Surabaya, Muhammad Haekal Shafi.

Menurut Haekal, desain Honda Brio yang dibuatnya mengusung konsep Drifting Touch. Dimana kegiatan drift sendiri saat ini cukup banyak digandrungi khususnya anak. Kebetulan, Honda Brio juga memang ditargetkan untuk anak muda dan keluarga kecil. 

“Tiga minggu buatnya,” ucap Haekal yang menggunakan aplikasi Photoshop untuk menggambarnya. 

Kata Haekal, meski banyak yang menilai mudah gambar lewat digital, namun ada beberapa hal yang ternyata cukup sulit diterapkan, yaitu mencocokan komponen bagian-bagian mobil dan warna. 

Honda Brio Virtual Modification
Honda Brio Virtual Modification dimenangkan Mahasiswa jurusan Teknik Mesin ITS Surabaya, Muhammad Haekal Shafi.

Sementara itu, salah satu juri Honda Brio Virtual Modification #3 Andre Mulyadi mengatakan, karya modifikasi digital Haekal dengan konsep drifting touch, berhasil menghasilkan proporsionalitas dari desain yang sangat baik. 

Founder dari National Modificator & Aftermarket Association itu juga mengatakan, penilaian untuk Honda Brio Virtual Modification #3 terdiri dari kreativitas modifikasi bergaya Racing dengan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan berkendara, suspensi, orisinalitas, decal tanpa merubah atau menghilangkan karakter dari Honda Brio, serta dengan mempertimbangkan faktor realisasi pada mobil asli.

“Desain modifikasi Racing dari pemenang (Haekal) mampu membawa nuansa baru yang sesuai dengan tema yang diangkat serta karakter Honda Brio sebagai mobil yang mudah untuk dimodifikasi,” ungkap Andre.

Andre mengatakan, penggarapan desain modifikasi milik Haekal dibuat dengan detail pengerjaan dengan tingkat kesulitan tinggi, mulai dari eksterior, sampai interior yang diimbangi dengan fungsionalitas setiap parts secara keseluruhan.

Hadiah Honda Brio Virtual Modification

Haekal, sebagai juara pertama Honda Brio Virtual Modification, mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp15 juta. Sedangkan untuk juara kedua yang dimenangkan oleh Deden Desma hikmawan mendapatkan uang tunai senilai Rp10 juta dan Mochammad Rizal Riyo Widhanto sebagai juara ketiga akan mendapatkan uang tunai senilai Rp 7 juta.

Sementara itu, karya dari Pranoyo Aditya berhasil menjadi pemenang dari kategori ‘Best Decal’ dan berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 5 juta. 

Selain itu, pada kategori ‘Favorite Winner by Social Media’, karya dari Muhammad Azra berhasil mendapatkan total dukungan terbanyak yaitu 158 dukungan dan mengungguli 19 desain lainnya yang terpilih sebagai finalis dan berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp 3 juta. Secara total, kompetisi ini telah mengumpulkan 723 dukungan selama periode 8 – 16 Agustus 2020.

Menurut Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor mengatakan Yusak Billy kompetisi Honda Brio Virtual Modification yang memasuki tahun ketiga ini mendapatkan antusiasme yang sangat baik dari masyarakat khususnya di kalangan modifikator. 

“Tidak hanya jumlahnya yang meningkat di setiap tahunnya, namun juga kualitas desain dari para peserta terlihat semakin baik. Kami berharap kompetisi ini dapat semakin populer dan dapat digunakan sebagai wadah bagi para modifikator berbakat untuk menyalurkan kreativitasnya,” tutupnya.