Copied to clipboard!
Teknik Pengereman

Ilustrasi : Proses penngereman saat berkendara (Foto : Shutterstock)



TIPS

Mengenal Istilah Pulse dan Threshold dalam Teknik Pengereman

Author : Zainal Abidin

18 Nov 2020


Salah satu instrumen penting pada kendaraan adalah sistem pengereman. Fungsinya adalah mengurangi laju kendaraan atau menghentikan kendaraan. Mengingat pentingnya fungsi rem ini, tentu sangat dianjurkan kepada semua pengendara agar selalu menjaga performa kerja rem di kendaraan, baik itu mobil maupun motor.

Selain menjaga fungsi pengereman, perlu juga untuk mengetahui berbagai teori pengereman yang bisa diaplikasikan selama berkendara.

Khusus kendaraan yang belum dilengkapi fitur rem ABS (anti-lock braking system) kinerja rem memang belum optimal. Untuk mengakalinya, ada dua teknik mengerem yang bisa diaplikasikan, pulse dan threshold. Keduanya punya teknik berbeda.

Tetapi kembali lagi, kunci utama untuk pengereman yang sempurna tergantung pada grip ban ke aspal atau permukaan jalan. Secanggih apapun spesifikasi rem mobil tersebut, jika kondisi ban tidak bisa menghasilkan grip yag sempurna pada permukaan jalan, maka pengereman tidak berjalan dengan baik. 

Nah, sekarang kita bahas dua teknik pengereman tersebut :

Teknik Pulse

Teknik ini meniru cara kerja ABS (anti-lock braking system). Caranya dengan menginjak pedal rem secara kuat dengan metode injak-lepas berulang kali secara cepat. Jika digambarkan, sama seperti saat memompa ban sepeda menggunakan pompa kaki. 

Tujuannya agar roda tidak mengunci dan kekuatan pengereman lebih optimal. Teknik ini bermanfaat untuk mobil yang belum menggunakan teknologi ABS.

Teknik Threshold

Teknik kedua disebut dengan threshold atau injakan mengambang. Sama seperti teknik pulse, pedal rem diinjak secara kuat sampai mendekati batas penguncian, kemudian diangkat secara perlahan hingga seperti injakan yang mengambang.

Yang harus diperhatikan adalah saat kaki diangkat, jangan dilakukan dengan cepat, tapi perlahan. Untuk tahu batas rem telah tercapai cukup mendengarkan suara berdecit pelan dari ban. Jika mendengarkan suara tersebut, disitulah momen kaki harus melepas injakan pada pedal rem dengan perlahan.

Teknik pengereman ini memang perlu waktu dan latihan agar kaki lebih terbiasa untuk melepas pedal lebih halus serta menghindari kaki menginjak pedal rem hingga melewati batas penguncian roda yang akan membuat mobil tidak stabil.

Hasil dari jarak pengereman dengan teknik threshold juga berbeda-beda, tergantung dari permukaan dan kecepatan. Mengerem di jalanan kering hasilnya berbeda dengan jalanan basah. Begitu pula saat mengerem dengan kecepatan 100 km/jam tentu berbeda dengan 40 km/jam.

Beruntungnya sekarang karena hampir seluruh model terbaru mobil Toyota di semua segmen kendaraan penumpang, sistem pengeremannya sudah dibekali fitur ABS, sehingga pemilik kendaraan penumpang merek Toyota sudah tidak perlu fokus untuk melakukan kedua teknik pengereman tersebut.