BERITA

Mitsubishi Xpander Kini Jadi Bahan Kelinci Percobaan Siswa SMK

09 Oct 2019

Siapa yang tak kenal Mitsubishi Xpander? Sejak hadir 2017, mobil dengan kapasitas tujuh orang penumpang ini namanya terus melejit di pasar otomotif nasional termasuk mampu membayangi penjualan Toyota Avanza dalam satu tahun terakhir.

Tentu saja, ketenaran Mitsubishi Xpander ini menumbuhkan rasa penasaran bagi mereka yang belum memilikinya seberapa hebat mobil tersebut.

Bicara soal Xpander, ternyata Mitsubishi Indonesia melalui PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) rela dijadikan kelinci percobaan atau alat praktik bagi mereka yang mengambil bidang otomotif.

Setidaknya, hal ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang disebut MMKI Development Program dan diberikan tiga unit Xpander kepada tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kawasan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai dari SMKN 1 Cikarang Selatan, SMK Bina Prestasi di Tambun dan SMK Binamitra di Cikarang Timur

Tentunya para siswa yang mengoprek jeroan Xpander tidak hanya mendapatkan pengetahuan semata. Sebab, mereka berkesempatan menyalurkan ilmu soal otomotif di dunia kerja nanti.

“MMKI Development Program akan terus dilakukan secara berkesinambungan agar memberikan hasil yang signifikan bagi perkembangan pendidikan terutama pada bidang yang berkaitan dengan otomotif,” ujar Presiden Direktur MMKI Shinji Matsumura dalam pesan tertulis.

Kebagian juga dirasakan, Kepala Sekolah SMKN 1 Cikarang Selatan,  Hoyadi. Kata dia, sekolah menyambut baik keterlibatan perusahaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Sinergi antara dunia pendidikan dan industri penting untuk terus dilakukan agar pendidikan dapat mengikuti perkembangan yang terjadi pada industri,” ungkap

MMKI Development Program sendiri pada dasarnya sudah dimulai pada 2017 melalui kegiatan 1-Day Seminar yang diikuti oleh 550 pelajar SMK dan 12-Days Training dengan peserta sejumlah 55 orang dari SMK di Wilayah Kabupaten Bekasi.

Setahun kemudian atau 2018, jumlah peserta meningkat menjadi 1.025 peserta untuk 1-Day Seminar dan 110 pelajar untuk 12-Days Training untuk Wilayah Jawa Barat. Dalam tahun 2019, dua kegiatan ini akan merambah wilayah baru di Jawa Tengah. (Her)