Copied to clipboard!
Mobil Murah Suzuki

Suzuki S-Presso yang meluncur di India Oktober 2019 lalu dibanderol dengan harga setara Rp 70 juta (TopGear)



BERITA

Kerek Penjualan Usai Pandemi, Suzuki Siapkan Mobil Murah, S-Presso?

Author : Zainal Abidin

04 Jun 2020


Tiga bulan didera pandemi COVID-19 membuat kondisi ekonomi masyarakat Indonesia rontok, yang berimbas pada menurunnya angka penjualan kendaraan baru. Masyarakat tidak lagi concern dengan update soal mobil keluaran baru, dan lebih fokus pada kebutuhan kesehatan.

GAIKINDO dengan berat hati melihat kenyataan ini terpaksa merevisi target penjualan mobil baru di Tanah Air, dari target 1,1 juta unit menjadi hanya 600 ribu unit sepanjang 2020 ini.

Sementara pemerintah menyiapkan konsep New Normal untuk menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat setelah aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Rencana ini tentu membawa angin segar bagi sektor industri khususnya otomotif. Setidaknya ada kesempatan bagi para Agen Pemegang Merek untuk menggenjot penjualan mobil baru dalam 6 bulan tersisa di tahun ini.

Suzuki Indonesia sendiri menatap wacana New Normal ini dengan optimis, meski bayangan kehidupan New Normal sendiri bagi banyak orang masih abu-abu.

Di tengah kondisi ekonomi yang sedang terpuruk, minat orang beli mobil menurun drastis, alih-alih kurangi produksi, Suzuki Indonesia malah gembar-gembor soal produk baru. 

“Pandemi tidak mematahkan semangat kami, malah sebaliknya justru semakin meningkatkan semangat tersebut. Kita akan sediakan produk baru yang berpihak pada market. Artinya akan ada produk yang sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat setelah pandemi yang akan kita siapkan,” ungkap Harold Donel, Head Product Development PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) saat acara ngobrol virtual bersama FORWOT, Kamis (4/6/2020).

Disebutkan bahwa definisi New Normal ini menjadi hal yang baik bagi industri. Dengan lebih bergeraknya ekonomi masyarakat, tentu akan berimbas pada industri, walaupun segmen otomotif bukan prioritas karena rata-rata orang masih memilih untuk keep money.  

“Tapi kita lihat ada ceruk tersisa atau kesempatan lewat sudut pandang konsumen yang peduli pada kesehatannya, dengan jalan memilih punya kendaraan sendiri daripada harus menggunakan transportasi umum yang risikonya bisa bersentuhan dengan orang lain. Ceruk inilah yang kita lihat sebagai sebuah kesempatan,” lanjutnya. 

Rencana Suzuki Indonesia menghadirkan model baru yang berorientasi pada kondisi ekonomi masyarakat saat ini disebutnya sesuai dengan roadmap Suzuki global di tahun 2020. Dimana produk misterius ini memang sudah direncanakan sebelumnya. 

“Sebenarnya kita berencana untuk meluncurkan hampir semua model terbaru di kuartal satu tahun ini. Namun ada kejadian ini (pandemi), akhirnya kita lakukan global meeting. Keputusannya kami tetap berkomitmen, Suzuki Indonesia tidak akan ada pengurangan model untuk diluncurkan di Indonesia. Tetap dengan rencana awal membawa model-model terbaru ke Indonesia,” jelasnya.

Termasuk model baru yang disebut punya harga cukup murah dan sangat terjangkau tersebut. “Jadi produk baru ini bukan tidak direncanakan, hanya saja tidak secepat itu. Tapi karena ada kebutuhan akan kendaraan kompak yang praktis dan tidak mahal, makanya kita berakselerasi untuk men-deploy produk ini di Indonesia setelah pandemi untuk menstimulasi minat masyarakat beli mobil sekaligus mengejar angka penjualan.”

Tandem Karimun Wagon R di Segmen LCGC

Suzuki Karimun Wagon R
Suzuki Karimun Wagon R

Ada dugaan model baru Suzuki ini merupakan produk replacement atau mungkin model pendamping Karimun Wagon R yang bermain di segmen mobil murah atau LCGC, dan akan diproduksi di Indonesia. Apalagi sejauh ini Karimun Wagon R terlihat kesulitan untuk bersaing dengan merek lain di segmen tersebut. 

Bahkan kemungkinan terbesarnya model misterius yang dimaksud adalah Suzuki S-Presso yang baru meluncur di India awal Oktober tahun lalu. Di India mobil kompak berdesain boxy (kotak) ini dibanderol mulai dari Rp 70 juta hingga Rp 90 juta untuk varian paling tinggi. Artinya Suzuki S-Presso memang layak menjadi tandem Karimun Wagon R di kelas LCGC.

Menanggapi hal tersebut, Harold masih berusaha menjaga dan mengunci rapat keran informasinya. “Kita dari awal belum menentukan basis produksinya seperti apa. Diproduksi di Indonesia atau di luar. Segmen-nya juga masih belum final apakah masuk kategori LCGC atau tidak, karena kita masih koordinasi dengan pemerintah,” elaknya. 

Tapi ia mengakui bila dilihat dari teknologi serta persyaratannya, saat di uji coba, model baru Suzuki tersebut masih masuk di segmen LCGC, meski belum ditentukan. “Yang pasti model ini akan berorientasi pada ekonomi masyarakat,” tutup Harold.