Copied to clipboard!

Ilustrasi mobil pedesaaan atau Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang diubah menjadi ambulance feeder. (Kemeperin)



BERITA

Mobil Pedesaan Jadi Garda Terdepan Untuk Perangi Virus Corona di Wilayah Terpencil

Author : Herdi Muhardi

13 Apr 2020


Mobil pedesaan atau yang disebut Kementerian Perindustrian sebagai Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) ternyata fungsinya sangat membantu di wilayah-wilayah terpencil.

Bahkan Puskesmas Bojongmanik di Kabupaten Lebak, Banten memanfaatkan AMMDes untuk dijadikan ambulance feeder dan membantu mensosialisasikan kepada masyarakat setempat tentang bahaya dan pencegahan virus corona.

Hal ini pula membuat Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika memberikan apresiasi, bahwa AMMDes dapat memberi kemudahan dan bisa digunakan dengan berbagai fungsi sesuai kebutuhan yang diinginkan.

“Mereka menggunakan AMMDes ambulance feeder untuk pergi ke desa-desa khususnya di daerah terpencil, dengan infrastruktur jalan buruk,” ungkapnya. 

Kata Putu, hingga saat ini para petugas Puskesmas Bojongmanik masih aktif mengunjungi masyarakat yang berada di sembilan desa.

Menurut Putu, pihak Puskesmas Bojongmanik menjalankan aktivitas tersebut dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan terkait, di antaranya pemerintah daerah, Kepolisian, TNI, organisasi masyarakat, serta kader Jamilah dari USAID Jalin Project.

“Peran kader Jamilah dalam kegiatan ini adalah membantu tim Puskesmas untuk memberi informasi kepada masyarakat agar mengikuti konseling,” terannya.

Tidak hanya menyosialisasikan tentang pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan mereka dari penyebaran Covid-19.

“Para kader Jamilah ini akan melapor langsung ke petugas Puskesmas jika ada yang diduga (suspect) terjangkit virus korona di lingkungannya dan terus mengawasi pengunjung yang datang ke desa mereka,” tuturnya.

Adapun kegiatan lainnya dalam upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19 di setiap desa, antara lain adalah mendistribusikan selebaran atau brosur tentang virus korona, memberikan masker gratis kepada masyarakat dan mengajarkan cara penggunaan yang tepat, mengajarkan cara mencuci tangan dengan sabun dan air yang benar, serta mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS).

Sebelum virus corona menyebar luas hingga Indonesia, keberadaan AMMDes sudah digunakan untuk membantu masyarakat yang sakit menuju Puskesmas atau rumah sakit setempat, bahkan sempat menjadi fasilitas proses persalinan.

“Menariknya, sudah ada dua ibu yang melahirkan anaknya di AMMDes, dan akhirnya nama anaknya juga disamakan dengan nama AMMDes,” tuturnya. Sebab, selama ini, ibu yang sedang hamil tua biasanya ditandu untuk menuju ke fasilitas kesehatan.

AMMDes ambulance feeder telah menjadi proyek percontohan, karena dinilai bisa menekan angka kematian ibu dan bayi.

Apalagi, di Kabupaten Lebak, masih ada belasan desa yang akses jalannya buruk dan berbatu-batu sehingga sulit dijangkau dengan mobil ambulans konvensional. 

“AMMDes ini dilengkapi differential lock dengan ban yang bisa disesuaikan dengan kontur medan yang akan dilalui, sehingga tidak selip di medan ekstrim dengan infrastruktur minim,” ungkapnya.

AMMDes telah memiliki tingkat kandungan komponen lokal yang cukup tinggi, yakni mencapai 70 persen.