Copied to clipboard!

Ilustrasi mobil self driving. (Shutterstock)



BERITA

Kenapa Kita Butuh Mobil yang Bisa Mengemudi Sendiri?

Author : Herdi Muhardi

18 Nov 2020


Di Indonesia, perdebatan di sektor otomotif baru seputar penggunaan bahan bakar seperti Euro4 atau beralihnya dari mobil konvensional ke teknologi hybrid atau electric vehicle atau mobil listrik.

Padahal, sejumlah pabrikan otomotif di beberapa negara maju sedang asyik mengembangkan mobil berteknologi autonomos atau mobil self-driving atau mobil yang dapat mengemudi sendiri.

Lantas kenapa harus ada mobil yang dapat mengemudi sendiri?

Seperti dilansir Car From Japan, sejatinya alasan para insinyur otomotif menghadirkan mobil self driving untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya yang semakin hari semakin meningkat.

Ya, kecelakaan di jalan raya pada dasarnya dikarenakan kesalahan perilaku dan perasaan manusia itu sendiri ketika mengemudi. Misalkan, kecelakaan mobil bisa saja terjadi karena manusia bisa menderita sakit demam atau mengalami gangguan apapun sehingga resiko menabrak mobil lain lebih besar.

Selain itu, ada juga pengemudi yang mengalami kecelakaan karena faktor dirinya memang tidak bertanggung jawab lantaran hilang konsentrasi, terpengaruh minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang.

Sebaliknya, mobil self driving sudah menggunakan kecerdasan buatan dan telah menggunakan algoritma yang dikembangkan dengan baik, sehingga dapat membantu manusia. Bahkan mobil tanpa awak tidak akan terpengaruh dari semua faktor penyebab terjadi kecelakaan seperti yang disebutkan di atas.

Mobil tanpa pengemudi juga disebut-sebut akan sangat membantu penyandang disabilitas untuk bepergian ke suatu tempat. Selain itu, para orang tua yang tidak bisa mengemudi lagi juga akan merasa nyaman memanfaatkan teknologi otonom.

Memang, teknologi dipastikan memiliki keterbatasan, seperti bisa mengalami  masalah teknis. Hanya saja, kehadiran mobil tanpa pengemudi dipercaya dapat mengurangi jumlah kecelakaan karena perilaku tidak bertanggung jawab.

mobil self driving
Ilustrasi mobil self driving. (Shutterstock)

Adapun bagaimana cara mobil tanpa pengemudi bisa melaju, begini ulasannya:

Agar bisa bergerak maju mundur hingga sampai tujuan, mobil self driving menggunakan banyak sensor yang berfungsi untuk mendeteksi lingkungan sekitar dan mengirimkan peringatan yang sesuai.

Baik Google dan Tesla adalah dua nama besar di industri yang dikenal dengan produk inovatif mereka, yang menghadirkan fitur berupa Autopilot, atau bisa melaju sendiri tanpa pengemudi

Nah, berikut ini beberapa proses yang membuat mobil self-driving bergerak:

Proses Pencarian

Mobil tanpa pengemudi biasanya menggunakan teknologi pemetaan dan menempatkan dirinya di dalam peta itu. Setelah kendaraan berada di peta, sinar laser memindai area terdekat untuk menemukan objek dan membuat gambar tiga dimensi.

Teknologi sinar laser akan membaca pengukur jarak sehingga dapat mengetahui warna tertentu dari suatu objek atau pemandangan. Dengan cara ini, mobil  memberikan peta tiga dimensi yang mendalam ke mekanisme penggerak kendaraan. Peta ini kemudian digunakan untuk merencanakan rute selanjutnya.

GPS, unit navigasi, dan sensor semuanya bekerja bersama untuk memastikan mobil menjaga jarak aman.

Dapat Menghindari Benda dan Pejalan Kaki

Mobil Self Driving
Mobil Self Driving bisa menghindari objek lain termasuk benda dan pengguna jalan. (Shutterstock)

Mobil tanpa pengemudi akan melaju sesuai peta, pemindai terus memindai semua objek, seperti gedung dan lampu lalu lintas. Bersamaan dengan itu, objek bergerak seperti kendaraan dan pejalan kaki juga bisa terbaca. Sensor atau pemindai menggunakan bentuk yang telah ditentukan sebelumnya untuk menentukan apakah itu manusia, objek, atau objek bergerak.

Oleh karena itu, kendaraan dapat memprediksi jalur sesuai bentuk benda. Selain itu, mobil ini juga dapat membaca kecepatan, sehingga dapat terus menjaga jarak aman sembari bergerak lebih jauh.

Mobil tanpa pengemudi juga menggunakan semua prediksi dari masa lalu, sekarang, dan masa depan, kendaraan menjadi mampu membuat keputusan yang bijak.

Merencanakan Jalur dan Perintah

Teknologi mobil self-driving mampu merencanakan jalur dan mengikuti arah yang sama. Sambil mengikuti peraturan lalu lintas dan menggunakan semua algoritmanya secara efektif, mobil self driving dapat melakukan navigasi. 

Teknologi mobil self-driving cukup cepat yang membuat orang yang duduk di dalam mobil mencapai tujuan sesuai waktu yang ditentukan.

Kecepatan, arah, film, sudut, dan aspek lainnya, semuanya dengan cepat ditentukan sehingga tidak terasa seperti kendaraan sedang menghitung sesuatu. Perangkat pada mobil ini mengatur jalur dan mengirimkan perintah kepada throttle, rem, dan kemudi ke prosesor dan aktuator.