OLX News Logo
Menu Icon OLX News Logo Search Icon
OLX News Logo Close Icon

Home /  Tips /  Kenali Berbagai Jenis dan Fungsi Oli, Pilih Sesuai Kebutuhan Kendaraanmu



Kenali Berbagai Jenis dan Fungsi Oli, Pilih Sesuai Kebutuhan Kendaraanmu

01 Sep 2021

Jenis dan Fungsi Oli

Ilustrasi kerja oli di dalam mesin kendaraan (Foto: Shutterstock)

News.OLX.co.id - Bagi setiap pemilik kendaraan, motor maupun mobil sedikit banyak harus tahu tentang peranan oli atau pelumas yang bekerja di dalam mesin. Zat ini berfungsi melumasi mesin dan punya banyak fungsi lainnya yang nantinya bakal terus menjaga umur serta performa mesin kendaraan itu sendiri. 

Begitu pentingnya peran oli dalam mesin, sampai-sampai ada pemikiran yang berkembang di masyarakat, "servis rutin gak terlalu penting, yang penting rutin ganti oli". Meskipun pemikiran ini tidak kami rekomendasikan, tapi memang ada benarnya juga. 

Asupan paling utama dalam menjaga performa mesin kendaraan adalah oli. Jadi jangan sampai Anda telat ataupun lalai untuk mengganti oli secara rutin, apapun alasannya.

Fungsi Oli

Tips Memilih Oli

Jika Anda tidak percaya akan pentingnya ganti oli mesin secara rutin, ada baiknya memahami apa sih fungsinya di kendaraan. Kalau sudah paham tentu Anda tidak akan berani lalai untuk menggantinya secara rutin.

Pada dasarnya fungsi oli mesin banyak sekali, tetapi disini kita bahas secara umum. 

Semua jenis oli pada dasarnya sama. Berfungsi sebagai pelumas agar seluruh komponen di dalam mesin bekerja dengan mulus. Sekaligus juga sebagai pendingin dan penyekat. 

Oli mengandung lapisan-lapisan halus untuk mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin seminimal mungkin, mencegah terjadinya goresan atau keausan. 

1. Untuk pelumasan komponen dalam mesin

Ketika mesin hidup, pompa oli akan mengalirkan oli ke setiap komponen mesin. Disini oli akan melewati bagian-bagian komponen yang bergerak, membentuk lapisan film untuk melumasi komponen tersebut.

2. Untuk merapatkan celah komponen dalam mesin

Oli yang menempel di setiap komponen mesin akan membentuk lapisan tipis untuk merapatkan celah antara dua komponen yang bergerak. Hasilnya adalah kompresi maupun tenaga pembakaran tidak bocor dan lebih maksimal. 

3. Untuk membersihkan ruang mesin dari gram

Oli yang bekerja di dalam ruang mesin juga berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran yang terdapat di dalamnya. Kotoran yang berasal dari sisa karbon pembakaran, partikel logam akibat gesekan (gram), semuanya akan didorong oleh oli menuju filter. 

Disinilah alasan mengapa oli mesin perlu diganti secara rutin, agar kinerja oli yang bekerja di dalam mesin lebih optimal, yang bekerja adalah oli baru yang lebih bersih. Oli lama yang sudah kotor dikeluarkan karena kualitasnya sudah menurun karena tercampur dengan endapan karbon dan partikel logam.

4. Untuk menyerap panas di dalam mesin

Pada prinsipnya mesin kendaraan bekerja untuk menghasilkan panas yang kemudian diubah menjadi tenaga mesin. Peran oli disini adalah menyerap suhu panas dari komponen yang saling bergesekan, sehingga suhu di dalam mesin tetap stabil. 

5. Untuk mencegah terjadinya korosi

Fungsi terakhir dari hadirnya oli di mesin kendaraan adalah agar tidak terjadi korosi atau timbulnya karat pada permukaan logam. Oli nantinya bakal menutup permukaan logam, jadi tidak akan ada karat yang timbul. 

Jenis Oli Berdasarkan Bahan Dasar

Tips Memilih Oli

Pengkategorian oli mesin jika didasarkan dari bahan dasar pembuatannya dibagi tiga jenis,  oli mineral, oli semi sintetik dan oli full sintetik.

1. Oli Mineral

Oli mineral dibuat dengan berbahan dasar (base oil) dari minyak bumi yang sudah diolah dan ditambah berbagai zat-zat aditif untuk meningkatkan kemampuan dan fungsinya. Secara tingkatannya oli mineral dibagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: · 

Base oil group I

Jenis base oil ini didapat melalui proses penyulingan minyak mentah berkualitas standar yang merupakan campuran dari beberapa rantai hidrokarbon yang tidak seragam.

Base oil group II

Jenis base oil ini menggunakan hydrogen yang berfungsi untuk menyeragamkan molekul hidrokarbon dan mengurangi pengotor mesin seperti nitrogen, sulfur, oksigen dan logam berat lain.

Base oil hydrocracking

Base oil ini hampir sama dengan base oil group II namun terdapat tambahan fungsi yang dapat diterapkan pada temperatur dan tekanan esktrim serta penggunaan katalis untuk mengubah molekul aromatik menjadi paraffin yang seragam. 

Base oil group III

Base oil ini merupakan lanjutan penyulingan dari base oil hydrocracking dan meminimalisir kembali nitrogen, sulfur, oksigen, dan logam berat hingga menjadi isoparafin dan seringkali disebut parafnic base oil.

Kelebihan oli mineral

  • Oli mineral sangat cocok digunakan oleh mesin-mesin kendaraan lama. Karena tipikal mesinnya punya celah yang tidak terlalu rapat. Dengan oli mineral yang sifatnya tidak mudah menguap saat mesin bekerja, akan sesuai dengan tipikal mesin tersebut. 
  • Harga oli mineral juga lebih murah 

Kekurangan oli mineral

  • Struktur molekul oli tidak seimbang
  • Kendaraan yang menggunakan oli mineral biasanya kalau mesinnya dibongkar akan meninggalkan kerak pada komponen mesin. 

2. Oli Sintetik

Jenis oli kedua berdasarkan bahan dasarnya (base oil) adalah oli sintetik (synthetic oil), terbuat dari bahan dasar yang diolah secara kimiawi dan bukan merupakan hasil penyulingan minyak bumi. 

Bahan dasar oli sintetik berasal dari Polyo ester, Phosphate Ester, Polyglycol, dan PAO, kemudian diformulasikan dengan bahan aditif lain seperti Surface Protector, Lubricant Protector, dan Oil Peformance modifier yang membuat daya lumas lebih baik dan menjaga komponen mesin dari aus. 

Mobil dengan teknologi mesin terbaru seperti turbo, supercharge, DOHC, bahkan jenis kendaraan racing disarankan pakai oli sintetik. Hal ini karena celah antara komponen pada mesin-mesin tersebut sangat sempit atau sangat presisi. 

Kelebihan dari oli sintetik

  • Dapat digunakan untuk peforma mesin yang tinggi seperti racing
  • Awet, bisa dipakai hingga lebih dari 10.000 km
  • Tidak menimbulkan kerak
  • Bekerja pada temperatur mesin yang tinggi dan kadar penguapannya rendah 
  • Di cuaca dingin, sirkulasi oli lebih lancar
  • Suara mesin mobil lebih halus

Kekurangan oli sintetik

  • Harganya mahal, bisa tiga kali lebih mahal dari oli mineral
  • Kurang cocok jika dipakai di mesin kendaraan lama atau di motor yang menggunakan kopling tipe basah

3. Oli Semi Sintetik

Pada dasarnya, oli semi-sintetik merupakan oli yang berbahan dasar minyak mineral dengan sedikit penambahan bahan hasil rekayasa kimia.

Komposisi campurannya beragam, bisa 80:20, kandungan oli mineralnya 80 persen, dan sintetiknya 20 persen. Atau ada juga yang komposisi 70:30.

Oli semi-sintetik sendiri lebih baik dibanding oli mineral, karena lebih tahan panas, membuat mesin lebih dingin, dan mengandung detergen lebih baik untuk menjaga mesin bersih dari kerak.

Jenis Oli Berdasarkan Kebutuhan Kendaraan

Tips Memilih Oli

Bicara oli atau pellumas, tidak hanya bicara akan kebutuhan pada mesin kendaraan saja. Beberapa bagian lain, selain mesin di kendaraan, khususnya mobil juga butuh oli.

Berikut adalah jenis oli yang dibutuhkan untuk sebuah mobil:

1. Oli Mesin

Dari awal kita sudah membahas terkait pentingnya oli pada mesin. Oli mesin kana bekerja sejak awal mesin mobil dihidupkan dengan masuk ke sela-sela bagian mesin penggerak seperti piston, silinder, dan crankshaft.  

Untuk mengoptimalkan kerja mesin, oli mesin wajib diganti setiap 5.000-10.000 km. Atau bisa menggunakan patokan waktu, misalnya per enam bulan sekali, tergantung bagaimana penggunaan mobil setiap harinya. 

2. Oli Transmisi

Selain mesin yang membutuhkan pelumas, sistem transmisi juga butuh oli. Oli transmisi membantu untuk memperhalus proses perpindahan gigi. Oli akan bekerja sebagai pelumas gear dan juga bearing pada sistem transmisi manual. 

Sedangkan pada sistem transmisi otomatis, oli transmisi bekerja di bagian clutch serta torque.

Oli transmisi untuk mobil transmisi manual biasanya menggunakan jenis oli yang lebih kental (di atas SAE 40). Oli transmisi mobil manual sebaiknya diganti setiap 10.000 km jarak tempuh.

Sedangkan oli transmisi otomatis menggunakan ATF (Automatic Transmission Fluid) yang penggantiannya dilakukan setiap 20.000 km.

3. Oli Rem 

Oli rem (minyak rem) berfungsi untuk melancarkan sistem kerja pengereman. Oli rem bertugas sebagai penyalur dalam sistem hidrolik.

Penggantian oli rem sebaiknya dilakukan setiap mobil sudah menempuh jarak sekitar 30.000 km, atau jika terlihat minyak rem sudah berubah warna. 

Pastikan penutup tangki oli rem ini benar-benar rapat, atau jangan suka dibuka-tutup agar tidak ada kotoran yang masuk. 

4. Oli Gardan

Selanjutnya adalah oli gardan yang fungsi utamanya sebagai pelumas kontak gigi gardan. Oli gardan juga melindungi pinion gear agar tidak bersinggungan langsung dengan bearing. 

Penggantian oli gardan disarankan setiap 10.000 km atau paling maksimal di 20.000 km.  

5. Oli Power Steering

Bagian kemudi mobil juga membutuhkan peran oli agar kinerjanya selalu optimal. Untuk mobil keluaran terbaru rata-rata sudah menggunakan power steering, sehingga enteng untuk memutar roda mobil. 

Oli power steering berperan sebagai pelumas pompa sekaligus meringankan perputaran kemudi. Penggantian oli power steering sebaiknya dilakukan setiap 40.000 km sekali.

6. Oli Transfer

Yang terakhir adalah oli transfer. Tapi khusus jenis oli yang satu ini hanya digunakan di mobil yang ada sistem penggerak all-wheel drive (AWD) atau four-wheel drive (4WD atau 4x4). 

Oli transfer berfungsi melindungi chain dan bearing. Kalau oli transfer ini tidak ada, gigi akan sulit berputar dan laju mobil akan terasa berat.

Penggantian oli transfer sebaiknya dilakukan setiap 40.000 km sekali.

Kekentalan Oli (SAE)

Tips Memilih Oli

Setiap jenis oli dibedakan dengan tingkat kekentalannya (viskositas). Setiap pemilik mobil harus benar-benar bisa mengetahui tingkat kekentalan oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin mobil. 

Karena ini sangat berkaitan dengan ketebalan oli atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir. 

Oli harus mengalir secara cukup ke komponen-komponen mesin yang bergerak untuk memastikan tidak ada gesekan antar komponen jika ternyata aliran oli kurang. 

Semakin kental oli, maka lapisan yang ditimbulkan menjadi lebih kental. Oli yang terlalu kental akan memberi resistensi berlebih untuk mengalirkan oli pada temperatur rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan.

Untuk itu, oli harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terendah ketika mesin dioperasikan.

Disinilah fungsi grade (derajat) oli yang diatur oleh Society of Automotive Engineers (SAE). Untuk mengetahui tingkat kekentalan atau ke-enceran oli bisa dilihat dari angka SAE yang tertera di kemasan. 

Contoh, SAE 5W-30. Ini berarti oli memiliki kekentalan 5 pada temperatur dingin di musim dingin (Winter), dan kekentalan 30 pada temperatur 100 derajat celcius.

Umumnya mobil sekarang punya kekentalan lebih rendah dari 5W-30 (Contoh: 0W-16, 0W-20). Dengan karakter mesin terbaru yang komponennya lebih rapat, dibutuhkan oli yang lebih encer. 

Kalau pakai yang lebih kental, misalnya 20W-50, akan mengganggu debit aliran oli ke mesin dan butuh tenaga mesin lebih besar, ujung-ujungnya akan membuat konsumsi bahan bakar mobil jadi lebih boros.

Beda dengan teknologi mesin mobil lama yang punya clearance lebih besar, cocok pakai oli yang kental untuk memberikan lapisan pelindung yang cukup untuk bearing.

Standar viskositas oli berdasarkan temperatur berbagai negara: 

  1. 0W-20, 5W-20 untuk negara dengan iklim dingin
  2. 0W-30, 5W-30 untuk negara dengan iklim sedang
  3. 0W-40, 5W-40 untuk negara dengan iklim panas 

Semakin besar angka indeks SAE, maka semakin kental oli pada kondisinya, dan sebaliknya, semakin kecil angka indeks SAE maka oli semakin encer. Semakin dingin suhu suatu wilayah, maka semakin cair tingkat kekentalan oli, biasanya berada di angka SAE 5W-35.

Di negara yang beriklim tropis seperti Indonesia, tingkat kekentalan yang dianjurkan adalah pada angka SAE 10W-30 sampai dengan SAE 15W-50. 

API Service

Dalam kemasan pelumas juga ada kode API, kode standar yang menentukan kualitas oli. Kode ini biasanya diikuti dengan 2 tambahan huruf alfabet dibelakangnya, misalnnya 'API SN' atau 'API CH'. 

Huruf pertama 'S' menunjukkan jenis kendaraan berbahan bakar bensin atau gasoline, sedangkan huruf pertama 'C' menunjukkan kendaraan diesel.

Huruf kedua menjelaskan kualitas yang terbaru dari oli. Misalnya API SG dan API SN, jenis oli API SN lebih terbaru dan memiliki kualitas lebih baik dibanding API SG. Semakin jauh huruf alfabetnya, maka semakin baru dan berkualitas oli tersebut. 

Standarisasinya disesaikan dengan perkembangan jenis mesin mobil. Jika huruf alfabet kedua semakin mendekati huruf 'Z' itu artinya oli tersebut sangat sesuai dengan mobil keluaran terbaru. 

Zainal Abidin
Zainal Abidin

Merupakan pribadi yang hangat dan suka bercanda membuatnya mudah bergaul dengan siapa saja, serta memiliki hobi bernyanyi dan juga turing sepeda motor. Bergabung di OLX Indonesia sejak dua tahun terakhir dengan role menulis konten-konten artikel seputar otomotif terkini.



Berita Terkait



Baca Juga