Copied to clipboard!
Mobil SUV Non Jepang

Dua model SUV Eropa merek BMW, X5 M dan X6 M (Foto : Google)



MOBIL BEKAS

5 Mobil SUV Non Jepang Bekas Harga Murah, Sebelum Beli Baca Kelebihan dan Kekurangannya

Author : Zainal Abidin

13 Jun 2020


Beberapa waktu lalu tim OLX News memuat rubrik tentang sejarah mobil Sport Utility Vehicle (SUV) atau Crossover dunia yang menjadi cikal bakal lahirnya model-model SUV modern seperti sekarang ini. Menurut sejarah, model kendaraan yang selalu identik dengan adventure ini bermula dari pabrikan-pabrikan otomotif asal Amerika di era Perang Dunia II, atau sekira tahun 1940-an ke atas.

Tapi dari beberapa literatur yang ada, ternyata bukan cuma Amerika saja yang menjadi negara trendsetter model SUV. Beberapa pabrikan mobil Eropa juga memproduksi model SUV yang tidak kalah menariknya. 

Hingga saat ini mobil SUV punya segmen pasar yang cukup besar dengan jumlah penjualan terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Namun untuk pasar Indonesia sendiri, merek Jepang selalu mendominasi angka penjualan kendaraan di segmen SUV. Mulai dari SUV berdimensi kecil hingga yang besar. Sebut saja Toyota Rush dan Daihatsu Terios di kelas low SUV. Atau Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport dan Honda CR-V di segmen high SUV.  

Sementara SUV non Jepang kurang mendapat sambutan dari pasar. Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah harga jual mobil SUV merek Amerika dan Eropa yang terlalu tinggi, tapi kemudian harga jual kembalinya bisa jatuh sehingga pemilik merasa rugi besar.

Kekurangan dan Kelebihan Mobil SUV Non Jepang 

Lalu bagaimana dengan nasib model SUV Amerika dan Eropa yang menurut sebagian orang punya kualitas di atas mobil SUV Jepang? 

Secara prinsip pendapat tersebut memang ada benarnya. Mobil-mobil Eropa memiliki banyak keunggulan, tidak hanya di kelas SUV saja, tapi hampir seluruh model. 

Bagi yang sudah pernah merasakan pengalaman memiliki mobil Amerika dan Eropa mengakui keunggulan tersebut. Rata-rata mereka mengakui performa mesin mobil SUV non Jepang sangat mumpuni dan juga bandel. Meski terkadang performanya harus diimbangi dengan kualitas dan konsumsi bahan bakar di atas rata-rata.

Selain itu, mobil Amerika dan Eropa juga sangat concern dengan keselamatan penumpang. Standar keselamatan yang tinggi membuat mobil produksi Amerika serta Eropa bertabur fitur-fitur canggih. Kecanggihan teknologi yang tertanam di mobil selalu jadi andalan. 

Keunggulan ini juga didukung dengan tampilan eksterior dan interior mewah. Siapa yang tidak mengakui keunggulan desain dari merek Mercedes-Benz, Jeep ataupun BMW. Tiga merek ini memang selalu digolongkan sebagai kendaraan premium di Tanah Air.

Dan sebagai penutup kesempurnaan dari kelebihan mobil SUV non Jepang adalah material produksinya yang sangat berkualitas. Meskipun kita tidak bisa bilang bahwa mobil SUV Jepang dibuat dari material yang kurang berkualitas.

Berbagai keunggulan mobil SUV non Jepang seperti yang disebutkan di atas ternyata berimbas negatif pada paradigma yang berkembang di masyarakat.

Dengan segala kelebihan dan keunggulan mobil Amerika dan Eropa, termasuk model SUV, membuat harga jualnya relatif lebih mahal dibandingkan mobil Jepang. Ini berujung pada daya beli masyarakat, sehingga mobil Eropa kalah populer dibandingkan mobil Jepang. Urusan harga sudah pasti jadi urusan sensitif bagi konsumen di Indonesia.

Apalagi dengan mesin mobil-mobil Eropa yang tidak bisa sembarangan minum bahan bakar yang tersedia di Indonesia alias pilih-pilih yang kualitasnya bagus dengan harga yang cukup mahal, orang jadi menganggap punya mobil non Jepang itu boros bensin.  

Diperparah lagi dengan harga jual kembalinya yang sudah pasti merosot jauh. Beli baru mahal, jual kembali jadi lebih murah. Alasannya karena harga suku cadang mobil non Jepang mahal sehingga biaya perawatannya besar, dan jarang ada dipasaran. 

Jujur saja, ketersediaan suku cadang menjadi salah satu faktor pendukung mengapa orang mau beli mobil. Kondisi berbeda kalau beli mobil Jepang, suku cadang berlimpah sehingga mudah didapatkan, serta harganya pun masih lebih murah. 

Tambah lagi bengkel-bengkel umum spesialis khusus mobil Amerika atau Eropa masih sedikit kalau mau dibandingkan dengan bengkel mobil-mobil Jepang. Kalau terjadi masalah pada mobil, pemilik mobil SUV non Jepang hanya punya pilihan untuk datang ke bengkel resmi. 

Untuk urusan ini, sudah pasti kembali lagi ke faktor ketebalan dompet.

Bahkan masuk bengkel resmi juga belum serta merta jadi solusi masalah loh. Terkadang pemilik mobil Eropa masih harus bersabar menunggu (inden) untuk suku cadang yang dibutuhkan. 

Mobil SUV Non Jepang Bekas, Harga Terjangkau

Berikut adalah mobil SUV non Jepang yang banyak dijual dalam kondisi bekas dengan harga terjangkau versi pilihan redaksi OLX News.

1. Jeep Grand Cherokee

Yang OLX News rekomendasikan paling pertama adalah merek SUV asal Amerika, yakni Jeep Grand Cherokee lansiran tahun 2000. Meski sudah berumur 20 tahun, namun modelnya masih sangat keren dan gagah. 

Mesin berkapasitas 3.000 cc menjadi jaminan semburan tenaga berlimpah, yang tentu saja berimbas pada konsumsi bahan bakar yang boros.

Di platform OLX ada Jeep Grand Cherokee yang cukup langka alias limited edition. Dari keterangan penjual, mobil ini hanya 7 unit di Indonesia. Jarak tempuh mobil sesuai deskripsi masih rendah, sekira 70.000 km dengan surat serta dokumen komplit.

Fitur yang tersedia adalah airbag, electric power window dan jok kulit. Transmisi mobil otomatis dengan sistem penggerak roda 4x4.

Beberapa aksesoris tambahan seperti bumper ARB, Winch Warn, Velg Daytona, serta aksesoris lainnya sudah disematkan. Dengan kondisi full aksesoris, mobil ini dijual pemiliknya seharga Rp 200 juta. Sementara jika pembeli menginginkan dalam kondisi standard, harganya Rp 150 juta.

2. BMW X5

Berikutnya adalah mobil SUV Eropa, BMW X5 produksi tahun 2002 berkapasitas mesin 3.000 cc. Dijelaskan dalam deskripsi, mobil merek Jerman ini dijual setelah menempuh jarak sekira 125.000 km.

Spesifikasi secara umum yang dituliskan dalam kolom deskripsi, BMW X5 yang dijual seharga Rp 117 juta tersebut bertransmisi otomatis dengan sistem penggerak roda 4x2 dilegkapi fitur airbag, bluetooth audio, electric window, jok kulit, GPS, sunroof, dan sensor parkir.

“Mobil yang kami tawarkan semua dalam kondisi baik dan siap pakai, serta jaminan bebas banjir dan tabrakan. Surat-surat dijamin keaslian dan keabsahan-nya,” tulis penjual dalam iklan.

3. BMW X3

Model SUV bekas non Jepang selanjutnya yang direkomendasikan OLX News masih dari merek BMW. SUV dengan tahun produksi 2005 punya jarak tempuh 75.000 km bermesin bensin dengan kapasitas 3.000 cc.

Mobil yang dibanderol Rp 145 juta ini memiliki transmisi triptonic dengan sistem penggerak semua roda alias All Wheel Drive (AWD). Fitur standar yang ditawarkan mulai dari airbag, electric window, jok kulit, moonroof, sunroof, serta sensor parkir. 

Deskripsi tambahan dalam iklan disebutkan surat-surat mobil atas nama sendiri, kondisi unit istimewa. “Unit ini termasuk yang populasinya sedikit di masanya, sangat cocok untuk yang mau investasi dan mendambakan kenyamanan SUV Jerman. Yang mau info lanjut silahkan DM saya,” tulis penjual.

4. Renault Duster

Jika pembaca OLX News berharap punya SUV non Jepang keluaran terbaru, di platform OLX juga ada penawaran Renault Duster lansiran 2019.

Kilometer sekira 15.000 - 20.000 km, warna putih, berjenis mesin diesel kapasitas 1.500 cc dengan sistem penggerak roda 4x2.

“Renault Duster 1.500 cc turbo diesel ini sangat irit perawatan serta berplat nomor genap,” tulis pengiklan.

5. Mercedes Benz ML320

Rekomendasi SUV non Jepang terakhir yang direkomendasikan adalah Mercedes-Benz ML320 produksi tahun 2000. Kondisi istimewa dengan kilometer masih rendah sekira 70.000 km.

Spesifikasi umum dari mobil premium Jerman ini bermesin bensin dengan kapasitas 3.000 cc, penggerak roda AWD (All Wheel Drive).

Keterangan tambahan mobil pajak masih hidup serta kilometer tertera asli, sunroof original, dashboard, interior full orisinil, electric seat, cruise control, body mulus, pakai velg 20” serta merupakan mobil simpanan dengan kondisi terawat dan jarang pakai.