Copied to clipboard!

Ilustrasi pabrik Ford di Rusia. (Vladimir Salman/shutterstock)



BERITA

Pabrikan Otomotif Dunia Ramai-Ramia Produksi Alat Medis Termasuk Masker

Author : Herdi Muhardi

26 Mar 2020


Pandemi virus corona membuat sejumlah pabrikan otomotif dunia menghentikan produksi mobil-mobil yang dijual di pasaran. Sebaliknya, mereka mengalihfungsikan pabriknya untuk membuat alat kesehatan seperti masker, hingga mesin untuk membantu pasien pernapasan yaitu ventilator.

Seperti dilansir BBC, Kamis (26/3/2020), pada awal pekan ini, merek mobil asal Italia yang memiliki pabriknya di China mengumumkan akan memproduksi sejuta masker per bulan. Pembuatan masker ini dilakukan dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini pun diungkapkan CEO Fiat Mike Manley dalam pernyataan tertulis.

Hal serupa juga dilakukan pabrikan mobil lainnya mulai dari  General Motors, Ford, Tesla, Nissan hingga tim Formula 1 di Inggris, yang berjanji akan mendukung pencegahan virus covid-19.

Ford sendiri pada pada Selasa waktu setempat menyatakan, bekerja sama dengan industri pembuat alat kesehatan seperti GE Healthcare dan 3M untuk merancang respirator dan ventilator yang dimodifikasi.

Tentu saja alat-alat kesehatan ini memanfaatkan perlengkapan produksi Ford, mulai dari kipas, baterai, dan perangkat lainnya ketika membuat mobil-mobil Ford.

Sebelumnya, Ford diketahui sudah mulai memproduksi pelapis wajah transparan yang digunakan sebagai alat perlindungan diri (APD) untuk staf pekerja medis sebanyak 1.000 unit dan diserahkan kepada rumah sakit di tiga kawasan di kota Detroit, AS. Setidaknya Ford menargetkan produksi pelapis wajah transparan sekitar 75.000 unit dalam seminggu.

Seperti diketahui, bos sekaligus CEO Tesla Elon Musk menyatakan telah membeli 1.255 unit ventilator dari China dan mengirimnya ke Los Angeles, Amerika Serikat.

Sementara itu, sejumlah tim Formula 1 di Inggris berharap dapat membuat peralatan untuk membantu meningkatkan pasokan alat medis. Bahkan sejumlah ahli desain, teknologi, dan kapabilitas produksi F1 saat ini bekerja keras untuk membantu penanganan virus corona.

Adapun Nissan berada di bagian konsorsium, termasuk McLaren dan perusahaan dirgantara Meggitt, tengah mengembangkan ventilator medis jenis baru.

"Kami sepenuhnya fokus pada proyek ini, waktu dan skala tantangan yang terbatas," kata McLaren dalam sebuah pernyataan.

Hal ini juga dilakukan pabrikan otomotif asal China, seperti halnya produsen mobil listrik BYD, dimana salah satu fasilitas di pabrik Shenzen, digunakan untuk memproduksi masker dan desinfektan.

Beberapa waktu lalu, Presiden AS Donald Trump melalui tweet dalam akun Twitter pribadinya menagih para produsen mobil membantu dalam penanganan Virus Corona.

"Ford, General Motors dan Tesla diberi kesempatan untuk membuat ventilator dan produk logam lainnya, CEPAT! Ayo para eksekutif mobil, mari kita lihat seberapa baik Anda?"

Sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengumumkan telah mengurangi aturan dalam proses persetujuan perangkat medis untuk membantu mempercepat produksi ventilator.

"Pembuat perangkat medis dapat lebih mudah melakukan perubahan pada produk yang ada, seperti perubahan pemasok atau bahan, untuk membantu mengatasi keterbatasan manufaktur yang saat ini atau kekurangan pasokan," kata Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS Alex Azar.