BERITA

Kata Siapa Mobil Transmisi Matik Lebih Laris Daripada Manual? Ini Buktinya

16 Sep 2019

Transmisi matik boleh jadi tren pasar otomotif secara global. Namun begitu, ternyata hal tersebut tak sepenuhnya terjadi di Indonesia. Pasalnya, ada beberapa model mobil dengan transmisi manual justru laris manis dipasaran. 

Ya, mobil tersebut adalah Daihatsu Sigra. Konon, mobil yang masuk golong Low Cost Green Car (LCGC) atau mobil murah ramah lingkungan dengan transmisi manual lebih laris dibandingkan transmisi matik.

Setidaknya hal tersebut juga diamini Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra. Kata Amel, dari total penjualan Daihatsu Sigra, setidaknya konsumen yang membeli mobil dengan transmisi manual mencapai 95 persen, sedangkan untuk transmisi matik hanya lima persen. 

Menurut Amel, ada beberapa alasan kenapa mobil tanpa gigi masih jadi primadona, pertama karena ada perbedaan harga. 

“Mobil otomatik lebih mahal Rp 10 juta dan buat kelas LCGC Rp 10 juta bukan hal yang murah, otomatis (matik) perbedaan harga ini mempengaruhi pilihan mereka," ungkap Amelia saat ditemui di kawasan Tangerang, Banteng, Senin (16/9/2019).

Amel sendiri tak menampik, meski Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) atau penggunaan komponen Daihatsu Sigra di atas 80 persen, namun faktanya untuk memproduksi bagian transmisi khususnya matik dianggap cukup sulit. 

Karena itulah transmisi pada mobil Daihatsu khususnya Sigra tak dibuat di Indonesia, melainkan di negara asalnya Daihatsu, yaitu Jepang. 

Kendati demikian, Amel berjanji suplai transmisi matik untuk Sigra akan berjalan lancar setelah September 2019. 

“Pada saat ini, kalau dibilang masih susah, baru-baru saja (produksi Sigra automatic). Sebelumnya nggak masalah. Tetapi, masalah automatic akan selesai untuk Sigra itu sekitar Oktober,” tuturnya. dia.

Sekadar  informasi, derdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel pasar otomotif nasional, mencapai sekitar 675 ribu unit hingga YTD Agustus 2019, atau turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada segmen LCGC dari Januari-Agustus 2019, mencapai 143.632 unit, atau menurun empat persen dibandingkan tahun lalu. Namun, kontribusi di segmen LCGC meningkat dari 19,7 persen pada tahun 2018, menjadi 21,3 persen pada 2019. 

Sementara itu, penjualan LCGC Daihatsu meningkat sebesar enam persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dari total volume 47.622 unit menjadi 49.093 unit, atau kenaikan kontribusi dari 37 persen menjadi 43 persen. Daihatsu Sigra juga mengalami peningkatan kontribusi dari 25 persen menjadi 29 persen dari total volume 33.718 unit dibanding tahun lalu yang mencapai 31.813 unit.