MOBIL BEKAS

Menolak Tua Bersama Suzuki Jimny

02 Dec 2019

Kawasan wisata Pantai Timang yang terletak di kisaran Gunung Kidul, Jogjakarta memang menghadirkan keindahan laut dengan karang tinggi yang selalu memancing setiap pengunjung untuk melakukan swafoto di setiap sudutnya.

Kawasan wisata tersebut memang tidak menawarkan spot untuk siapa saja yang datang kesana untuk berenang, karena memang sangat berbahaya. Tapi bukan berarti tak ada aktifitas yang bisa dilakukan disana.

Menyeberangi laut menggunakan gondola kayu atau melewati jembatan adalah wahana yang sangat menantang adrenalin dan tak boleh dilewatkan kalau berkesempatan mengunjungi Pantai Timang.

Untuk bisa mencapai kawasan Pantai Timang, kita terlebih dulu bakal ditawarkan keseruan perjalanan sejauh 4 km menggunakan mobil offroad yang sekaligus merupakan mobil legenda pabrikan Jepang, Suzuki Jimny.

Memang, untuk mencapai Pantai Timang terlebih dulu kita harus melalui perjalanan yang cukup berat dengan medan yang ekstrim. Mulai jalan setapak buatan warga dari beton, hingga jalur berbatu cadas dan menanjak.

Jalur ini memang tidak mungkin dilalui mobil-mobil penumpang berjenis MPV dengan ground clearance yang rendah. Sehingga tak ada pilihan lain selain menggunakan jasa antar.

Adalah Aji, putra asli daerah kawasan Gunung Kidul berusia 43 tahun yang sudah dua tahun menjalankan bisnis antar wisatawan menuju Pantai Timang. 

Mengandalkan Suzuki Jimny lansiran 89 miliknya sendiri, Aji mengaku mampu menghidupi keluarganya dengan bisnis yang dijalankannya tersebut.

Tak kurang dari 30 unit mobil Jimny tua yang ada disana siap mengantarkan menuju lokasi Pantai Timang. Untuk menggunakan jasa Pak Aji dan kawan-kawannya, siapkan saja kocek sebesar Rp 350.000 untuk paket antar pulang pergi. Kapasitas muat maksimal untuk 4 orang.

Rutin Servis Demi Menjaga Performa Jimny Tua

Yang menarik dari mobil Jimny tua milik Aji karena performanya yang juara meski setiap hari harus melibas jalur ekstrim. Padahal Aji mengakui untuk mesin mobil kesayangannya semua masih dalam kondisi yang masih standard.

"Mesin mobil masih standard, kalaupun ada perubahan hanya di bagian gearboks untuk menjadikannya mobil berpenggerak 4 roda (4 WD), kaki-kaki dengan menggunakan suspensi yang sesuai kebutuhan dan ujung muffler biar suara mesinnya terdengar sangar," aku Aji kepada OLX saat mengunjungi Pantai Timang, Kamis (28/11/2019) lalu.

Yang terpenting menurutnya adalah bagaimana perawatannya. Untuk hal ini kata Aji, setiap bulan dia harus siapkan bajet servis sebesar 1,5 juta rupiah. 

"Itu untuk servis rutin saja misal penggantian oli dan pengecekan kaki-kaki mobil. Karena memang perhatian harus sedikit lebih ke kaki-kakinya. Biasanya per tiga bulan sekali suspensinya harus di servis kalau belum rusak. Kalau sudah patah ya mau gak mau harus ganti," ujarnya.

Sementara untuk menjaga kenyamanan penumpang saat melalui jalur berbatu, Aji akui punya trik khusus yang dilakukan di bagian ban.

"Ukuran angin pada ban harus dibuat lebih soft. Depan tekanannya 18 psi, belakang 20 psi. Kalau terlalu keras malah bikin gak nyaman penumpang, bantingannya bakal keras dan mentul-mentul," pungkasnya.

Berbekal keandalan Suzuki Jimny miliknya, Aji setiap harinya mengaku bisa membawa wisatawan menuju Pantai Timang sebanyak 2 rit (dua kali perjalanan pulang-pergi).

Aji dan puluhan anggota paguyuban pemilik Suzuki Jimny lawas yang beroperasi di kawasan Gunung Kidul menolak tua bersama sang legenda yang tak pernah usang dilindas zaman.

Mobil Suzuki Jimny lawas juga banyak dijual di platform OLX. Kalian bisa pilih mulai dari tahun produksi tertua sampai yang paling muda, semua ada. Silahkan klik disini. (Z)