OLX News Logo
Menu Icon OLX News Logo Search Icon
OLX News Logo Close Icon

Home /  Berita /  Mobil Berbahan Bakar Bensin Bakal Dilarang Dijual Pada 2030



Mobil Berbahan Bakar Bensin Bakal Dilarang Dijual Pada 2030

07 Dec 2020

Ilustrasi kondisi jalanan di kota Tokyo, Jepang. (Shutterstock)

Pencemaran udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor dianggap menjadi ancaman bagi manusia di masa depan. Hal ini pula membuat sejumlah negara dikabarkan akan melarang penjualan mobil bermesin bensin akan dilarang dijual.

Setidaknya, negara yang kemungkinan akan melarang menjual mobil bensin yaitu Jepang. Pemerintah negeri Sakura ingin mendukung kendaraan yang lebih ramah lingkungan seperti bermesin hybrid atau listrik.

Langkah tersebut mengikuti janji Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada Oktober lalu mengatakan, Jepang akan memangkas emisi karbon menjadi nol pada tahun 2050 dan menjadi negara G7 kedua yang menetapkan tenggat waktu menghentikan kendaraan berbahan bakar bensin dalam waktu kurang dari dua minggu. Demikian dilansir Reuters.

Seperti OLXer ketahui, negara G7 sendiri merupakan nama negara yang memiliki kekuatan dalam hal industri, politis dan ekonomis di dunia, yang anggotanya terdiri dari Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, Amerika Serikat dan Kanada. Adapun negara G7 pertama yang mengumumkan untuk menghentikan penjualan mobil listrik yaitu Inggris.

Bahkan kepala juru bicara pemerintah Katsunobu Kato dalam sebuah konferensi pers mengatakan, Kementerian Perindustrian Jepang akan memetakan rencana pada akhir tahun ini.

Sementara itu, menurut laporan NHK Kementerian Perindustrian Jepang saat ini sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan semua kendaraan baru menjadi kendaraan listrik, termasuk kendaraan hybrid.

Tanggapan pabrikan otomotif

Adanya intervensi pemerintah Jepang untuk menurunkan emisi karbon dipercaya dapat memicu perlombaan teknologi di antara pabrikan otomotif terkait kendaraan ramah lingkungan untuk memikat calon konsumen. Setidaknya, pasar otomotif terbesar untuk kendaraan ramah lingkungan saat ini terdapat di Cina dan Amerika Serikat.

Dengan keputusan ini pula, membuat sejumlah perusahaan mobil di Jepang, seperti Toyota Motor Corp akan melakukan penelitian dan pengembangan yang lebih besar, serta memanfaatkan  teknologi kendaraan listrik yang telah mereka kembangkan di Jepang.

Sebelumnya, Nissan Motor Corp sendiri telah menyatakan siap menanggapi keputusan Inggris untuk mempercepat tanggal penghentian penggunaan mobil dan van bertenaga bensin dan diesel mulai lima tahun ke depan hingga 2030.

Adapun menurut Boston Consulting Group dalam sebuah laporan prospek mobil listrik berbasis baterai mencatat di Jepang pangsa pasar kendaraan listrik diperkirakan akan meningkat menjadi 55 persen pada 2030 mendatang.

"Kecepatan perluasan pangsa kendaraan listrik akan meningkat karena fakta bahwa harga baterai turun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya," tulis Boston Consulting dalam laporannya.

 

Herdi Muhardi
Herdi Muhardi

Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.



Berita Terkait



Baca Juga