BERITA

Mengintip Sejarah Panjang Kendaraan Elektrifikasi Toyota

17 Oct 2019

Usai menuntaskan perjalanan bersama deretan model kendaraan elektrifikasi merek Toyota di Banyuwangi dan Bali, kami mendapat sebuah pengalaman yang tentunya sangat menyenangkan. 

Bukan lantaran bisa jalan-jalan keliling Pulau Dewata atau mengeksplore lokasi wisata Banyuwangi seperti Taman Nasional Baluran, melainkan karena berkesempatan menguji kemampuan mobil-mobil ramah lingkungan dengan semburan tenaga yang berlebih tersebut.

Jujur, kami merasa sangat puas bisa menceritakan bagaimana kenikmatan hakiki mengendarai mobil berteknologi hybrid maupun PHEV secara berganti-gantian dari delapan unit yang disediakan.

Namun kepuasan tersebut rasanya kurang lengkap bila kami tidak berbagi terkait sejarah teknologi mesin-mesin canggih milik Toyota tersebut kepada OLXer. 

Semua bermula di era 1990an, saat Toyota memutuskan untuk memprioritaskan pengembangan kendaraan ramah lingkungan untuk melanjutkan bisnisnya di masa depan.

Maka di tahun 1993 muncullah Toyota Earth Charter dengan misi menyediakan sarana mobilitas yang ramah lingkungan, nyaman, aman, untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang nyaman dan layak untuk dihuni. 

Saat itu Toyota berkomitmen untuk ‘go beyond zero’ sehingga menghasilkan dampak positif pada lingkungan. Seperti mengoptimalkan penggunaan air, menciptakan lingkungan yang menerapkan pola daur ulang dalam kehidupan, dan hidup dalam harmoni dengan alam dengan cara melakukan reboisasi, edukasi lingkungan hidup, dan upaya lain bersama para stakeholder. 

Line up kendaraan elektrifikasi Toyota yang dijual di Indonesia (Sumber: TAM)

Meski Prius HEV sudah ada sejak tahun 1997, namun sejarah kendaraan elektrifikasi Toyota di Indonesia baru dimulai tahun 2009 silam ditandai dengan dijualnya Toyota Prius HEV Gen-2 secara resmi. 

“Secara total, penjualan mobil hybrid Toyota di Indonesia sejak awal hingga Agustus 2019 sudah mencapai 2.284 unit. Camry Hybrid merupakan penyumbang angka penjualan terbanyak selama kurun waktu tersebut, yaitu sebanyak 1.469 unit, atau berkontribusi sekitar 64,3 persen. Diikuti oleh Toyota C-HR Hybrid sebanyak 245 unit, yang berkontribusi sekitar 10,7 persen dari total penjualan,” ucap Anton Jimmi Suwandy, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) saat ditemui OLX Indonesia di Bali beberapa waktu lalu. 

Baca : Populasi Mobil Hybrid Toyota di Indonesia

Di saat merek kendaraan lain sudah mulai gencar mempromosikan model kendaraan full listrik kepada konsumen Indonesia, Toyota malah lebih memilih untuk tetap fokus dalam menjual kendaraan HEV-nya.

Beberapa model Toyota HEV yang sudah dijual di Indonesia masing-masing adalah Prius HEV, Alphard HEV, Camry HEV, C-HR HEV, dan yang paling baru adalah Corolla Altis HEV. 

“HEV atau Hybrid merupakan kendaraan elektrifikasi yang paling pas digunakan di Indonesia saat ini. Pemilik hanya tinggal duduk di balik kemudi dan biarkan Hybrid Synergy Drive (HSD) sebagai otak pengatur kinerja mesin hybrid yang mengelola kinerja mobil tanpa perlu pusing dengan kapasitas baterai. Sistemnya juga sudah disesuaikan dengan kondisi Indonesia karena tidak membutuhkan tambahan infrastruktur apapun selain SPBU yang memang sudah tersedia di hampir setiap kota dengan jumlah yang cukup banyak,” jelas Anton. 

Kekhawatiran soal isu pemakaian baterai pun sudah teratasi dengan garansi hingga 5 tahun atau 150.000 km untuk baterai hybrid (mana yang lebih dulu), serta garansi teknis mobil selama 3 tahun atau 100.000 km (mana yang lebih dulu). Pun ditambah dengan biaya servis berkala yang tidak jauh berbeda dengan versi gasoline.

Kendati memilih untuk fokus menjual HEV untuk saat ini, namun Toyota Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk menjual model PHEV, FCEV, dan BEV disini. 

Prius, Model Kendaraan Elektrifikasi Pertama Toyota

Toyota Prius PHEV (Sumber: TAM)

Baca : Toyota Prius PHEV Bakal Masuk Indonesia?

Toyota Earth Charter hadir dengan misi menciptakan mobil dengan efisiensi bahan bakar mencapai 50 persen. Dan pada tahun 1997, Toyota berhasil memproduksi Toyota Prius HEV atau Hybrid Electified Vehicle sebagai kendaraan elektrifikasi pertama bermesin hybrid.  

Prius HEV pun akhirnya menjadi role model pengembangan produk hybrid Toyota berkelanjutan. 

Sampai sekarang, Toyota dan Lexus sudah punya lebih dari 40 model HEV di seluruh dunia dengan penjualan mencapai lebih dari 14 juta unit. 

Hasilnya, di 2018 produk elektrifikasi Toyota mampu mereduksi sebanyak 103 juta ton emisi karbondioksida (CO2). Kendaraan HEV Toyota juga mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 38 juta kiloliter, atau setara penggunaan bahan bakar melakukan perjalanan dari bumi ke bulan pulang pergi sebanyak dua juta kali. 

Jenis Teknologi Elektrifikasi Milik Toyota

Interior Toyota Prius PHEV (Sumber: TAM)

Toyota hadir dengan beberapa jenis kendaraan elektrifikasi, bukan cuma HEV saja. Toyota menciptakan kendaraan elektrifikasi sesuai peruntukannya di pasar global menggunakan komponen motor listrik, baterai, dan Power Control Unit atau inverter sebagai basis pengembangan. 

Berikut adalah jenis Electrified Vehicle (EV) yang sudah dikembangkan oleh Toyota; 

1. Hybrid Electrified Vehicle (HEV) 

2. Plug-in Hybrid Electrified Vehicle (PHEV) 

3. Battery Electrified Vehicle (BEV) 

4. Fuel Cell Electrified Vehicle (FCEV) 

Saat ini Toyota terus melakukan riset dan pengembangan kendaraan elektrifikasi untuk mencapai target yang dicanangkan dalam Toyota Environmental Challenge 2050. Langkah paling nyata adalah melengkapi seluruh line-up produk Toyota dengan pilihan model HEV sambil terus mengembangkan dan memasarkan secara global model PHEV, FCEV, dan BEV yang disesuaikan dengan tren dan kebutuhan yang berkembang di setiap negara.

Kalian juga bisa menemukan mobil teknologi hybrid bekas merek Toyota yang dijual dalam kondisi masih bagus dengan harga terjangkau disini. (Z)