Copied to clipboard!

Ilustrasi wiper mobil. (Shutterstock)



MOBIL BEKAS

Musim Hujan Datang, Cek Fungsi Wiper Agar Berfungsi Maksimal

Author : Herdi Muhardi

22 Sep 2020


Memasuki musim penghujan para pemilik kendaraan wajib melakukan pemeriksaan pada sejumlah komponennya. Tak terkecuali tetap melakukan pemeriksaan pada bagian wiper mobil.

Ya, wiper kerap dianggap sepele keberadaannya. Padahal jika hujan turun wiper sangat berguna karena dapat menyeka air yang menempel di kaca depan mobil. Kalau tak ada wiper, tentu saja akan sangat membahayakan karena jarak pandang menjadi terbatas lantaran tertutup air yang menempel pada kaca.

Oleh karena itu, sebaiknya lakukan pengecekan dan perawatan wiper agar fungsinya tetap maksimal saat digunakan. Nah berikut ini beberapa cara merawat wiper, antara lain:

1. Bersihkan wiper

Memasuki musim hujan, sebaiknya bersihkan bilah wiper dari kotoran dan debu yang menempel, setidaknya dua kali seminggu.

Kenapa harus dibersihkan? Hal ini supaya wiper dapat menyapu air secara optimal dan terhindari dari baret pada kaca mobil.

Hanya saja ketika membersihkan  wiper harus berhati-hati karena permukaan karet wiper terdapat cairan khusus yang berfungsi menjadi pelembab.

2. Jangan menggunakan sabun dan lainnya

Ketika mencuci mobil dan wiper, maka jangan menggunakan sabun atau cairan multiguna apalagi semir ban. Sebaliknya cukup siram dengan air bersih saja.

Sebab jika menggunakan sabun atau cairan pembersih, maka dikhawatirkan dapat mengurangi kinerja wiper saat menyapu air.

3. Angkat wiper saat parkir dalam kondisi panas

Hindari memarkirkan mobil di luar, apalagi kondisi cuaca panas. Pasalnya, panas matahari akan diserap kaca mobil dan merambat mengenai karet wiper.

Jika mobil terus-terusan terkena panas, karet wiper akan semakin cepat kering dan pecah. Alhasil saat wiper menyeka air di kaca hasilnya tidak sempurna.

Namun begitu, perlu diketahui pula ada beberapa mobil memang tidak menyarankan untuk mengangkat bilah wiper dengan alasan komponen tersebut sudah dibuat dan dikembangkan tahan terhadap panas.

Seperti dikutip Nissan, tujuan wiper tak perlu diangkat  untuk menjaga kelenturan karet wiper. Maka dari itu, tidak perlu mengangkat batang wiper saat parkir karena akan membuat per pada batang wiper melar. Akibatnya, tekanan bilah wiper ke kaca mobil menjadi lemah dan mengurangi kinerja sekaan bilah wiper.

Selain itu, dengan bilah wiper diangkat, titik beban akan bertumpu di engsel batang wiper yang memberi tekanan lebih.

Akibatnya, engsel dan dinamo penggerak batang wiper akan bermasalah dalam jangka waktu panjang. Jika tetap tidak mau menempelkan wiper pada kaca, gunakan batang penyangga yang dijual di toko aksesori agar karet wiper tidak menempel langsung ke kaca.

4. Periksa poros wiper

Wiper tidak hanya masalah karet saja, sebab pada komponen ini ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah poros wiper.

Untuk merawat poros wiper sejatinya sangat mudah, yaitu hanya memberikan pelumas pada bagian poros. Tujuannya mencegah aus pada wiper, sehingga saat wiper menyapu air dan kotoran gerakannya lebih lancar.

5. Ganti wiper secara berkala

Wiper juga memiliki usia pakai. Bahkan jika wiper harus diganti ada beberapa ciri-cirinya yaitu karet wiper getas, mengeluarkan suara berdecit dan sekaan air di kaca tidak sempurna. Bahkan, bukan air yang disapu, tetapi justru memberikan efek kaca tergores.

Sebaiknya karet wiper diganti secara berkala setiap satu tahun sekali, tetapi itupun tergantung pemakaian dan perawatannya.

Perlu dicatat, ketika hendak mengganti wiper, pastikan bagian apa yang bermasalah dan apakah wiper yang dibeli cocok dengan ukuran wiper yang biasa dipakai.