OLX News Logo
Menu Icon OLX News Logo Search Icon
OLX News Logo Close Icon

Home /  Berita /  Mobil Listrik di Indonesia, Seberapa Murah?



Mobil Listrik di Indonesia, Seberapa Murah?

20 Sep 2021

Ilustrasi mobil listrik.

Mobil Listrik disebut akan menjadi bagian dari transportasi masa depan. Bahkan dengan  perkembangan teknologi dan inovasi dibidang otomotif, membuat sejumlah brand turut menggarap mobil listrik.

Ya, salah satu keunggulan mobil listrik ini adalah ramah lingkungan dan tidak memiliki emisi gas buang. Hal inilah yang membuat industri otomotif akan mengarah pada terciptanya sebuah kendaraan yang tetap menghasilkan kualitas udara lebih baik.

Nah, jika OLXer ingin lebih jelas soal perkembangan mobil listrik sampai dengan awal mula terciptanya mobil listrik, berikut ulasannya.

Sejarah mobil listrik 

Mobil Listrik
Ilustrasi mobil listrik. (Shutterstock)

Seperti diketahui, mobil listrik merupakan evolusi dari sebuah alat transportasi yang mengalami perkembangan sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

Memang meski kehadiran mobil listrik saat ini terlihat modern, namun keberadaan mobil listrik ternyata bukan muncul sejak lima atau 10 tahun lalu. Sebab, mobil listrik sudah ada sejak lebih dari 100 tahun lalu atau sekitar 1880’an.

Bahkan mobil listrik sendiri disebutkan muncul setelah kereta listrik yang diciptakan Robert Anderson. Lalu, mobil listrik pertama apa yang OLXer kenal, Tesla? Ternyata, mobil listrik pertama dibuat oleh Ferdinand Porsche bernama P1 pada tahun 1898.

Pada tahun 1899, Camille Jenatzy juga mengembangkan sebuah mobil listrik yang bisa disebut sangat cepat, yaitu tembus 105 km per jam.

Oia, sebelum memasuki tahun 1900, perusahaan Baker Motor Vehicle menjadi perusahaan otomotif yang dikenal mengembangkan mobil listrik, dan dijual secara masal.

Kehadiran mobil listrik pun semakin berkembang dan maju, bahkan penemu lampu listrik, Thomas Alva Edison turut andil mendesain dan mengembangkan baterai mobil listrik.

Pada awal 1900, tak sedikit orang yang mengembangkan sebuah mobil, namun tidak bermesin listrik. Bahkan pada tahun 1908, perusahaan Amerika Serikat, Ford Motor Company, yang dipimpin langsung Henry Ford, menciptakan Ford Model T dan A yang dijejali mesin bensin dan harganya bisa disebut lebih murah dibandingkan mobil listrik.

Sebagai perbandingan, pada tahun 1912 jika harga mobil bensin sekitar US$650, maka untuk mobil listrik tembus diangka US$1.750. Harga mobil listrik bisa disebut cukup mahal kala itu.

Memasuki tahun 1914, tren mobil listrik justru menurun dikarenakan harganya yang cukup mahal. Sebaliknya, mobil mesin bensin lebih banyak diminati karena harganya cenderung lebih murah.

Mesin bensin semakin berkembang, terlebih ditemukannya minyak mentah di Texas, Amerika Serikat sekitar tahun 1935, sehingga harga bahan bakar jadi ikut murah. Hal ini pun membuat minat masyarakat membeli mobil listrik jadi menurun.

Di awal tahun 70’an ini, mobil dikembangkan tak terkecuali American Motor Company, yang memproduksi jip bertenaga listrik, serta NASA membantu meningkatkan profil kendaraan listrik ketika penjelajah Lunar listriknya menjadi kendaraan berawak pertama di bulan pada tahun 1971.

Pamor mobil listrik kembali mencuat, setelah harga minyak naik dan kelangkaan bensin terjadi, serta embargo minyak mentah dari tanah Arab pada tahun 1973. Hal ini membuat Amerika Serikat tak ingin bergantung pada minyak asing, dan memilih sumber daya hasil sendiri.

Di saat yang sama, banyak perusahaan mobil yang akhirnya membuat prototipe mobil listrik. Tak terkecuali General Motors yang menampilkannya di Simposium Pertama Badan Perlindungan Lingkungan tentang Pengembangan Sistem Daya Polusi Rendah pada tahun 1973.

Sekitar tahun 1976, sebuah kongres mencatat dan mengesahkan Undang-Undang Penelitian, Pengembangan, dan Demonstrasi Kendaraan Listrik dan Hibrida. Undang-Undang tersebut memberikan wewenang kepada Departemen Energi untuk mendukung penelitian dan pengembangan kendaraan dengan teknologi listrik dan hibrida.

Lebih dari 10 tahun berlalu, mobil listrik Kembali bangkit pada tahun 1990-an, dimana adanya pengesahan amandemen Undang-Undang Udara Bersih 1990 dan Undang-Undang Kebijakan Energi 1992.

Adanya aturan ini membuat beberapa perusahaan mobil mengembangkan mobil listrik. Tak terkecuali General Motors yang menghadirkan GM EV1. Mobil ini cukup popular dalam film dokumenter 2006 'Who Killed the Electric Car?'.

Diketahui, GM EV1 mampu menjelajah hingga 80 mil dan dapat berakselerasi dari 0 hingga 50 mil per jam hanya dalam tujuh detik. Ya, mobil GM EV1 memang cukup disukai, hanya saja biaya produksi mobil ini tergolong mahal, sehingga pada tahun 2001 akhirnya di stop produksi.

Memasuki tahun 2006 , Elon Musk muncul dan memperkenalkan merek mobil Tesla yang ingin menggarap mobil listrik mewah. Gayung bersambut, Tesla mendapat suntikan dana hingga US$465 juta, dan muncul Tesla Roadster pada 2008.

Semakin berkembang teknologi listrik, ternyata menjadi pemantik beberapa pabrikan otomotif ternama untuk menggarap mobil listrik.

Bagaimana di Indonesia? Lihat ulasannya di bawah ini.

Mobil listrik di Indonesia

Mobil Listrik Selo
Mobil listrik Selo buatan Ricky Elson. (Istimewa)

Indonesia sejatinya jadi negara yang turut mengembangkan teknologi listrik. Bahkan pada tahun 2012, Dahlan Iskan yang menjadi Menteri BUMN di masa presiden Susilo Bambang Yudhoyono kala itu,  mengajak putra terbaik bangsa untuk membuat mobil listrik.

Moment inilah membuat nama Ricky Elson mencuat dan mengembangkan mobil listrik yang desainnya ciamik, serta tak kalah dari mobil-mobil sport buatan Eropa. Ya, mobil listrik itu diberi nama Selo.

Nama Selo semakin meroket, karena ikut hadir dalam gelaran KTT APEC di Bali pada tahun 2013. Selain Selo, Ricky Elson juga menggarap mobil Tucuxi.

Namun sayang, Tucuxi saat dijajal oleh Dahlan Iskan mengalami kecelakaan saat melewati turun di Kawasan Magetan, Jawa Timur. Kala itu, Dahlan Iskan memilih menabrakan mobil ke tebing di kanan jalan, hingga membuat Tucuxi rusak parah.

Setelah kecelakaan tersebut, pengembangan mobil listrik di Indonesia seakan terhenti. Bahkan mobil listrik buatan Ricky Elson disebut tak lolos uji emisi.

Nah kini, Indonesia rupanya ingin kembali menjadi basis produksi mobil listrik. Bahkan Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan dan telah diundangkan sejak 12 Agustus 2019.

Mitos atau Fakta mobil listrik

Setidaknya ada beberapa hal soal mobil listrik yang ternyata mitos belakang yang masih beredar di masyarakat , antara lain:

1. Mobil listrik punya jarak tempuh pendek

Jarak tempuh mobil listrik tergantung pada kapasitas baterai. Sebagian besar mobil listrik yang sudah mendapatkan pengisian penuh menargetkan jangkauan hingga 500 kilometer.

Misalnya jika dalam kondisi tertentu seperti baterai mobil yang tidak terisi penuh atau kurang dari 10-15 persen, sehingga setidaknya mobil listrik memiliki jangkauan sekurang-kurang 400 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

2. Laju mobil listrik pelan

Mitos selanjutnya adalah tarikan mobil listrik pelan. Sebaliknya, laju sebuah mobil dipengaruhi oleh torsi yang dihasilkan. Pengertian torsi sendiri adalah suatu gerakan berupa dorongan yang terjadi antara piston dan poros engkol.

Nah kebetulan mobil listrik sudah tidak ada lagi sistem mekanikal dari sebuah mesin konvensional. Artinya tidak ada lagi tenaga yang terbuang percuma mulai dari mesin sampai ke roda mobil.

Oleh karena itu, tenaga dan torsi yang dihasilkan oleh motor listrik langsung disalurkan ke roda sehingga menghasilkan sebuah laju yang instan bahkan saat mulai bergerak dari kecepatan awal.

3. Mobil listrik tidak ramah lingkungan

Ramah atau tidaknya mobil listrik terhadap lingkungan tergantung pada di mana dan bagaimana mengisi ulang mobil listrik. Jika OLXer menggunakan jenis listrik terbarukan, seperti tenaga surya, maka tidak ada emisi karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh mobil listrik.

Namun, untuk negara-negara yang sebagian besar listriknya berasal dari sumber intensif CO2 seperti batu bara dan gas, termasuk Indonesia, mobil listrik tetap mengeluarkan emisi CO2. Hitungannya, mobil listrik menghasilkan 1,07 kilogram CO2 per kilowatt-jam listrik yang digunakan. Untuk mobil listrik dengan baterai 80 kWh, jumlah CO2-nya mencapai 85,6 kilogram.

Perlu Anda ketahui, jumlah emisi CO2 yang dikeluarkan oleh mobil listrik itu pun masih lebih kecil dibanding jumlah emisi CO2 hasil mobil bertenaga bensin yang memerlukan sekitar 40 liter bahan bakar sehingga menghasilkan 92,4 kilogram CO2. Jadi, mobil listrik tetap lebih ramah lingkungan dibandingkan mobil berbahan bakar, bahkan untuk hitungan listrik yang masih dihasilkan dari sumber daya tidak ramah lingkungan.

4. Mobil listrik itu boros di ongkos

Selanjutnya adalah listrik biasanya menghabiskan sekitar Rp 4.000 per kilowatt-jam, tergantung pada dimana tinggal (daerah pedesaan bisa lebih mahal).

Pada mobil listrik kecil, dibutuhkan sekitar Rp 278 ribu untuk muatan penuh yang diklaim dapat membawa Anda sejauh 450 kilometer. Anggaplah biaya tersebut bisa membuat mobil listrik melaju hingga 400 kilometer, itu artinya sekitar Rp 70 ribu per 100 kilometer.

Dengan asumsi harga bensin rata-rata Rp 20 ribu setiap 100 kilometer, mobil berbahan bakar fosil akan menelan biaya lebih dari Rp 150 ribu per 100 kilometer. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik membutuhkan biaya sekitar setengah dari total keseluruhan yang dibutuhkan mobil bensin, sehingga punya mobil listrik tidak bisa dikatakan lebih boros.

5. Mobil listrik gampang korsleting saat hujan

Kekhawatiran soal mobil listrik gampang korsleting saat hujan juga tidak tepat. Meskipun benar bahwa air merupakan media penghantar arus listrik, namun hal tersebut tidak lantas membuat mobil listrik jadi berbahaya dan gampang korsleting saat hujan atau kena air.

Perlu diketahui, mobil listrik diluncurkan setelah lolos berbagai tahap uji ekstrem, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan pengguna. Oleh karena itu, meskipun mobil bertenaga listrik, mobil ini akan tetap aman digunakan saat hujan dan dapat dicuci seperti mobil-mobil konvensional.

Komponen penting mobil listrik

Nah, agar pengetahuan OLXer bertambah soal mobil listrik berikut ini beberapa komponen nya yang perlu diketahui, dan memahami cara kerjanya, yaitu:

1. Baterai traksi

Komponen mobil listrik ini disebut baterai traksi karena fungsi utamanya adalah menyimpan dan mengalirkan arus listrik searah (direct current) ke inverter, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan motor traksi. Ketika controller mengirimkan sinyal, maka baterai traksi akan langsung memindahkan arus listrik ini supaya bisa menggerakkan motor traksi.

Baterai traksi dibuat dengan struktur yang kokoh dan kekar agar komponen terpenting ini tidak mudah rusak. Selain itu, baterai traksi juga didesain agar bisa diisi ulang berkali-kali. Umumnya, baterai traksi berjenis lithium-ion karena daya tahannya yang baik.

2. Inverter

Arus listrik direct current (DC) dari baterai traksi akan dialirkan ke inverter terlebih dahulu untuk diubah menjadi arus listrik alternating current (AC) atau bolak-balik. Jadi, saat controller mengirimkan sinyal ke baterai traksi, listrik DC diubah menjadi listrik AC oleh inverter untuk menggerakkan motor traksi.

Sebaliknya, ketika terjadi pengereman, inverter mengubah arus listrik AC menjadi DC. Gunanya agar bisa mengisi daya baterai kembali. Inverter juga mengontrol tekanan pada pedal gas, di mana inverter bisa mempercepat dan memperlambat laju motor. Pada mobil listrik, biasanya inverter yang digunakan adalah bi-directional inverter.

3. Motor traksi

Motor traksi adalah sebuah dinamo listrik yang fungsinya menggerakkan transmisi dan roda. Bisa dikatakan bahwa motor traksi menjadi komponen mobil listrik yang sangat penting dalam performa mobil listrik yang Anda kendarai. Motor traksi dapat berputar hingga 18.000 rpm.

Jenis motor traksi yang paling banyak digunakan adalah Brushless DC Traction Motor (BLDC). Sementara pada mobil listrik bertenaga baterai (BEV), motor traksi menggantikan fungsi Internal Combustion Engine (ICE).

4. Controller

Salah satu komponen mobil listrik yang utama, yaitu controller memiliki fungsi utama sebagai pengatur daya listrik yang tersalurkan dari baterai menuju inverter, kemudian menggerakkan motor traksi.

Sinyal yang dikirimkan oleh controller ini berasal dari pedal mobil yang diinjak oleh pengemudi. Pedal mobil juga mengatur berapa banyak tekanan maupun frekuensi pada motor, sehingga mempengaruhi laju mobil.

5. Auxiliary battery

Mobil listrik ternyata memiliki lebih dari satu baterai, yaitu tambahan daya listrik dalam bentuk auxiliary battery. Komponen mobil listrik ini digunakan sebagai tempat penyimpanan dan penyedia arus listrik untuk menghidupkan aksesoris mobil yang bukan termasuk komponen utama.

Contohnya seperti air conditioner di mobil, wiper, alarm, lampu mobil, dan lain sebagainya. Selain itu, auxiliary battery juga bisa digunakan sebagai baterai cadangan jika sewaktu-waktu baterai traksi mengalami masalah.

6. Charger

Charger termasuk sebagai komponen mobil listrik yang sifatnya mendukung, alias tidak benar-benar wajib ada di setiap mobil listrik. Ini dikarenakan sejumlah tipe mobil listrik seperti All-New Nissan Kicks e-Power tidak membutuhkan charger untuk mengisi daya listrik pada mobil.

Cara kerja charger adalah mengisi daya baterai dengan arus listrik AC dari PLN, lalu diubah menjadi arus listrik DC yang disimpan di dalam baterai traksi. Secara umum, ada dua jenis charger pada mobil listrik. Pertama, on-board charger yang terpasang di dalam interior mobil. Kedua, off board charger yang berada di luar eksterior mobil.

7. Sistem termal

Ketika Anda mengemudikan mobil listrik, maka suhu pada mesin mobil menjadi panas. Di sinilah peran sistem termal, yaitu komponen mobil listrik yang berfungsi sebagai pendingin mesin mobil.

Ini juga termasuk menjaga suhu motor traksi dan berbagai komponen elektrikal lainnya. Dengan begitu, komponen mobil tetap berada dalam suhu normal meskipun mobil listrik melaju kencang dalam waktu yang lama.

8. DC converter

Arus listrik DC yang didapatkan dari baterai traksi bersifat tegangan tinggi sehingga diperlukan DC converter untuk mengubahnya menjadi arus listrik bertegangan rendah. Tujuannya agar listrik tersebut bisa dimanfaatkan oleh komponen mobil listrik lainnya yang membutuhkan listrik bertegangan rendah. Terakhir, DC converter juga berfungsi sebagai alat untuk mengisi daya listrik pada baterai.

Daftar mobil listrik di Indonesia

1. Renault Twizy

Renault Twizy, mobil jenama asal asal Prancis ini dijajakan Prestige Motorcars melalui salah satu situs jual beli online ternama dan hanya dijual dalam jumlahnya terbatas, yaitu 30 unit.

Dilihat dari bentuknya, Renault Twizy tidak seperti mobil pada umumnya, karena bentuknya lebih mungil, seperti panjang 2.338 millimeter, lebar 1.381mm (depan) dan 1.080 mm (belakang), serta tingginya 1.454 mm. Sedangkan berat keseluruhan mobil ini bisa mencapai 450 kg.

Masuk ke dalam kabin mobil ini memang hanya mampu menampung satu orang pengemudi dan satu orang penumpang. Ya, memang seperti transportasi umum bajaj. Akan tetapi untuk mengendalikan lajunya menggunakan lingkar kemudi. 

Kabin mobil memang terlihat simple bagian kabin Renault Twizy, seperti pada bagian dashboard hanya terpampang Econometer digital, tombol lampu hazard, tombol transmisi dengan tiga pilihan R, N, dan D. 

Tidak ada sistem hiburan seperti mobil-mobil pada umumnya. Akan tetapi mobil ini tersedia slot 12v untuk pengisian daya baterai ponsel, handbrake berbentuk tuas, serta sabuk dua sabuk pengaman, serta mempunyai sensor parkir, yang disebut parking master.

Untuk jantung pacu, Renault Twizy  dibekali mesin 3CG-Electric asynchronous berteknologi Electric Direct Drive ditambah baterai berkapasitas 6.1 kWh yang mampu menghasilkan daya 13 kW yang ditransfer melalui transmisi otomatis gear reduction

Dengan motor listrik, Renault Twizy yang tenaga baterainya bisa terisi hanya dalam waktu 3,5 jam mampu berakselerasi dari 0-45 km per jam dalam waktu 6,1 detik dan mampu melesat hingga 80 km per jam. 

2.  Hyundai Ioniq

Hyundai Ioniq
Hyundai Ioniq

Mobil listrik Hyundai Ioniq cukup menyedot perhatian publik di Tanah Air. Mobil yang memiliki bentuk sedan tersebut tampak terlihat modern canggih.

Hyundai Ioniq hadir dengan dua pilihan, yaitu tipe Prime dan Signature. Yang membedakan keduanya adalah fitur baik di eksterior maupun interior.

Sedangkan untuk jantung pacu, kedua Hyundai Ioniq dibekali mesin yang sama, yaitu baterai lithium-ion polymer dengan kapasitas 38,3 kWh. Sekali terisi full, baterai ini kuat diajak berjalan sejauh 300 km lebih. Untuk performa, 0-100 kpj hanya butuh waktu 10,2 detik.

3. Hyundai Kona

Hyundai Kona Electric
Hyundai Kona Electric

Hyundai Kona Electric merupakan mobil listrik dengan gaya crossover yang ditawarkan di Indonesia. Mobil ini memang memiliki tampilan menarik dengan teknologi LED multi reflector, serta DRL LED yang bentuknya lebih sipit. 

Belum lagi pada bagian over fender dengan warna senada body, serta dibekali velg dual tone ukuran 17 inci. Pada bagian belakang, sudah memiliki sentuhan garnish serta penggunaan lampu model LED BAR dengan desain lebih futuristik.

Hyundai Kona Electric ini pada bagian kabin sudah dijejali head unit system touch screen dengan ukuran cukup besar, yaitu 10,25 inci, lalu ada juga fasilitas Apple CarPlay, Android Auto, dan Hyundai Blue Link dengan fitur Voice Activated Commands.

Perangkat keselamatan mobil ini dilengkapi Rear Cross-Traffic Assistance, Safe Exit Warning, Blindspot Assistance, dan eCall serta ambient light dengan dua pilihan warna lampu kabin. 

Hyundai Kona Electric sudah dibenamkan motor listrik magnet synchronous bertenaga 150 kW dan baterai lithium-ion 64 kWh. Tenaganya sebesar 201 tk dan torsi maksimum 394 Nm.

4. Lexus UX300e

Lexus UX300
Lexus UX300e

Lexus UX 300e merupakan mobil listrik bergaya Compact Luxury Crossover yang memiliki tampil desain edgy nan elegan. Mobil ini mempunyai beberapa fitur menarik seperti signature Lexus spindle grille, 3-LED Projector Headlights, dan terobosan inovasi lampu belakang limitless line berbentuk horizontal sehingga akan mudah dikenali jika mengemudi saat malam hari.

Masuk ke dalam interior, Lexus UX 300e tetap mewah dan sangat terasa aura premium khas Lexus, seperti mengusung tema Human-Centered Cockpit, penempatan jok dan fitur-fitur berkendara yang terfokus kepada pengemudi dan penumpangnya. Bahkan untuk mengatur posisi lingkar kemudi sudah elektrik.

Untuk jantung pacu, Lexus UX300e ini dibenamkan baterai jenis Lithium-ion dengan motor listrik berkapasitas 54.35 kWh yang dapat menghasilkan 201 horsepower dan torsi 300 Nm.

Jika menggunakan AC Wall Charger, maka waktu pengecasan daya Lexus UX300e bisa 5-6 jam lamanya. Sedangkan pengisian daya baterai dengan menggunakan Household Socket Charging Cable memakan waktu kurang lebih 24 Jam.

5. Nissan Leaf

Nissan Leaf
Nissan Leaf

Secara tampilan Nissan Leaf memiliki panjang 4,480 mm, lebar 1.790 mm, tinggi 1.540 mm, dan wheelbase 2.700 mm. Ground clearance mobil ini 150 mm, radius putar 5,4 m, dan beratnya 1.523 kg.

Oia, Nissan Leaf dijejali berbagai fitur keselamatan dan keamanan, meliputi, Forward Collision Warning (FCW), Forward Emergency Braking (FEB), Intelligent Trace Control (ITC), Vehicle Dynamic Control (VDC), Hill Start Assist (HSA), Anti-Lock Braking System (ABS) with Brake Assist (BA), Intelligent Around View Monitor (I-AVM) with Moving Object Detection (MOD), Driver Attention Alert (DAA), dan Electronic Parking Brake (E-PKB).

Mobil ini juga dilengkapi dengan Dual SRS Airbag, Side Airbag dan Curtain Airbag serta telah mendapatkan penghargaan peringkat keselamatan bintang  lima atau maksimum yang diberikan Japan New Car Assessment Program (JNCAP), Euro NCAP, Australia ANCAP dan US NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration).

Untuk jantung pacu, Nissan Leaf menggunakan baterai lithium-ion 40 kWh yang jika terisi penuh dalam sekali pengisian daya mampu menempuh jarak sejauh 311 km. Hal ini setara dengan penggunaan rata-rata harian 40 km selama satu minggu, hanya dengan satu kali pengisian penuh.

Adapun performa Nissan Leaf cukup Tangguh berkat motor EM57 tipe AC3 Synchronous yang menghasilkan daya hingga 110 kW atau setara dengan 148 Tk dan torsi maksimum 320 Nm. 

Dengan mesin ini, Nissan Leaf diklaim mampu berakselerasi 0 – 100 km per jam hanya dalam waktu 7,9 detik dengan kecepatan maksimal 155 km per jam. 

6. DFSK Gelora E

DFSK Gelora E
DFSK Gelora E tampil diajang IIMS 2021. 

DFSK Gelora E ini merupakan satu-satunya mobil listrik yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan usaha atau travel di Indonesia.

Mobil listrik ini memiliki panjang 4.500 mm, lebar 1.680mm dan tinggi 2.000mm. Dengan dimensi panjang kabin mencapai 2,63m DFSK Gelora memiliki kapasitas maksimal hingga 11 penumpang.

DFSK Gelora E menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 42 kWh dengan torsi maksimum mencapai 200 Nm. Mobil listrik ini memiliki pengisian fast charging sebanyak 20-80 persen hanya membutuhkan waktu 80 menit, dengan jarak tempuh berkendara hingga 300 kilometer. Sedangkan untuk pengisian reguler, bisa juga menggunakan listrik rumah tangga dengan rata-rata 220V 16A.

7. Tesla Model X

Tesla Model X merupakan mobil SUV yang dijual di Indonesia melalui importir umum, seperti halnya PT Prestige Image Motors.

Mobil asal Paman Sam ini diklaim jadi SUV pertama berpenggerak motor listrik yang memiliki tampilan futuristik, seperti lekukan body yang indah, serta beragam penggunaan lampu berteknologi LED, dan dilengkapi dua sunroof.

Belum lagi, untuk membuka pintu mobil bagian baris kedua sudah mengusung desain Falcon Wing Door, sehingga membuat tampilannya keren saat membuka tutup pintu mirip sayap burung.

Tesla Model X yang memiliki kapasitas tujuh orang penumpang, sudah dilengkapi layar sentuh berukuran 17 inci yang letaknya di tengah dashboard.

Layar ini memiliki banyak fungsi, mulai dari mengatur AC, pemanas kursi, hingga memilih pengaturan respon pengemudi.

Tesla Model X dibekali dengan mesin tipe Baterai lithium  ion berkapasitas 75 kWh sampai 100 kWh yang menghasilkan tenaga maksimal 643 hp dan torsi maksimal 840 Nm.

Mobil ini disebut sebut mampu melaju dengan kecepatan hingga 210 km per jam dan jarak tempuh  maksimal sampai 380 km per jam.

8. Tesla Model S

Tesla Model S
Tesla Model S

Sama seperti Tesla Model X, untuk mobil listrik Model S ini juga diimpor oleh PT Prestige Image Motors. Mobil ini juga memiliki bentuk mirip sedan, tapi tampilanya sangat modern dan mewah.

Secara tampang eksterior, Tesla Model S sangat menarik, terlebih adanya penggunaan lampu LED pada bagian lampu depan dan belakang, serta dilengkapi pula Daytime Running Light sehingga memberikan kesan modern.

Tesla Model S juga pada bagian interior terasa canggih, seperti halnya pada bagian dashboard sudah dilengkapi head unit layar sentuh berukuran 17 inci, yang ternyata fungsinya sangat banyak

Ya, layar tersebut mampu mengatur AC, memutar Audio/Video file, membuka bagasi depan dan belakang dan beberapa pengaturan lainnya hanya melalui head unit tersebut.

Untuk fitur Tesla Model S sangat lengkap, dimana mobil ini memiliki rating lima bintang untuk fitur keselamatan, ditambah kerangka bagian depan dan juga samping sangat kuat.

Tesla Model S ini sudah menggunakan tipe penggerak listrik Dual 3-phase AC induction motor ditambah baterai lithium ion dengan kapasitas 100 kWh.

Dengan mesin tersebut, mobil ini dapat berakselerasi dari 0-100 km per jam hanya dalam waktu 3,2 detik dan mampu melesat hingga 249 km per jam.

9.  Tesla Model 3

Tesla Model 3
Tesla Model 3

Merek Tesla masuk ke Indonesia melalui Prestige Motorcars. Di sektor mobil listrik, Tesla hadir dengan seluruh varian Tesla Model 3, termasuk model facelift yang baru meluncur.

Tesla Model 3 ini ditawarkan dalam berbagai varian, pertama adalah Standard Range Plus yang dibekali satu motor listrik berkekuatan 241 Tk penggerak roda belakang. 

Proses charger baterai sampai penuh butuh waktu 107 menit menggunakan kabel tipe 2. Tapi dengan Tesla Supercharger, mobil listrik ini hanya butuh waktu kurang lebih setengah jam untuk terisi sampai 80 persen.

Tesla Model 3 varian Standard Range Plus bisa menempuh jarak 429 km untuk sekali pengisian. Akselerasi 0-96 km per jam butuh waktu hanya 5,3 detik dengan kecepatan maksimal 225 km per jam. 

Prestige Motorcars juga menawarkan varian Model 3 Long Range AWD dan Model 3 Performance.

Daftar harga mobil listrik di Indonesia

- Renault Twizy Rp 408 juta

- DFSK Gelora E-Blind Vand Rp 480 juta

- DFSK Gelora E Minibus Rp 510 juta

- Hyundai Ioniq Prime Rp 637 juta

- Nissan Leaf Rp 649 juta

- Hyundai ioniq Signature Rp 677 juta

- Hyundai Kona Electric Rp 697 juta

- Lexus UX 300e Rp 1,245 miliar

- Tesla Model 3 Rp 1,5 miliar

- Tesla Model S Rp 3 miliar ++

- Tesla Model X Rp 3 miliar ++

 

 

Herdi Muhardi
Herdi Muhardi

Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.



Berita Terkait



Baca Juga