MOBIL BEKAS

Bikin VW Kodok Jadi Mobil Listrik, Pilih Resmi atau Aftermarket?

09 Sep 2019

Pada pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 pekan lalu, salah satu yang mencuri perhatian publik adalah unit mobil listrik VW Beetle lawas atau yang kita kenal sebagai VW Kodok dikonversi jadi mobil listrik.

Mengadopsi paket konversi dari aftermarket, EV West asal Amerika Serikat (AS), biaya konversinya disebut-sebut menembus angka ratusan juta rupiah sampai miliaran. Konon, ini adalah VW Kodok pertama yang di konversi menjadi mobil listrik di Indonesia.

vw kodok jadi listrik
Volkswagen Beetle lansiran 1973 pada bagian mesin diubah dari konvensional menjadi listrik. (Herdi Muhardi)

Menariknya sepekan setelah pameran, secara kebetulan VW merilis pengumuman program konversi resmi mobil lawas mereka menjadi mobil listrik, seperti dilansir Jalopnik. Korban pertama pabrikan adalah sebuah VW Kodok, lebih tepatnya VW Super Beetle versi konvertibel lansiran 1973. 

VW mengumumkan kemitraan mereka dengan eClassics untuk mengubah VW Kodok jadi mobil listrik. eClassics adalah perusahaan konversi mobil listrik asal Jerman. Adapun eClassics hanya mengerjakan konversi dan restorasi mobil, sementara motor listrik dan komponen lainnya termasuk transmisi dan sistem penggerak, disuplai VW dari mobil listrik VW e-Up!

vw kodok jadi mobil listrik
(Jalopnik)

Menariknya, baterainya sangat kompak dan menyatu dengan sasis. Jadi ruang belakang mobil VW Super Beetle convertible lansiran 1973 yang tadinya berisi mesin, kini kosong dan bisa untuk bagasi. Nah, ruang kap mesin depan juga tetap kosong. Mobil pun tentunya jadi terlihat lebih rapi.

Inilah bedanya dengan kit konversi VW Kodok jadi mobil listrik di pameran IEMS 2019. Mobil tersebut mayoritas masih menggunakan komponen lawasnya dan hanya mengubah sumber tenaga mobil.

vw kodok jadi listrik
(Jalopnik)

Perbandingan performa VW Kodok jadi mobil listrik dengan kit konversi aftermarket dan kit resmi VW:

VW Kodok listrik dengan kit dari EV West:

  • Daya baterai: 40 kWh
  • Jarak tempuh maksimal: 150 km (dalam sekali pengisian daya) 
  • Waktu pengisian daya baterai: 4-5 jam
  • Tenaga: Naik 25%
  • Akselerasi: -
  • Top speed: -

VW Kodok listrik dengan kit dari VW:

  • Daya baterai: 36,8 kWh
  • Jarak tempuh maksimal: 200 km (dalam sekali pengisian daya) 
  • Waktu pengisian daya baterai: 1 jam (untuk jarak sejauh 150 km)
  • Tenaga: 81 HP
  • Akselerasi: 0-80 km/jam dalam 8 detik
  • Top speed: 150 km/jam
(Jalopnik)

Raksasa Wolfsburg itu memang belum mengumumkan soal biaya konversi resminya yang juga diprediksi tidak murah. Namun bila dibandingkan dengan biaya konversi kit aftermarket yang disebut menembus miliaran di Indonesia, rasa-rasanya solusi yang ditawarkan VW untuk menyelamatkan nasib model bersejarahnya itu lebih menarik, bukan? Selain tentu akan mendapat garansi langsung dari VW, layanan purna jual juga lebih terjamin.

Namun kekurangannya adalah masih belum jelas apakah kit tersebut nantinya juga akan dijual VW secara terpisah, seperti milik EV West, atau pengerjaan konversi tetap harus dilakukan oleh rekanan resmi VW. 

Satu yang pasti adalah VW mengklaim konversi serupa bisa dilakukan pada semua mobil lawas 'aircooled' atau berpendingin udara besutannya, dari VW Kombi bahkan Porsche 356. 

Buat OLXer yang tertarik, tunggu saja perkembangan selanjutnya dari VW, ya! (Dhan/ Her)