Copied to clipboard!

TNI AD mengembangkan ban tanpa udara yang tak bisa bocor. (TNI AD)



BERITA

Keren, TNI AD Punya Ban Tanpa Udara dan Tak Bisa Bocor

Author : Herdi Muhardi

04 Aug 2020


Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) melalui Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD berhasil mengembangkan inovasi ban tanpa udara atau airless tyre.

Ya, ban ciptaan karya anak bangsa tanpa udara ini bentuknya berongga, namun tetap fleksibel dan sangat kuat. Bahkan dalam penggunaannya, ban ini mampu melibas berbagai kondisi jalan mulai dari berlembong, melibas trotoar hingga jalanan dengan rintangan berpaku.

Tidak sampai disitu, ban tanpa udara ini juga tak akan bocor meski mendapat serangan tembakan. Hal ini sudah dibuktikan melalui uji tembak yang dilakukan di Pindad dengan peluru kaliber 5,56 mm dari jarak maksimal 100 meter.

Ban tanpa udara TNI AD
Ban tanpa udara Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD dicoba melintasi jalan berpaku. 

Perwira Teknis 2 Poltekad Letda ARM Farid Hendro menuturkan, alasan ban tanpa udara dikembangkan tak lain karena saat ini mobilitas prajurit di TNI AD dalam bertugas rata-rata sudah menggunakan kendaraan.

“Dihadapkan oleh kelemahan ban yang menggunakan angin, itu nanti akan sangat mengganggu mobilitas prajurit yang mengawalinya,” ungkap Letda ARM Farid dalam akun Youtube TNI AD.

“Sehingga kami mempunyai ide untuk membuat sebuah ban yang nantinya pada saat digunakan itu tidak bisa bocor, tidak pecah, sehingga saat di medan pertempuran walaupun itu terkena tembakan dari musuh masih bisa digunakan,” sambungnya.

Sempat Gagal 

Ban tanpa udara TNI AD
Ban tanpa udara TNI AD memiliki bentuk berongga mirip sarang lebah. (TNI AD)

Seperti diketahui untuk mengembangkan ban tanpa udara ini prajurit TNI AD sempat mengalami beberapa kali kegagalan atau jauh dari kata berhasil. Hal ini dilakukan ketika pertama kali ban tersebut dicoba pada 2017.

Disebutkan, kegagalan tersebut dikarenakan minimnya pengalaman dan pengetahuan akan bahan serta material yang digunakan. Faktor lain juga dikarenakan alat yang digunakan seadannya, seperti ketika melakukan pencetakan secara manual sehingga tidak presisi tebal tipis cetakan menjadi tidak sama.

Karena masalah tersebut, ketika ban diuji coba pada kendaraan yang melaju, hasilnya tidak stabil dan konstruksi spoke pecah.

Semangat Prajurit Berinovasi

Sementara itu, Komandan Poltekad, Brigjen TNI Nugraha Gumilar menyatakan, untuk membuat sebuah inovasi baru para prajurit sangat bersemangat dan tidak pernah kendor. Sebaliknya, lanjut dia, ide-ide prajurit sangat brilian.

“Namun kami mengakui ide mereka kadang terhambat infrastruktur yang tidak bisa mensupport secara full. Tapi itu bukan kendala, ini hanya delay waktu,” ujarnya.

Brigjen Nugraha berharap, karena ini lembaga vokasi, di mana keahlian yang menjadi output pendidikan, tentunya harus ada laboratorium.

“Kalau punya laboratorium sendiri dengan kelengkapan alat yang bagus, saya bisa jamin mereka bisa membuat produk alih teknologi yang inovatif dan spektakuler. Mudah-mudahan ide mereka yang walaupun masih dasar, itu menjadi inspirasi dan dikembangkan untuk kepentingan Angkatan Darat dan juga Indonesia," jelasnya.